
Kami berjalan keruang makan bersama dan seperti sebelumnya aku datang terlambat bahkan sangat lambat sekarang.
Semua orang sudah makan duluan, aku duduk dan Marie berdiri dibelakangku.
"Kalau kuingat dengan benar kamu belum sarapan benar kan?"
"Benar, kami pelayan biasanya akan sarapan saat subuh tapi kali ini tidak...... yah intinya seperti itu."
Marie terlihat berusaha keras saat berbicara.
"Kalau begitu mari kita makan bersama dan lagian ini salahku kamu jadi tidak punya waktu untuk istirahat."
"Tidak, itu adalah perkerjaanku."
Karena dia sangat keras kepala aku melihat kearah paus.
"Paus apa tidak masalah?"
Paus melihat kearahku kemudian berbalik untuk melihat Marie, itu membuat marie menundukkan kepalanya.
"Tentu tidak masalah, Marie silakan duduk."
"T–Terima kasih banyak."
Tanpa kusadari ternyata seluruh mata sekarang tertuju kepada ku tapi aku pura pura tidak melihatnya.
"Apakah anda akan ikut latihan hari ini?"
"Ya tentu saja, ada apa?"
Marie bertanya sambil makan.
"Umm tidak, hanya saja dengan kondisi anda saat ini membuatku cukup khawatir."
"Tenang saja aku tau aku ini lemah tapi kalau aku tidak latihan aku tidak akan bisa bertambah kuat."
"Waah wah wah! ada seorang istri yang khawatir kepada suaminya yang sangat lemah."
Daisuke mulai mengejek dan matanya dipenuhi dengan rasa jijik.
"Lihat?"
"Maaf."
.
.
.
"Seperti yang ku janjikan kemarin kita akan melakukan latih tanding hari ini, sekarang berbaris!"
Kami sekali lagi berkumpul dilapangan seperti kemarin,
"Kamu dan kamu, kamu dan kamu yang disana, ehh kamu yang kemarin itu.... kamu lawan dua orang disana, dan terakhir Kamu."
Yumei menunjuk kearah ku kemudian berbalik kearah lain.
"Lawan dia."
Aku mengikuti tatapannya dan itu langsung mengarah kepada Daisuke.
Aku terdiam, dia tau kalau aku adalah yang paling lemah dan Daisuke adalah yang paling kuat tapi kenapa aku dipasangkan dengannya!?
Kami berdua sekarang berhadapan.
Kami dilengkapi dengan sebuah pedang dan armor kulit.
"Hei! apa aturannya?"
Daisuke bertanya.
"Aturan? Hmmm dilarang membunuh, dilarang memberikan luka permanen seperti memotong bagian tubuh, itu bisa dipasang kembali tapi bukan berarti kalian tidak merasakan sakit dan aku takut kalian akan mengalami trauma sisanya lakukan sesukamu dan tunjukan semua kekuatanmu."
"Haha kalau begitu aku akan menahan diri."
Aku menyiapkan pedangku.
"Majulah."
Aku mencoba mengalirkan mana keseluruhan tubuhku untuk memperkuat kekuatan fisikku tapi tubuhku semakin sakit.
Rasanya seperti akan meledak kapan saja.
"Kuuk! haah haah."
Tanpa kusadari keringat sudah mulai membasahi pakaianku.
"Hahaha takut sampai berkeringat seperti itu!?"
"Tuan hiro sudah kubilang anda tidak perlu ikut latihan!"
Aku melihat kearah Marie tapi dia ditahan oleh Yumei.
"Biarkan itu meledak sekarang jangan menahannya! keluarkan atau itu akan merusak tubuhmu."
Bagaimana caranya!?
Aku hanya berteriak dalam hati.
"Cukup ayunkan pedangmu sambil mengalirkan semua mana ke dalamnya dan duar biarkan itu meledak!"
__ADS_1
Yumei terus berteriak memaksaku untuk menyerang.
"Aarrgghh!!"
.
.
.
Yumei menonton pertarungan dari sudut lapangan untuk mempermudahnya melihat semua pahlawan jadi dia harus berteriak jika ingin berbicara.
Kekuatan sihir yang berlebihan, Tubuhnya terlalu rapuh untuk menanggung sihir sebesar itu sekarang.
Hiro berteriak sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dan menciptakan sebuah ledakan mana yang sangat dahsyat sampai memaksa siswa lain untuk berhenti karena tekanannya.
Saat pedangnya berayun itu menciptakan sebuah ledakan dan debu beterbangan dimana-mana.
Dugaan ku benar, anak ini adalah pahlawannya.
Saat debu menghilang disana Daisuke sudah terbaring ditanah dan Hiro duduk sambil menancapkan pedangnya ditanah.
"Haah haah."
Marie yang dari tadi berdiri di belakang berlari kedalam lapangan.
"Tuan hiro anda baik baik saja!?"
"Yah rasanya sedikit lebih baik."
Aku sudah memutuskan latihan seperti apa yang cocok untuk pahlawan kita.
"Kamu istirahat dulu dan yang lain jangan berhenti tetap lanjutkan latihannya!"
Siswa yang tercengang dari tadi menemukan ketenangannya dan mulai melanjutkan latihan.
.
.
.
Aku duduk dipinggir lapangan bersama Marie.
Aku melihat status ku dan ternyata tidak ada perubahan.
"Bagaimana kondisi tubuh anda tuan Hiro?"
"Tidak perlu menggunakan kata tuan, Aku cukup baik sekarang."
"Dimengerti, Tapi aku terkejut karena ternyata kamu sangat kuat."
"Haha kuat yah aku tidak yakin."
"Kamu benar, sejak kecil aku selalu bermimpi untuk menjadi pahlawan dan itu terwujud sekarang jadi aku harus maju dan menjadi pahlawan yang sesungguhnya."
Saat kami berbicara Yumei datang.
"Bagaimana kondisi tubuhmu?"
"Berkatmu aku sudah merasa cukup baik."
"Bagus, berdiri aku akan menjadi lawanmu."
"Permisi?"
Sebelum aku siap Yumei langsung mengayunkan pedang kayunya kearah ku, aku menahannya tapi itu membuatku terlempar beberapa meter kebelakang.
"Aku akan menjadi lawan latihanmu kali ini."
Aku mengangkat pedangku dan menyerang Yumei tapi aku tersandung karena menabrak batu yang ditendang Yumei.
"Caramu berlari terlalu kaku dan tidak seimbang."
Aku berdiri dan mengayunkan pedangku.
"Caramu mengayunkan pedang sangat tidak stabil, tumpuanmu salah, posisi kakimu juga harusnya tidak seperti itu dan kamu terlalu membatasi diri, biarkan pedang mengendalikan tubuhmu dan itu akan memperkuat ayunan pedangmu."
Aku terus menyerang tapi Yumei terus memukuli ku dan memberikan koreksi.
"Sial!"
"Jangan sampai kehilangan ketenanganmu saat bertarung, Sudah kubilang kalau caramu mengayunkan pedang itu salah dan apa apaan gaya tidak berguna itu!? kau belajar darimana? pasti gurumu sangat buruk!"
Dia benar aku hanya punya pengalaman berdasarkan anime yang kulihat dan mempraktikkannya.
"Cukup sampai disini dan kamu jangan sembuhkan dia."
Dia menatap kearah Marie yang ingin berjalan kearahku.
"Semuanya berkumpul!"
Aku sudah babak belur sekarang dan banyak memar di seluruh tubuhku belum lagi goresan yang dibuatnya.
"Setelah melihat ini aku merasa kalau kalian semua tidak memiliki kemampuan apapun dan hanya punya kekuatan yang besar, itu akan membuat kalian terbunuh dika bertarung dengan iblis tingkat tinggi. Jadi aku memutuskan! mulai besok dan selama sebulan kedepan kita akan fokus untuk melatih teknik kalian."
Semua orang langsung melihat kearahku dan mulai merinding.
"Semuanya boleh bubar! kalian boleh berjalan jalan dikota atau tinggal disini terserah kalian tapi jangan lupa bawa setidaknya satu pelayan bersama kalian agar tidak tersesat."
.
__ADS_1
.
.
Semua temanku mulai pergi untuk berkeliling saat aku berniat kembali ke kamar Yumei menahanku.
"Namamu Hiro kan? mulai besok dipagi hari kamu harus latih tanding denganku."
"Benar, maksudnya latih tanding yang seperti tadi?"
Aku hanya bertanya untuk berjaga jaga.
"Tidak, aku ingin kamu mengeluarkan mana yang mengamuk didalam tubuhmu. Itu masih sangat tidak stabil karena kamu belum bisa mengendalikannya jadi untuk sekarang lebih baik menjaganya agar tidak meluap, yah menurut perkiraanku kita harus melakukannya secara selama sebulan penuh."
"Begitu, Terima kasih karena sudah membantuku tadi."
"Haha jangan dipikirkan, baiklah kalau begitu sampai jumpa."
"Sampai jumpa."
.
.
.
Aku sangat lelah jadi ingin mandi kemudian tidur sekarang.
Aku kembali ke kamar dan langsung mandi, saat setelah mengganti pakaian Maire masuk.
"Ada apa?"
"Apa kamu ingin berjalan jalan dikota?"
"Sepertinya itu ide yang bagus."
Aku merubah rencana ku karena Marie akan sangat bosan jika terus terusan menjagaku dikamar.
"Wah aku akan menunjukan jalannya!"
.
.
.
Sejak sampai kedunia ini aku selalu tinggal digereja karena aku selalu merasa pusing tapi sekarang sudah baikan jadi ada baiknya aku pergi keluar sebentar.
Saat ini kami berjalan jalan di distrik perdagangan dengan Marie sebagai pemandu.
Aku sangat terkejut setelah melihat semua ini karena ada banyak makanan dan benda yang terlihat mirip dengan yang ada di dunia ku.
Saat ini aku sedang makan disebuah restoran ramen di tempat yang direkomendasikan Marie.
"Ini sangat hebat begitu banyak makanan yang terlihat sama dengan yang ada di duniaku."
"Itu karena pemanggilan pahlawan sudah dilakukan selama lebih dari 10.000 tahun jadinya sudah banyak pahlawan yang dipanggil kedunia ini dan terkadang mereka akan menerapkan pengetahuan mereka dan jadilah seperti sekarang, Salah satu kesatria suci juga berasal dari dunia lain."
"Maksudmu Yumei adalah pahlawan sepertiku?"
"Tidak bukan seperti itu, yang ku bicarakan adalah leluhurnya. karena itu keluarga evenlope selalu menjadi instruktur pahlawan karena mereka juga memiliki latar belakang yang sama dan membuat mereka lebih mudah saling memahami dan itu akan membuat pahlawan merasa nyaman untuk tinggal didunia ini."
"Hehh seperti banyak hal yang sudah terjadi dimasa lalu, tapi kenapa raja iblis belum dikalahkan?"
"Karena raja iblis tidak pernah ikut berperang dan hanya mengirim pasukannya dalam perang suci."
"Dan kalaupun raja iblis dikalahkan mereka akan memiliki penerus yang akan menggantikan mereka dimasa depan."
"Jadi jika kita ingin membunuh raja iblis secara penuh pertama kita harus membunuh penerusnya kemudian membunuh raja iblis yang asli agar tidak ada yang mewarisi kekuatannya yah."
"Kira kira seperti itu, tapi bukannya mudah karena Raja iblis adalah monster yang lebih kuat dari kesatria suci apalagi sekarang ada rumor kalau kaisar iblis sudah bangkit."
"Jika raja iblis saja sudah sekuat itu bagaimana dengan kaisar iblis?"
"Ini hanya mitos tapi menurut cerita lama, dimasa lalu kaisar iblis pernah menghancurkan umat manusia dan iblis seorang diri tapi berhasil dihentikan oleh kaisar pertama."
"Mereka terdengar sangat kuat."
"Yah bahkan berdasarkan cerita kedua orang ini sangat kuat sampai bisa menghancurkan dunia, karena itu mereka tertidur dalam tidur abadi selama 10.000 tahun saat perang besar berakhir, Karena kaisar pertama benar benar ada jadi kemungkinan kaisar iblis juga ada."
"Aku merasakan kepercayaan diriku hancur sekarang."
"Tidak perlu dipikirkan, yang akan mengalahkan raja iblis adalah 7 kesatria suci dan katanya jika kaisar iblis bangkit maka kaisar pertama juga akan terbangun untuk menghentikannya."
"Ntah kenapa aku merasa kalau semua ini sudah diatur sebelumnya."
"Mungkin tapi siapa peduli, daripada itu bagaimana kalau kita lanjut berjalan jalan?"
"Kamu benar."
Kami berjalan jalan di ibukota dan ada banyak sekali hal yang bisa dilihat.
Terutama patung raksasa kaisar pertama yang dibuat di pusat ibukota.
Itu benar benar dibuat sangat detail sampai sampai itu terasa sangat hidup.
Dia adalah wanita yang sangat cantik dan terlihat sangat anggun layaknya seorang putri.
Kami juga pergi ke perpustakaan untuk membaca beberapa buku yang kiranya akan membantu ku.
Kami pulang ke gereja dimalam hari.
__ADS_1
Malamnya suhu tubuh hiro tetap naik tapi tidak separah sebelumnya dan Marie berakhir tidur dikamar Hiro karena terlalu khawatir.