MONOCHROME : Choice Of Destiny's

MONOCHROME : Choice Of Destiny's
Bab 6 tekad


__ADS_3

setelah lucy mengangkat ku menjadi kesatrianya kami duduk sambil meminum teh dan tentu saja aku berperan sebagai pelayan yang melayaninya.


"pahit, berantakan, bahkan rakyat jelata lebih baik dari ini"


aku bisa merasakan tiga tombak menusuk dadaku.


"tolong maafkan hamba karena tidak bisa memuaskanmu nona muda"


aku menundukkan tubuh 90° sambil meminta maaf ala kepala pelayan.


"kuakk!"


aku merasakan semua udara di dalam tubuhku keluar secara paksa karena menabrak tembok rumah dengan kecepatan tinggi.


"uhuk uhuk! tcuih" bahkan ada darah saat aku meludah


"mau ku pukul?"


kau sudah memukulku sialan!


"kau memperlakukan ku seperti seorang pelayan tapi di saat aku berakting kau langsung memukul ku, padahal sebelumnya kau terlihat seperti heroine yang sempurna tapi sekarang aku sadar kalau kau tidak menjadi keluarga Lucifer bukan tanpa alasan"


"fufu~ jangan seperti itu, sekarang kita akan selalu bersama jadi aku tidak ingin menyembunyikan sesuatu dari kesatria ku"


"daripada itu bisakan kau menyembuhkan ku terlebih dahulu? ini sangat menyakitkan menerima pukulan mu tanpa menggunakan sihir pertahanan"


"baiklah baiklah, sebaiknya kamu belajar menggunakan sihir penyembuhan karena mulai sekarang kamu akan sering mengalami hal seperti ini"


setelah bertengkar sebentar kami melanjutkan untuk minum teh sambil membahas rencana.


"bisakah kau memberi tauku apa yang harus dilakukan seorang ksatria? sejujurnya aku tidak memiliki pengalaman seperti ini"


"hm? bukankah hari ini kamu semakin tidak sopan? kemarin kamu memanggilku dengan sebutan " kamu" atau "lucy" sekarang menggunakan "kau""


"itu hanya perasaan mu saja nona, hamba tidak mungkin bertingkah tidak sopan kepada putri keluarga Lucifer"


"BOOM!!" dinding rumah hancur dan seorang pria berambut putih terbaring di tanah


"kuaak!" darah membasahi tanah


aku berniat memprovokasinya dengan tujuan mengejeknya setelah aku berhasil menahan serangannya tapi apa apaan itu? pertahanan ku langsung hancur sekali pukul!?


aku berniat berdiri untuk kembali masuk ke rumah tapi aku bahkan tidak bisa bergerak, sialan seberapa banyak kekuatan yang dia masukan di pukulannya untuk membuat ku seperti ini?


semua orang mulai berkumpul untuk melihat apa yang sedang terjadi dan lucy Keluar untuk menenangkannya.


"haha maaf semuanya teman ku tidak sengaja terpeleset dan menghancurkan dinding"


lucy memberikan senyum kepada mereka dan langsung melanjutkan aktifitasnya seolah tidak melihat apa apa.


kalian percaya itu!?


lucy menyeret ku kembali masuk ke rumah dan membantu ku naik ke atas kasur.


"sebelum kita melanjutkan pembahasannya aku akan memberitahu mu sedikit tentang kekuatan keluarga Lucifer."


"kami selalu memandang orang lain lebih rendah dari diri kami sendiri dan kekuatan kami berkaitan dengan itu artinya semua yang lebih rendah dari kami akan memberlakukan kekuatan "mutlak" tadi aku memukulmu dengan sekuat tenaga dan kamu menggunakan pertahanan sederhana yang artinya pukulan ku masih lebih kuat dari pertahananmu jadi hukum itu membuat pukulan ku mengabaikan pertahanan murahan mu itu."


"sebagai saran sebaiknya kamu menggunakan sihir pertahanan tingkat S seperti Sanctuary atau SS seperti absolute defense sebelum menerima seranganku"


dunia ini di penuhi monster, kalau putrinya saja sekuat ini lalu bagaimana dengan raja iblis Lucifer itu sendiri?


"haha sepertinya sebelum balas dendam aku harus harus bisa mendaratkan satu pukulan di wajahmu"


"fufu~ aku menantikannya, tadi sampai mana?"

__ADS_1


"hmmm tentang apa tugas seorang kesatria"


"normalnya kesatria bertugas untuk melindungi tuannya secara langsung, tapi karena kamu adalah satu satunya kesatria ku dan aku tidak memiliki pelayan jadi kamu akan memainkan semua peran itu"


"seperti apa?"


"contohnya seperti kamu harus selalu ada di dekat ku, membuatkan ku teh, mencuci pakaian ku, menggosok punggungku saat mandi, memakaikan ku pakaian dan sebagainya"


setelah mencerna semua informasi itu muka ku perlahan-lahan memucat.


"intinya kau menyuruhku menjadi anjing?"


"fufu~ kamu menafsirkannya dengan sangat tepat, tapi tenang saja aku tidak akan memperlakukan mu dengan buruk sebagai gantinya aku akan membantu mu berlatih, memberimu rumah untuk pulang, dan aku akan memberimu kesempatan untuk balas dendam"


"sepertinya tidak buruk, lebih baik mejadi anjing bangsawan daripada menjadi gelandangan, tapi bisakah kau menyembuhkan ku sekarang? organ dalam ku berantakan dan beberapa tulang rusuk ku patah"


"baiklah baiklah hanya untuk hari ini, karena besok kita akan berangkat ke ibukota"


di tempat lain ada 9 orang yang menjalani kehidupannya masing masing tapi mereka semua memiliki tekad yang sama yaitu untuk balas dendam kepada gereja Rebecca.


.


.


.


besoknya kami berangkat ke ibukota, karena lucy tidak pernah membawa pelayan ketika bepergian sebagai petualang jadi aku berperan sebagai kusir dan lucy yang duduk di dalam kereta.


perjalanan dari kota hell berg ke ibu kota membutuhkan waktu sekitar 1 minggu jadi aku harus memainkan peran ini sekitar 1 minggu penuh.


dan baru di hari pertama kami sudah di hadang oleh bandit,


"huhh bekerja sebagai kusir saja sudah membuatku lelah dan sekarang aku harus bekerja sebagai pengawal."


aku turun dari kereta dan menuju bandit yang sedang berkumpul di jalan layaknya kotoran sapi.


"nona! di sini berbahaya sebaiknya anda masuk ke dalam kereta, para kotoran ini biarkan saya sebagai pelayan anda yang membereskannya"


lucy menyuruh ku untuk berakting sesuai dengan profesi yang kujalankan, jadi sekarang aku akan bertingkah layaknya kusir kereta dan pengawal.


lucy mendekatiku.


"apa kamu sanggup melakukanya?"


aku tau apa yang dia maksud karena selama ini aku belum pernah membunuh manusia atau iblis, aku hanya membunuh monster tapi jika aku ragu sekarang artinya aku tidak pantas untuk balas dendam, dan aku sudah memutuskan untuk menjadi raja iblis jadi aku harus terbiasa akan hal ini.


"aku tidak yakin tapi aku akan berusaha"


"baguslah"


aku kembali ke para bandit yang sibuk membahas sesuatu diantara mereka sendiri


"hei sialan! jika kau memberikan seluruh hartamu dan meninggalkan kereta itu kami akan mengampuni nyawamu"


"klise sekali, maaf tapi sekarang aku berperan sebagai kesatria jadi aku tidak akan segan"


"hah!! dasar kusir rendahan banyak bacot, bunuh dia"


sebelum berangkat


"ini untukmu"


lucy memberiku sebuah pedang yang terbuat dari Mithril tapi di dalamnya tidak tertanam sihir atau afinitas tertentu.


"itu hadian untukmu, aku merasa kamu cocok menggunakan pedang itu karena di dalam tubuhmu ada beberapa afinitas yang berlawanan tapi tidak saling menghilangkan melainkan saling berdampingan dengan harmonis."

__ADS_1


"jika kamu menggunakan pedang dengan afinitas tertentu itu akan memperkuat satu afinitas tapi akan melemahkan yang lain, sedangkan pedang ini tidak memiliki afinitas apapun"


"jadi kamu bisa mengganti atribut pedang ini sesuka hati dan bahkan mungkin bisa menggabungkan keduanya, ahh dan untuk armor aku tidak membelikannya karena di jalan kamu akan berperan sebagai kusir dan akan aneh kalau kusir menggunakan armor."


sekarang


mungkin ini saat yang tepat untuk mengujinya


aku mengelus pedang ku sambil membayangkan cahaya dan seketika pedangku mengeluarkan cahaya terang dan afinitasnya berubah ke cahaya.


aku langsung menerjang ke arah bandit saat mereka masih bingung karena cahaya barusan, aku mengayunkan pedangku sekuat tenaga yang membuat satu kepala bandit melayang di udara diikuti dengan cipratan darah yang menyebar kemana mana sampai mengenai wajah dan pakaian ku.


tangan ku gemetaran tapi tidak ada waktu untuk ragu, sisa bandit lainnya maju secara bersamaan.


aku mengambil langkah mundur dan menyentuh pedangku sambil membayangkan kegelapan yang menelan segalanya, pedangku perlahan lahan menjadi hitam legam dan mengeluarkan aura iblis yang sangat mengerikan.


pov lucy


saat ryu menggunakan pedang cahaya dia terlihat seperti pahlawan pada umumnya tapi....


apa itu? aku memang sudah menduga dia memiliki aura iblis tapi bagaimana bisa dia memiliki kekuatan ini?


aku bahkan lupa berkedip saat melihat ryu berjalan dangan angkuh kearah para bandit seperti dia menjadi orang lain.


seorang bandit maju dan menyerang ryu dengan serangan vertikal dari depan sedangkan ryu mencoba menangkis pedang tersebut dengan mengayunkan pedangnya ke atas kemudian pedang bandit itu terlempar.


tidak, gagang pedangnya masih ada di tangan bandit hanya saja pedangnya patah dengan irisan yang halus dan yang selanjutnya terjadi adalah pembantaian, dalam sekejap mata semua kepala para bandit terlepas dari tubuhnya.


ryu berbalik ke arah ku.


rambut putih yang murni, mata merah yang seakan melihat segalanya, dan taring yang siap menggigit siapapun.


melihatnya saja membuat insting ku berteriak untuk melarikan diri. selanjutnya


"gedebuk!!" dia tumbang


"ehh?"


.


.


.


uhhh!! kepala ku sakit


"dasar kesatria tidak berguna, bisa bisanya kamu membiarkan nona mu menjadi kusir sedangkan kamu tidur pulas dipahaku?"


aku perlahan duduk sambil memegang kepala ku yang sangat sakit sejak tadi.


"maafkan aku, aku tidak bisa bereaksi berlebihan karena rasa sakit ini"


"sebentar lagi kita akan tiba di sebuah desa, biarkan aku yang menjadi kusir untuk hari ini kamu istirahat saja untuk sekarang"


"kalau begitu izinkan aku"


lalu aku meletakkan kepala ku di paha lucy dan tertidur pulas.


.


.


.


"fufu~ sepertinya anak ibu sudah dewasa"

__ADS_1


aku terbangun tapi bukan di paha lucy melainkan di paha ibu.


__ADS_2