MONOCHROME : Choice Of Destiny's

MONOCHROME : Choice Of Destiny's
Bab 15 Berbagi Beban


__ADS_3

Setelah Lucy pergi aku langsung menghampiri salah satu rekannya.


"Hei! apa yang terjadi!?"


Aku mengguncang bahu pria itu dengan keras, aku tau kalau ini masalah serius karena baru kali ini aku melihat psikopat itu memiliki ekspresi kosong seperti itu.


"Siapa kau!? lancang sekali."


Pria itu menepis tanganku dengan kasar, meski begitu dia tidak terlihat marah.


"Dia adalah kesatria pribadi tuan putri, kurasa dia berhak mengetahuinya."


Seorang wanita menepuk bahunya dan pria itu langsung menundukkan kepala seperti merasa sangat bersalah.


"Ohh maafkan aku, karena kau adalah kesatria tuan putri kurasa aku akan memberitahumu."


Kami pergi ke kelas S agar tidak ada orang yang mendengar kami.


"Kami siswa kelas S pergi untuk menaklukkan dungeon rank A dan black wyvern sebagai bos."


"Dungeon itu tidaklah sulit menurut kami dan semuanya berjalan sangat lancar berkat bantuan tuan putri."


"Tapi... saat kami telah mengalahkan bos."


Pria itu berhenti sebentar sambil berfikir bagaimana cara menceritakannya.


"Sesaat setelah kami mengalahkan bos..... Tuan putri ditusuk dari belakang, kami tidak pernah menduga hal itu karena kami tau kalau tuan putri memiliki pertahanan mutlak jika diserang oleh orang yang lebih lemah darinya dan kami tau kalau tuan putri adalah yang terkuat."


"Pedang itu menusuk tepat pada inti mana milik tuan putri, orang itu hanya berteriak 'maafkan aku tuan putri tapi mereka mengancam akan membunuh keluargaku' tentu saja setelah itu tuan putri langsung memotong kepalanya."


"Kami berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkan luka dan inti mananya, hal itu mungkin jika kami semua bekerja sama tapi itu tidak berhasil."


Ekspresi pria itu semakin pahit setiap kali dia berbicara.


"Kami mengecek pedang yang dipakai orang itu dan itu adalah pedang terkutuk, kutukan itu menginfeksi inti mana tuan putri dan membuatnya tidak berfungsi lagi."


"Maafkan aku.... aku sama sekali tidak bisa melakukan apa apa!"


"Sejak awal aku harusnya mendaftar di sekolah ini sebagai kesatria agar bisa terus mengawasinya..."


Kesatria seperti apa yang bahkan tidak ada di sisi tuannya disaat seperti ini!


"Apa yang akan terjadi padanya mulai sekarang?"


"Dia tidak akan lebih dari tuan putri biasa tanpa kekuatan apapun."


"SIALAN!!"


Aku memukul meja dengan sekuat tenaga membuat meja itu hancur seketika.


"Dimana dia sekarang?"


"Dia sedang mengurung diri di kamarnya."


"Hantarkan aku."


Aku berdiri di depan pintu kamarnya untuk waktu yang lama, sangat lama. aku tidak tau bagaimana cara berbicara kepadanya sekarang.


"Tok tok" aku mengetuk pintu.


"Lucy kau ada di dalam? ini aku."


Hening... tidak ada jawaban....

__ADS_1


"Kiiiik" aku membuka pintu karena tidak dikunci.


Ruangan ini sangat luas, benar benar cocok untuk kamar seorang putri, hanya saja suasana di sini sangat suram.


"Apa yang kamu mau? kamu ingin mengejekku? kamu pasti sudah mendengar ceritanya kan."


Suara itu berasal dari selimut diatas kasur.


Aku tidak bisa mengatakan apa apa... Aku mengambil sebuah kursi untuk duduk di dekatnya.


"Kenapa kau terlihat lemah seperti itu?"


"Heh... Aku yang sekarang bahkan tidak bisa membunuh bandit. Ohh kamu mau balas dendam? kamu ingin membalasku tiga kali lipat bukan? kurasa ini saat yang tepat."


"Hehe mungkin aku langsung mati ketika menerima pukulan mu."


"Apa yang kau katakan? Aku kesatriamu kau tau? dan akan terus seperti itu sampai kau menepati janjimu."


"Lupakan saja janji itu, aku hanya putri biasa tanpa kekuatan sekarang."


"Jangan bersikap lemah seperti itu sialan!! Kau berniat mengingkari janjimu hanya karena kamu sedikit melemah!? jangan membuat ku tertawa!"


"Jika kau kehilangan tangan aku akan menjadi tangan mu, jika kau kehilangan kaki aku akan menjadi kakimu dan membawamu berlari kemanapun, Aku akan menjadi pedangmu yang menebas semua musuh yang ada di depan mu, dan jika kau kehilangan kekuatan maka aku akan menjadi kekuatanmu."


"Hah! memangnya apa yang bisa kau lakukan!? kau bahkan tidak bisa menyentuh sehelai rambutku!!"


Selimut itu bergetar sangat keras.


"Lihat aku dasar sialan! lalu coba kau ulangi itu!!"


Aku menarik selimut itu dan melemparkannya ke sudut ruangan, di depanku Lucy meringkuk dengan air mata yang terus mengalir.


"Lihat aku."


"Apa aku terlihat lemah sampai tidak bisa menjadi kaki dan tanganmu?"


"K- kamu bagaimana bisa kamu."


"Saat aku membaca sejarah aku mengetahui fakta bahwa Ba'al adalah vampire dengan rambut putih, awalnya kupikir ini hanya kebetulan tapi saat mengingat Ibuku yang memiliki mata merah dan taring, aku mencoba membocorkan sedikit kekuatan sihir kegelapan dan membiarkannya menyebar ke seluruh tubuhku dan seperti inilah wujudku."


"Kamu adalah keturunan dari Ba'al?"


"Mungkin, sekarang aku mungkin masih jauh dari kata kuat tapi suatu hari aku akan menjadi yang terkuat, dan kamu akan menjadi nona dari orang terkuat itu."


"Dasar mulut besar."


"Jangan menanggung beban mu sendirian, tugas seorang kesatria adalah menanggung beban yang dipikul tuannya."


"..."


Lucy memeluk ku dalam diam.


"Aku akan menanggung semua beban mu mulai sekarang jadi tenang saja."


Aku mengelus rambut silver nya, perlahan lahan air matanya mulai keluar lagi dan diikuti dengan tangisan, Lucy menangis sekencang kencangnya.


.


.


.


Setelah beberapa saat Lucy mulai tenang dan kami meminum teh untuk mencairkan suana duka ini.

__ADS_1


"Kamu serius kan soal yang kamu katakan barusan?"


"Tentu."


"Kalau begitu ini perintah pertama dariku, gantikan aku untuk ikut turnamen seleksi tahun ini dan menangkan turnamen bintang putih yang diadakan tahun depan."


"Turnamen seperti apa ini?"


"Untuk bagian seleksi biasanya peserta akan diambil dari kelas S hingga kelas A, tapi karena aku tidak bisa ikut jadi kamu harus menggantikan ku."


"Kamu mungkin kurang percaya diri tapi aku percaya kamu adalah salah satu orang terkuat di sekolah ini."


"Pihak sekolah akan memilih 16 siswa yang dianggap berpotensi dan akan diadukan dalam sebuah turnamen seleksi, kamu sekarang adalah kekuatan ku jadi jangan sampai membuat ku malu."


"Kalau sudah begini sepertinya aku harus membuka semua kartu ku di turnamen nanti."


"Aku memang tidak bisa mengajarimu sihir sekarang tapi aku akan mengajarimu ilmu pedang."


"Aku akan berusaha melakukan yang terbaik."


.


.


.


Keesokan harinya di ruangan kepala sekolah.


Sekertaris sekali lagi meletakkan setumpuk kertas ke depan kepala sekolah.


"Ini adalah data dari semua siswa tahun pertama dan kedua yang memiliki potensi berdasarkan laporan wali masing masing."


Kepala sekolah mulai membaca kertas tapi berhenti di bagian data siswa bernama Ryu.


"Tuan putri merekomendasikan kesatria nya untuk ikut?"


"Benar, kemarin tuan putri tiba tiba muncul dan memintaku untuk memasukan siswa Ryu kedalam turnamen seleksi, dia juga mengatakan bahwa siswa Ryu akan memenangkan turnamen bintang putih tahun ini."


"Itu cukup mengejutkan, kupikir tuan putri akan terpuruk untuk waktu yang lama."


"Iya, kemarin dia dijenguk oleh siswa Ryu kemudian tuan putri keluar dari kamar dan menerima kenyataan begitu saja."


"Bagus, berikan satu tempat kepada Ryu."


"Dimengerti."


"Dan ini aku yang memintanya tolong masukan Zephyr dan Ana Cross juga kedalam turnamen seleksi."


"Aku mengerti alasan anda memasukkan siswa Zephyr tapi aku tidak bisa memahami apa alasan anda memasukkan siswa Ana Cross, selain dia sering di bully dia juga sangat buruk dalam sihir bahkan rakyat jelata lebih baik darinya."


"Apa kamu sekarang mulai meragukan keputusan ku?"


Sekertaris langsung membungkuk.


"Tentu tidak! hanya saja aku ingin tau alasan kenapa anda merekomendasikannya secara langsung."


"Sebelum dia melakukan ekspedisi dia memang cocok dengan apa yang kamu katakan dan aku tidak akan memberinya kursi, tapi..... setelah dia kembali dari ekspedisi aku merasa anak itu adalah serigala di dalam kostum domba, hanya itu."


"Baiklah, dan untuk 13 kursi lainnya?"


"Lakukan sesukamu, aku tidak tertarik."


"Dimengerti."

__ADS_1


Dan keesokan harinya muncul pengumuman 16 orang yang akan bersaing di dalam turnamen seleksi.


__ADS_2