
Aku mencari Zephyr selama berhari-hari namun tidak ada jejak sama sekali, Rosa juga benar benar pingsan hingga sekarang meskipun lukanya sudah kusembuhkan.
Zephyr bukanlah pria lemah yang akan mati karena serangan seperti itu, dia juga bukan seorang pengecut yang akan meninggalkan ku begitu saja, tapi apa yang terjadi sekarang benar benar membuat ku frustasi.
Pada akhirnya aku harus kembali ke desa tanpa Zephyr untuk melaporkan apa yang kutemukan secara langsung, party pahlawan yang lain juga sepertinya sudah sampai sehari lebih awal jadi rapat langsung dimulai begitu aku sampai.
"Kau bilang kau bertemu dengan bencana itu? mereka lebih dari dua orang dan kekuatan per orangnya mampu membuat Rosa krisis hanya dalam sekali pukulan? omong kosong apa ini?"
Pahlawan di sisi lain terlihat tidak mempercayai apa yang ku ucapkan namun melihat dia masih tetap duduk kurasa jauh di dalam dirinya juga mempercayai itu.
"Tapi ini masuk akal mengingat apa yang terjadi sebulan yang lalu."
"Benar, aku merinding setiap kali memikirkan sebuah kerajaan sihir hancur dalam satu malam."
Tetua Kael dan Lief juga sepertinya ikut membantuku jadi pahlawan dan lainnya mulai percaya.
"Namun tadi kau mengatakan kalau bocah Zephyr itu menghilang, apakah kau yakin dia tidak kabur bersama orang itu?"
"Itu tidak mungkin terjadi."
Aku langsung menyangkal perkataan pahlawan, meskipun sedikit kesal tapi menjadi temperamen akan memperburuk situasi.
"Lalu misal ini benar, apa yang akan kau lakukan?"
"Sederhana, aku akan menghentikannya dengan tangan ku sendiri."
"Ku pegang kata katamu."
Aku tidak takut pada pahlawan karena bagaimanapun aku cukup percaya diri dengan kekuatan ku sendiri, bahkan di dunia ku jika melihat soal kekuatan aku hanya kalah dari beberapa sosok, dan pahlawan tidak lebih kuat dari Lucy yang kehilangan sihir unik miliknya.
"Yang lebih penting, tadi kau menyinggung soal elf, kurasa ini sudah jelas ayo kira berangkat sekarang."
"Tidak, jika kita pergi hanya dengan ini, kita semua akan mati."
Aku tidak tau kekuatan wanita jepang itu, namun kekuatan pria tombak bukanlah mainan belaka, kekuatan kasarnya saja sudah cukup kuat untuk menghancurkan armorku dalam sekali pukulan, artinya kami semua akan mati jika terkena satu pukulannya saja.
Aku sendiri terkejut ternyata di sini tangan ku bisa tumbuh kembali jika terputus, di dunia ku itu hanya cukup untuk menyembuhkan luka tapi di sini aku benar benar menjadi monster.
"Ryu benar, mari kita ajak pahlawan lain terlebih dahulu."
"Itu akan memakan waktu lama untuk mengumpulkan semuanya."
Seluruh pahlawan saat ini berpencar di seluruh dunia, jadi akan memakan waktu yang lama jika harus mengumpulkan mereka.
"Beri aku waktu beberapa hari, aku akan mengumpulkan seluruh pahlawan."
Tetua Kael berbicara, aku jadi ingat kalau dia bisa menggunakan instan teleport yang akan menghemat banyak waktu.
"Kalian semua pergilah ke wilayah elf di barat daya, aku dan tetua Kael akan membantu kalian."
""Baik!""
Beberapa saat setelahnya Rosa juga sudah bangun dan memaksa untuk ikut, meskipun seluruh orang menolak namun karena dirinya keras kepala jadi kami tidak punya pilihan.
Perjalanan berlangsung sangat cepat karena bagaimanapun kami harus menahan para monster itu sebelum mereka berpindah tempat.
__ADS_1
Berkat sihir para tetua kami bisa langsung teleportasi di perbatasan wilayah elf yang mempersingkat waktu setidaknya sehari.
"Jadi ini wilayah elf."
Kami masih berada di dalam hutan, namun apa yang ada di depan ku benar benar berbeda, seluruh hutan dipenuhi dengan kabut tebal yang terbuat dari sihir.
Bahkan elf sendiri akan tersesat jika pertama kali datang ke tempat ini, cara untuk masuk adalah dengan lahir di tempat ini, memiliki skill observasi yang hebat seperti Zephyr, dan memiliki pemandu, tentu saja kami berada di pilihan ketiga.
"Kalian sudah sampai."
Suara wanita muncul dari dalam kabut, sambil memperlihatkan seorang elf wanita cantik dengan telinga panjangnya yang bergoyang goyang.
Aku cukup terobsesi dengan elf karena bagiku mereka adalah standar kecantikan tertinggi, bahkan aku sering membaca cerita tentang mereka, yah namun jika dibandingkan dengan kecantikan yang dimiliki Lucy elf ini satu tingkat di bawahnya.
"Izinkan aku membawa kalian ke dalam."
Nona elf menjadi pemandu kami di dalam kabut ini, semuanya berjalan sangat lancar hingga akhirnya kami sampai ke sebuah desa yang sebagian besar bangunannya di bangun di atas pohon besar.
Seluruh elf yang melihat kami menundukkan kepala dengan hormat sebelum melanjutkan kegiatan mereka.
Sangat berbeda dengan di dunia ku dimana seluruh ras bermusuhan satu sama lain dan menjadi budak adalah hal yang lumrah.
Mengingat kembali ras elf dan beastman yang dijadikan budak oleh manusia membuat ku benar benar sedih.
"Tetua berada di dalam."
Kami masuk kedalam sebuah rumah besar, di dalamnya sudah duduk beberapa elf tua dan beberapa elf yang terlihat seperti prajurit, mungkin mereka adalah party pahlawan.
Aku melihat mereka semua satu persatu namun tidak ada satupun dari mereka yang berada di tingkat pahlawan, namun setidaknya mereka semua lebih kuat dari party kami.
"Tuan Oliver saat ini sedang dalam misi penting jadi beliau tidak bisa hadir sekarang."
Elf yang menjemput kami tadi berbicara, ternyata dia adalah salah satu party pahlawan.
"Hah!? jadi maksudmu dia menjalankan misi yang lebih penting dari masalah ini?! bawa dia kemari sekarang atau aku juga menolak untuk membantu!"
Karena pahlawan di pihak kami sendiri sudah menolak, jadi party yang lain juga tidak bisa mengambil langkah maju.
"Tuan Redclift tolong tenanglah, Tuan Oliver akan sampai tepat waktu."
"Tch, bukan hanya dirinya tidak muncul ketika pelantikan, tapi dirinya bahkan tidak menghargai kedatangan pahlawan lain."
'Apakah pahlawan Oliver ini seorang bajingan?'
Aku sedikit berbisik ke arah Rosa, namun aku sedikit sulit memahami ekspresi Rosa karena itu adalah campuran dari rasa kaget dan lucu.
'Oliver di kenal sebagai salah satu leluhur elf yang telah mencapai transendensi, karena itu dia hampir tidak pernah muncul sampai sampai di anggap mitos.'
Aku jadi ingat percakapan pria tombak dengan gadis jepang beberapa hari yang lalu, pria tombak terus membicarakan soal elf, mungkin yang dia maksud adalah Oliver.
Aku sendiri sudah merasa cukup untuk menahan pria tombak jika dia tidak serius, namun jika mereka berdua bersama aku ragu kami bisa menahan apalagi mengalahkan mereka.
"Jadi? kapan kita akan berangkat?"
Redclift bahkan tidak duduk di kursi yang telah disediakan, dia benar benar kesal sekarang.
__ADS_1
"Haaah, kita akan berangkat besok ketika pahlawan lain telah tiba, kami sudah menemukan lokasi orang yang sesuai dengan apa yang kalian kirim melalui pesan, dua orang yaitu satu pria dan satu wanita."
Ketika mencari Zephyr aku mengirim laporan ke desa dengan alat sihir yang telah di siapkan, aku memberikan laporan mengenai ciri mereka, apa yang mereka ucapkan, dan kekuatan mereka, tentu saja aku merahasiakan informasi tentang Zephyr.
"Posisi mereka terakhir terlihat di wilayah barat dekat danau Silvershadow tempat Great turtle tinggal."
"Hmmm, salah satu dari empat great beast, bukankah dia sudah cukup kuat untuk membunuh mereka?"
Itu masuk akal, great beast adalah hewan kuno yang telah hidup sangat lama hingga memperoleh kekuatan yang sangat dahsyat.
"Tidak, mereka sepertinya tidak bertemu dengan Great turtle, namun karena sihir yang pekat membuat posisi mereka terekspos, mereka seharusnya sudah berpindah tempat sekarang."
"Kalau begitu tidak ada gunanya untuk kesana."
"Tidak mungkin, kita tidak seharusnya meninggalkan petunjuk sekecil apapun."
Aku sendiri tidak sabar untuk bertemu dengan Great turtle, aku penasaran apakah dia sekuat Gizel sang ancient dragon lord ice.
Memikirkan itu aku bisa merasakan jantungku sedikit menggigil karena dingin, mungkin Gizel mendengarnya di suatu tempat.
Di malam harinya aku naik ke atap rumah untuk melihat indahnya langit malam, aku selalu melihat bintang bintang ketika aku merasa kesepian, rasanya seolah olah rekanku sedang melihat ku di suatu tempat.
Ku pikir aku sendirian, namun Rosa juga sudah berada di sana untuk melihat langit.
"Langitnya indah bukan?"
Rosa membuka percakapan terlebih dahulu, aku berbaring tepat di sampingnya sambil menggunakan tangan ku sebagai bantal.
"Benar, semuanya begitu bercahaya."
"Zephyr, dia menghilang."
"Aku yakin dia masih hidup di suatu tempat, dia ahli dalam bertahan hidup."
"Kamu terlihat sangat percaya kepadanya."
"Begitukah?"
Itu hanya basa basi singkat sebelum kami kembali ke dunia kami sendiri.
"Aku tidak mengerti, waktu itu aku sudah menggunakan semua sihir pertahanan milikku, sihir ini bahkan bisa menahan nafas naga berkali kali tapi orang itu menghancurkannya dengan tangan kosong, ketika sihir ku hancur dia juga mengacaukan aliran mana ku yang membuat ku pingsan karena mana shock, menyedihkan bukan?"
Rosa menyembunyikan kepala di antara lututnya, dia biasanya terlihat sangat anggun dan beribawa namun saat ini dia terlihat sangat lemah.
"Orang itu adalah monster."
"Apakah kita bisa menang?"
"Aku... maaf aku tidak yakin."
Harapan mungkin baik untuk membangkitkan semangat namun itu tidak akan merubah situasi, karena musuh kita kali ini adalah monster yang sesungguhnya.
"Sudah ku duga, hei bagaimana kalau setelah ini selesai kita makan berdua? aku ingin mendengar lebih banyak tentang Ryu."
"Baiklah, mari kita kembali bersama."
__ADS_1
Aku begitu naif berpikir bahwa aku bisa selamat hingga hari esok tanpa memikirkan kemungkinan bahwa ini mungkin adalah malam terakhir kami bersama.