MONOCHROME : Choice Of Destiny's

MONOCHROME : Choice Of Destiny's
Bab 23 Kebenaran lainnya


__ADS_3

Disebuah ruangan yang gelap seorang wanita duduk dengan anggun sambil menyesap teh.


Rambut hitamnya terlihat sangat indah ketika diterangi oleh cahaya redup.


"Seperti biasa hawa keberadaan mu sangat tipis."


Wanita itu berbicara dengan anggun kepada seseorang.


Di dalam kegelapan muncul sosok pria dengan tudung.


"Aku hanya tidak ingin menimbulkan lebih banyak masalah."


"Fufu~ keluarga Lucifer akan sangat heboh jika tau kalau kau bisa menyusup semudah memasuki rumah sendiri."


Pria itu duduk dan ikut minum.


"Jadi? apa yang membawamu kesini?"


Wanita itu mulai berbicara.


"Awalnya aku berniat mampir untuk membicarakan satu hal tapi dalam berjalan aku terus mendapatkan sesuatu yang aneh."


Wanita itu diam menunggu pria itu melanjutkan.


"Aku yakin kamu sudah merasakan hal itu."


"Apa yang kamu maksud?"


"Beberapa saat yang lalu aku merasakan aura yang terlihat sama dengan orang itu, memang tidak sekuat itu dan terlihat bercampur dengan aura lain tapi aku yakin ini situasi yang cukup serius."


"Hmm~ tentu aku merasakannya karena itu berasal dari ibu kota."


"Bagaimana bisa? aku sudah mengecek lokasi orang itu dan tidak ada yang berubah, kita berdua tau kalau orang itu tidak memiliki keluarga, teman, dan murid jadi bagaimana bisa auranya ada di sini."


Pria itu terlihat sedang berfikir keras.


"Akulah yang menyegelnya dan itu tidak memiliki tanda tanda untuk lepas."


"Benar, aku juga tidak meragukan kemampuanmu."


"Dalam perjalanan kemari aku juga bertemu dengan monster yang cukup unik, monster itu sedikit lebih kuat dari yang lain dan aku merasakan aura kekacauan darinya."


Setelah mendengar itu wanita itu menurunkan tehnya ke meja untuk pertama kalinya.


"Maksudmu orang itu bangkit kembali?"


Wanita itu bertanya dengan wajah yang serius.


"Aku tidak berfikir demikian, tapi yang pasti ini berhubungan."


"Kurasa kita juga harus bergerak."


Wanita itu menyimpulkan.


"Kamu benar, para manusia, seven arc angel, dan tanda kemunculan kedua orang itu, banyak yang harus kita pikirkan. Ngomong ngomong tadi aku bertemu dengan seorang manusia yang cukup aneh bisa kubilang."


"Dia bisa menggunakan penyatuan cahaya tapi disisi lain dia juga bisa menggunakan elemen kegelapan untuk memperkuat pedangnya, bukankah itu cukup aneh?"


"Kamu sudah bertemu dengannya? aku juga berfikir seperti itu dia adalah Ryu, dan.... aura orang itu datang darinya."


"Bagaimana mungkin manusia bisa memiliki kekuatan orang itu..... Bahkan orang sekelas 7 pangeran iblis saja langsung mati jika mencoba menanggung kekuatannya tapi seorang manusia bisa mengendalikannya?"


"Fufu~ karena itu ini sangat menarik."


.


.


.


Aku tiba di kediaman Lucifer pada malam harinya karena aku mampir di beberapa tempat.


Mayat wyvern itu dibawa ke keluarga Lucifer untuk diteliti.


Aku langsung menuju ke tempat party Gido dirawat.

__ADS_1


"Click"


Aku membuka pintu dan masuk.


"Kudengar kalian mencariku?"


"Aku mendengar dari ketua bahwa kau adalah adalah orang yang menyelamatkan kami, terima kasih."


"Tidak masalah."


Kami semua duduk.


"Namaku adalah Rex aku mewakili semua teman ku mengucapkan terima kasih."


"Sudah ku bilang tidak masalah, kalian semua adalah teman dari nona ku jadi aku merasa tidak enak jika mengabaikannya begitu saja."


"Tetap saja, jika ada yang kamu butuhkan tolong jangan ragu untuk meminta bantuan kami."


"Tentu, aku berencana menjadi petualang ketika lulus nanti jadi aku akan meminta bantuan kalian saat itu."


"Kalau begitu kenapa tidak bergabung dengan kami? jadi kamu tidak perlu memulai dari awal."


"Maafkan aku tapi aku berencana bepergian bersama teman ku jadi aku menolak."


"Begitu, yah karena kamu kuat pasti cukup mudah untuk naik ke rank Mythril."


Rex berbicara seperti teringat sesuatu.


"Sebaiknya kamu berhati hati karena belakangan ini monster seperti bermutasi dan lebih agresif."


"Keluarga Lucifer sedang meneliti mayat wyvern itu jadi mereka pasti bisa mendapatkan beberapa informasi yang berguna."


"Itu akan sangat membantu."


"Baiklah sebaiknya kalian semua beristirahat sekarang."


"Sekali lagi terima kasih."


Dengan itu aku meninggalkan ruangan.


Aku berjalan disebuah lorong dan berpapasan dengan pelayan.


Pelayan itu berhenti untuk membungkuk sebelum menjawab.


"Tuan putri sekarang sedang ada di perpustakaan untuk membaca buku."


"Terima kasih."


.


.


.


Aku pergi ke perpustakaan dan langsung naik ke lantai atas tempat kami sering membaca.


Disana aku melihat Lucy yang sedang duduk sambil membaca buku dengan sangat serius, didepannya ada setumpuk buku yang sepertinya menunggu untuk dibaca.


"Arrrgghh!! ini juga tidak ada!"


Dan dia langsung berteriak sambil menutup buku itu, dia mengambil buku lain dan langsung membacanya.


Aku menghampirinya.


"Kau terlihat sangat sibuk, apa yang kau baca?"


"Ini sangat menyebalkan kau tau!? aku bertanya kepada ayah tentang vampire tapi dia hanya menyuruhku ke perpustakaan jika ingin mengetahuinya, tapi di sini tidak ada satupun buku yang membahas tentang vampire!"


"Kenapa kau mau belajar tentang vampire?"


"Karena kamu adalah vampire, jadi aku merasa jika kita mengetahui lebih banyak tentang ras mu itu akan membantumu berkembang."


"Aku juga sedang bosan jadi mungkin aku akan membantu."


.

__ADS_1


.


.


Tidak ada... tidak ada sama sekali.


Kami sudah membaca selama beberapa jam tapi tidak ada petunjuk.


satu satunya catatan tentang Vampire adalah ketika perang melawan para dewa.


Apa yang terjadi sebelum dan sesudahnya tidak diketahui.


Seorang pelayan datang ke meja kami dan memberikan teh dan cemilan.


"Aku tadi tidak sengaja mendengar kalian, apa yang kalian cari? kurasa aku bisa membantu."


Pelayan itu berbicara sambil melihat lihat buku yang ada diatas meja.


"Ayah bilang kalau aku ingin tau tentang vampire aku harus pergi ke perpustakaan tapi itu tidak ada di sini."


"Ahh jadi yang mulia yang meminta mu datang kesini. Nona sedikit salah faham tentang itu, yang mulia meminta anda untuk pergi ke perpustakaan bukan membaca buku."


"Tapi bukannya di sini cuma ada buku?"


"Semua hal tentang vampire itu dilarang untuk dituliskan karena beliau sendiri tidak mau tertinggal dalam sejarah dan banyak hal lain."


"Jadi apa maksud ayah menyuruhku untuk pergi ke Perpustakaan.."


"Aku adalah penjaga Perpustakaan ini jadi aku tau semuanya bahkan yang tidak tertulis disini."


"Sepertinya kamu tau banyak, tolong ceritakan padaku semua tentang vampire."


"Aku tidak bisa memberitahukan semuanya tapi setidaknya aku akan menjawab pertanyaan anda tadi."


Pelayan itu duduk dan mulai meminum teh, aura yang berputar disekitarnya langsung berubah.


"Vampire, di dunia ini hanya ada satu orang yang cocok dengan kata itu atau mungkin sekarang bisa kubilang dua orang?"


Pelayan itu melihat kearah ku sambil tersenyum sebelum melanjutkan.


"Jika yang ingin kalian ketahui adalah tentang kekuatan ras vampire, seperti yang kalian duga ras vampire memiliki sihir yang disebut sihir darah tapi bahkan Ba'al pun tidak pernah menggunakan sihir itu."


"Karena baginya itu adalah sebuah kutukan yang membuatnya berbeda dari semua orang dan membuatnya sendirian, jadi dia menolak mengakuinya dan lebih memilih hidup sebagai iblis."


"Aku pernah mendengar bahwa vampire bisa mengubah orang lain menjadi vampire juga jika menghisap darahnya."


Aku hanya mengatakan berdasarkan pengetahuan ku sebelumnya.


"Ohh kamu tahu banyak, benar vampire bisa mengubah orang lain menjadi vampire juga, bahkan beberapa kali Ba'al mencoba mengubah orang lain menjadi vampir."


"Dulu salah satu dari 7 pangeran iblis menawarkan diri untuk menjadi vampire karena seperti yang kita tau kalau 7 pangeran iblis adalah puncak dari ras iblis tapi.... Orang itu langsung mati setelah Ba'al menghisap darahnya."


"Banyak percobaan dilakukan dimasa lalu seperti mencoba meminum setetes darah Ba'al, orang itu memang tidak mati tapi orang itu akan dikutuk, kutukannya pun berbeda-beda ada yang sihirnya tersegel secara permanen, ada yang menjadi gila, dan ada yang sampai berubah menjadi mahluk yang sangat aneh."


"Ini juga yang menjadi alasan kenapa seluruh catatan tentang vampire dihapus, karena jika ini tersebar pasti ada banyak orang yang mengincar makam Ba'al."


Aku melihat kesamping dan menemukan wajah Lucy menjadi pucat.


"Hei apa kau baik baik saja?"


"Ehh!? ah iya aku baik baik saja, tolong dilanjutkan."


"Sebenarnya ras vampire itu tidaklah sekuat itu tapi hanya saja Ba'al yang memang tidak normal, bahkan saat dia menyegel sihir darahnya dia masih menjadi salah satu mahkluk terkuat di dunia ini."


"Kalian mungkin sudah tau kalau 7 pangeran iblis punya ciri khas dan Ba'al juga punya ciri khas sendiri sendiri yaitu kegelapan menelan segalanya, kekuatan itu muncul karena kesendiriannya sejak dia lahir jadi dia selalu rakus dan berlebihan dalam segala hal, bahkan dimasa lalu dia pernah berniat menelan dunia untuk menghilangkan kesepiannya dengan cara menyatu dengan semua orang."


"Mungkin cukup sampai disini yang bisa ku bicarakan, kalian akan tau lebih banyak nanti. Dan saran terakhir ku sebaiknya kamu berlatih cara menggunakan sihir darah juga karena kekuatan itu akan sangat membantumu."


"Ku yakin kamu sudah tau siapa dirimu sebenarnya setelah mendengar ceritaku ini bukan?"


Dengan itu orang itu pergi dan auranya kembali normal seperti pelayan biasa.


Kami berdua terdiam.


"Bagaimana kalau kita kembali? aku sangat lelah."

__ADS_1


"Kamu benar aku juga."


Kami berdua kembali ke kamar masing masing dengan rasa lelah.


__ADS_2