
Aku bangun dipagi harinya dengan perasaan segar.
Aku melihat telur dan mengelusnya.
"Selamat pagi sobat."
Apakah sejak awal memang seperti ini?
Telur itu sedikit berubah karena jika aku tidak salah ingat telur ini berwarna hitam polos tapi sekarang itu memiliki garis garis merah tipis disekelilingnya.
Aku tidak tau apa apa tentang naga jadiannya aku merasa kalau ini adalah hal yang normal.
Aku memasukkannya kedalam cincin dimensi kemudian turun kelantai bawah.
Disana Zep ternyata sudah duduk duluan sambil makan.
"Kau makan duluan tanpa mengajakku."
"Ohh kau sudah bangun, aku melihatmu tidur sangat nyenyak jadi aku tidak tega membangunkanmu."
"Apa yang kau katakan."
Aku langsung duduk kemudian makan.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Zep bertanya.
"Bagaimana denganmu? apa semua bahan yang kamu butuhkan sudah terkumpul?"
"Belum semuanya tapi sisanya hanya bisa didapatkan didalam dungeon jadinya anggap saja sudah terkumpul."
"Kalau begitu kita akan langsung berangkat ke wilayah Leviathan."
"Hmmm aku punya ide, kita kekurangan uang dan akan sayang jika kita menjual bahan dari wyvern atau harta yang didapat dari sarang naga jadi bagaimana kalau kita mengambil misi Pengawalan yang sejalan kearah wilayah Leviathan?"
"Aku sempat curiga tapi ternyata idemu cukup bagus."
"Kan? kita juga tidak perlu menyewa kereta kuda lain karena sudah disediakan oleh klien."
Kami pergi ke guild petualang terdekat dan langsung pergi ke papan misi untuk mencari misi yang sesuai.
Kami tidak menemukan permintaan terkait hal itu jadinya aku pergi ke meja resepsionis.
"Permisi apakah ada permintaan pengawalan ke wilayah Leviathan?"
"Mari kita lihat..... Beberapa saat yang lalu ada tapi itu sudah diambil oleh kelompok petualang rank Gold, jika kalian meminta kepada mereka mungkin mereka akan membiarkan kalian untuk bergabung."
Sekelompok orang masuk kedalam guild.
"Aku sangat kenyang!"
"Kau benar, berpesta setelah pulang dari perjalanan memang yang terbaik!"
Terlihat ada 5 orang memasuki ruangan 3 pria dan 2 wanita.
"Itu mereka, Tuan Elrich tolong kemari."
Orang yang berdiri di depan memiliki rambut berwarna merah pudar, dia lebih tinggi dariku dan terlihat cukup tampan seperti seorang karakter dari otome game.
Party itu berbalik kearah kami.
"Ohh ada perlu apa nona mayra?"
"Mereka berdua ingin mencari sebuah permintaan ke wilayah Leviathan jadi aku ingin bertanya apa kamu bisa membawanya bersamamu."
Pria bernama Elrich ini menghampiri kami kemudian mengamati kami dari dekat.
"Bocah dengan rambut putih dan rambut ungu mereka pasti adalah petualang pemula yang dibicarakan baru baru ini."
"Mereka berdua mendapatkan rekomendasi dari pemimpin tertinggi jadi mereka pasti punya potensi."
"Yah mereka pasti punya cukup kemampuan untuk mendapatkan rekomendasi itu jadi aku akan menerimanya."
"Jadi seperti itulah kalian berdua bisa ikut dengan mereka jika tidak keberatan."
"Terima kasih."
"Tidak masalah, perkenalkan aku adalah Elrich pemimpin kelompok ini dan disampingku adalah Welter, ****, Emy, dan Carla."
Orang yang berdiri disampingnya mulai menganggukkan kepala satu persatu.
Welter terlihat seperti seorang tank dengan tubuhnya yang berotot seperti Zep, hanya saja disekitarnya diselimuti oleh aura yang lembut.
**** di sisi lain adalah orang yang cukup pendek dan menggunakan panah.
Sedangkan Emy terlihat seperti seorang tante penyihir, dia dikelilingi oleh aura menggoda.
Terakhir Carla adalah orang tipe Kakak yang dingin tubuhnya cukup proporsional dan seimbang.
Dia memiliki rambut hitam ditambah sedikit warna biru.
__ADS_1
Dia menggunakan pakaian yang cukup ketat dan menggunakan senjata berupa dua dagger.
"Salam kenal, aku adalah Ryu dan ini rekanku Zephyr."
"Aku berharap banyak dari kalian berdua, kita bisa berbicara lebih banyak dijalan ayo kita pergi tidak baik membiarkan klien menunggu."
"Kalau begitu kami berangkat."
Aku berpamitan kemudian mengikuti Elrich pergi ke gerbang kota.
Disana sudah ada beberapa gerbong yang berbaris sepertinya milik pedagang yang cukup besar.
"Kami adalah orang yang menerima permintaan anda tuan Arvion."
"Ohh kalian sudah datang, hmm? aku mendengar kalian memiliki 5 anggota tapi yang kulihat kalian ada 7 sekarang."
"Ahh soal itu mereka berdua baru bergabung dengan kami karena permintaan yang sejenis sudah habis."
"Begitu tapi aku akan membayar dengan harga yang sama apa tidak masalah?"
"Tentu tidak masalah, bagaimana denganmu Ryu?"
"Aku juga tidak keberatan selama kami bisa sampai kesana."
"Bagus, kalau begitu kalian bersiaplah kita akan berangkat sebentar lagi."
.
.
.
Saat ini kami dalam perjalanan ke wilayah Leviathan sambil menjaga 5 kereta kuda yang penuh dengan barang dagangan.
Masing masing anggota Elrich menjaga satu kereta sebagai tambahan aku dan Zep ditempatkan ditengah dan kami duduk diatas kereta.
Aku memperhatikan sekeliling sambil mengantisipasi adanya serangan sedangkan disisi lain Zep sudah berbaring sambil menguap.
"Tidakkah menurutmu kau terlalu santai?"
"Tenang saja tidak ada monster disekitar sini dan bahkan tidak ada bandit."
"Kalau kau bilang begitu."
"Aku mendengar sesuatu yang cukup menarik."
Dari dalam kereta muncul wanita dengan rambut pirang miliknya dia adalah Emy.
"Ada perlu apa nona Emy?"
"Hei hei jangan seperti itu, panggil aku Emy dan hanya Emy oke?"
"Baiklah, jadi ada perlu apa Emy?"
"Tidak ada, aku hanya sedikit tertarik setelah mendengar percakapan kalian."
Emy terus berbicara tapi Zep bahkan tidak melihat kearahnya dan terus berbaring sambil menutup matanya.
"Apa benar kau bisa merasakan kalau di sini tidak ada bandit atau monster?"
Emy membanjiri Zep dengan pertanyaan.
"Iya bisa."
"Waaahhh bagaimana caramu melakukannya?"
"Aku bisa menggunakannya secara alami jadi aku sendiri kurang tau."
"Hebat! seberapa jauh kamu bisa mendeteksi mereka?"
"Jika aku fokus mungkin sekitar 1 KM."
"Itu luar biasa!! bisakah kau mengajariku sesuatu tentang itu!?"
"Hahh sudah kubilang kalau aku sendiri tidak tau."
"ehh bisakah kamu melakukan sesuatu tentang itu?"
Zep bangun dan untuk pertama kalinya melihat kearah Emy.
"Apa kau pernah menggunakan sihir deteksi saat kau di kota, di guild, di rumah, di kamar mandi, saat makan, saat bertarung, sampai saat tidur?"
"Ummm aku menggunakannya dikota tapi selain itu tidak karena itu akan menggunakan terlalu banyak mana."
"Karena itulah kau tidak bisa menggunakannya, kau tidak waspada jadinya kau kurang dalam merasakan bahaya."
"Kamu masih muda tapi terlihat seperti orang yang sudah memiliki banyak pengalaman, kehidupan mu pasti berat."
"Tidak juga, aku sudah menjalani kehidupan seperti ini sejak lahir jadi aku sudah cukup terbiasa."
"Hehh ku harap perjalanan ini berjalan lancar."
__ADS_1
"Kuharap begitu."
Perjalanan kami terus berlanjut dengan damai, kami tidak bertemu bandit ataupun monster jadinya kami menghabiskan hari sambil berbicara satu sama lain.
Setelah perjalanan selama beberapa hari kami tiba di wilayah Leviathan kami turun dari kereta dan bertemu dengan party Elrich.
"Sepertinya kita akan berpisah disini."
Elrich berbicara dulu mewakili semua orang.
"Sepertinya begitu, masih ada hal yang harus kami lakukan."
Kami semua pergi ke guild untuk mengambil bayaran kemudian kami berpisah.
Aku dan Zep langsung pergi untuk mencari sebuah penginapan.
Setelah menemukan satu di dekat guild Zep langsung masuk dan duduk di kursi sambil mengeluarkan berbagai barang.
"Sepertinya ini cukup."
"Apa yang kau lakukan?"
"Perasaan ku tidak enak, ayo pergi."
Dan Zep langsung pergi keluar tanpa kata lain, aku hanya mengikutinya dari belakang karena dia terlihat sangat serius.
Ternyata dia pergi ke guild kemudian langsung pergi ke papan misi dan melihat semuanya setelah itu dia langsung menuju meja resepsionis.
"Apakah tidak ada permintaan memburu bandit atau monster?"
"mohon maaf tapi sudah sebulan tidak ada permintaan seperti itu."
"Apa!? sudah selama itu, kemana raja iblis sekarang?"
"Ehhhh! beliau sedang pergi ke kediaman Raja Iblis Belzebbub untuk rapat."
"Tch, kapan dia pergi? dan siapa yang menemaninya?"
"Itu 2 hari yang lalu dan dia pergi bersama dua kesatrianya dan beberapa prajurit."
"Baiklah, terima kasih."
.
.
.
"Apa yang terjadi?"
"Ini buruk, ayo kita bersiap, semoga saja masih tepat waktu."
Dengan tidak tau apa apa aku mengikutinya untuk kembali ke penginapan.
Zep langsung pergi ke suatu tempat, saat ku tanya dia ingin pergi ke pandai besi untuk membuat sebuah senjata.
Daripada tinggal di penginapan aku lebih memilih untuk pergi ke dalam hutan untuk berlatih.
Aku masuk cukup dalam karena biasanya aku akan berlatih dengan melawan monster tapi ini sangat sunyi.
Aku sudah berjalan cukup lama tapi tidak ada satupun monster yang kutemui.
Karena tidak ada jadi aku memutuskan untuk berlatih sendiri saja.
Pertama aku mencoba mengalirkan sebuah sihir darah keluar dari tubuhku.
Sebuah sihir berwarna merah kehitaman mulai muncul secara perlahan dan mengikuti itu penampilan ku juga berubah.
Setelahnya aku mengeluarkan pedang dan mengalirkan sihir kedalamnya.
Itu adalah pedang hitam tapi secara perlahan bilahnya mulai diwarnai oleh warna merah.
Saat aku melepaskan sihir darah ini selalu terjadi, itu selalu bercampur kedalam sihirku yang lain bahkan jika aku tidak menggunakannya.
Selanjutnya aku menggunakan penyatuan kegelapan dan seperti sebelumnya secara perlahan armorku diwarnai oleh garis merah tebal.
"Ini menjadi lebih stabil daripada sebelumnya."
Aku mencoba menggunakannya selama beberapa saat kemudian berhenti karena aku mulai merasa haus.
Aku kembali ke penginapan kemudian masuk ke kamar.
Aku mengeluarkan sebuah kantong darah dari dalam cincin dimensiku kemudian meminumnya.
Ini adalah efek samping dari penggunaan yang lama, jika aku menggunakannya sebentar itu tidak akan masalah dan hanya akan kelelahan tapi jika menggunakannya dalam waktu yang lama itu akan membuatku merasakan haus yang tidak tertahankan.
Aku sudah mencoba meminum air tapi itu tidak berefek, aku mencoba darah monster dan itu cukup enak tapi itu tidak ada sekarang jadi aku harus mengambil persediaan darah yang kusimpan di cincin dimensi.
Jika itu habis aku mungkin harus mengambil beberapa darah iblis.
Aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian pergi untuk tidur.
__ADS_1