
Aku perlahan-lahan membuka mata dan menemukan diriku tertidur di paha ibu yang sedang duduk di sofa di ruang keluarga kami.
Aku melihat keatas dan menemukan wajah ibuku?
Dia terlihat berbeda sejak terakhir kita bertemu sekarang dia memiliki mata yang merah, taring yang tajam dan sepasang tanduk di kepalanya.
"Mungkin kamu sudah curiga sejak kecil dan ibu yakin kecurigaan mu lebih jelas ketika kamu terpanggil ke dunia lain dan bertemu dengan gadis itu. dan yah beginilah wujud asli ibumu."
Kami berdua saling memandang untuk beberapa waktu.
"Hmm? kamu tidak takut?"
"Bagaimana bisa aku takut dengan ibuku sendiri, dan kalau ibuku adalah iblis artinya aku juga iblis."
"Fufu~ tapi ayahmu tetaplah manusia ingat?"
"Aku pergi ke dunia lain dengan harapan kamu bisa hidup normal sebagai manusia di sana tapi sepertinya takdir berkata lain"
Ibu bercerita dengan wajah masam.
"Bagaimana kehidupan putra ku yang sekarang, apa kamu menikmatinya?"
"Sejujurnya saat aku membunuh bandit itu aku sangat takut, bagaimana jika suatu saat nanti aku akan menjadi monster."
"Saat menggunakan pedang kegelapan aku merasakan kesenangan saat memenggal kepala para pandit."
"Itu karena caramu menggunakan kekuatan ibu salah, jika kamu adalah iblis seutuhnya mungkin kamu bisa menggunakannya dengan cara seperti itu."
"Tapi selama tubuhmu masih manusia kekuatan itu akan langsung mendominasi tubuhmu dan hal seperti itu akan terjadi."
"Jadi bagaimana caranya agar aku bisa menggunakan kekuatan itu tanpa kehilangan kontrol lagi?"
"Baiklah bangun dulu, ibu akan membantumu sedikit."
Aku bangun, saat itu ibu menjentikkan jarinya dan seketika seluruh ruangan berubah menjadi padang rumput yang luas.
Ini terasa sangat nyata, sensasi kaki yang menginjak rumput, angin sepoi sepoi yang membuat dedaunan beterbangan.
"Kamu membutuhkan lingkungan yang baik agar latihan mu berjalan lancar"
"Ini"
Ibu melemparkan pedang kepadaku, itu adalah pedang yang diberikan lucy padaku.
"Dalam penggunaan mana ada 2 jenis penggunaan, ada yang menggunakannya dengan ledakan kekuatan yang besar dan ada yang menggunakannya untuk penyatuan dengan mana."
"Sebaiknya ibu contohkan langsung, sudah lama ibu mau pamer soal ini."
Ibu memegang pedang sambil meniru gaya kendo.
"Perhatikan baik baik, setelah melihat ini mungkin kamu akan lebih percaya diri."
Ibu mengangkat pedangnya dan setelah itu mana elemen kegelapan perlahan-lahan merayap keluar dan mulai menyelimuti pedang, setelah itu.
*BOOMMM!!"
Sebuah ledakan kegelapan keluar dari pedang dan melambung ke atas langit, angin yang awalnya tenang sekarang bergerak dengan arah yang acak seperti sedang panik, rumput yang tadinya hijau langsung mati seketika.
ibu mengayunkan pedangnya ke bawah secara vertikal seperti yang dilakukan pemain kendo pada umumnya.
"Duar!!"
Mana kegelapan meledak kemana mana sampai aku kesulitan untuk membuka mata.
Saat badai mereda dihadapan ibu muncul sebuah potongan berbentuk V sejauh mata memandang, dan di bagian tengahnya sangat dalam sampai aku merasa bumi ini sendiri akan terbelah dua.
"Crack! crack! crush!!"
Suara kaca pecah.
Dunia ini hancur berkeping-keping.
Aku melihat kearah orang yang melakukannya dengan tatapan yang baru.
"Lihat? ini contoh sederhana, setiap afinitas memiliki efek yang berbeda tergantung pada penguasaan dan jumlah mana setiap orang. misalnya dragon lord ES yang kamu lawan kemarin dia bisa menciptakan badai salju yang sangat dahsyat."
"Hmm? click"
ibu menjentikkan jari kemudian dunia kembali seperti semula
"Fufu~ibu biasanya akan menggunakan kegelapan untuk menciptakan sebuah pedang kegelapan setinggi 100 meter dengan lebar 25 meter untuk menyapu musuh, atau menutupi tanah dengan kegelapan yang akan membunuh semua yang menyentuhnya. kamu bisa menggunakannya sebagai referensi di masa depan."
"Selanjutnya ibu akan menunjukkan bagaimana cara kerja penyatuan."
"Jika cara pertama adalah untuk meningkatkan kekuatan serangan maka cara kedua adalah untuk meningkatkan kekuatan fisik hingga melampaui batas normal."
Selama ini aku hanya diam dan menonton dengan tenang.
"Hal ini cukup sulit untuk dilakukan karena membutuhkan kontrol mana yang sangat baik tapi ibu yakin putraku pasti bisa melakukannya."
__ADS_1
Sekarang ibu hanya berdiri diam sambil menutup matanya, perlahan lahan kegelapan mulai merayap lagi tapi bukan menuju pedang melainkan mulai menutupi tubuh ibu sendiri sampai seluruh tubuhnya menjadi hitam.
Setelah beberapa saat bentuk kegelapan itu mulai berubah.
Kemudian kegelapan itu terserap kedalam tubuh ibu dan membentuk sebuah tato hitam di tubuhnya.
Yang ada di depan ku sekarang adalah ibu dengan tubuh yang benar benar berbeda, tanduk hitam besar, mata yang lebih tajam, armor hitam yang menutupi tubuhnya, dan muncul sepasang sayap kelelawar hitam dibelakangnya. aura kegelapan mengelilingi tubuhnya seperti dia menjadi kegelapan itu sendiri.
"Rasanya kurang kalau hanya seperti ini."
"Click" seketika Dragon Lord Gizel muncul dengan pakaian maid?
"Giz-chan aku ingin pamer ke putraku jadi tolong serang aku dengan kekuatan penuhmu."
"Huhh... anda yang memintanya"
"Ryu sebaiknya kamu sedikit menjauh mungkin 100 meter sudah cukup."
aku menjauh tanpa sepatah katapun karena aku tau seberapa kuat Gizel saat aku melawannya.
setelah itu Gizel berubah menjadi wujud naga raksasa dimana ibuku hanya seukuran satu jarinya.
Gizel menarik nafas sangat lama kemudian melancarkan serangan nafas yang sangat kuat sampai membekukan semua yang ada dihadapannya.
Ibu bahkan tidak bergerak sedikitpun dan masih dengan senyum yang biasanya saat nafas itu menabrak tubuhnya.
Nafas itu terus maju sambil membekukan semuanya tidak terkecuali hingga akhirnya berhenti.
"Fufu~ lihat? bahkan serangan terkuat Dragon Lord tidak bisa menggores kulit ku"
"Tolong jangan ajarkan sesuatu yang salah kepada putra anda, anda tidak tergores bukan karena penyatuan melainkan anda yang terlalu kuat."
"Fufu~ jangan begitu, jika aku tidak menggunakan penyatuan kamu pasti bisa membuatku merasakan dingin dan mungkin bisa membekukan sehelai rambutku."
"Huhh, terserah"
Ibu melihat ku dan melambai.
"Bagaimana? apa kamu sudah mengerti bagaimana cara melakukannya?"
"Mengerti apanya, dari tadi ibu hanya mengoceh kemudian memberikan contoh yang tidak cocok untuk pemula seperti ku."
"Ehh? haha maaf ibu sedikit berlebihan, tapi karena kamu putraku dan orang itu aku yakin kamu pasti bisa melakukannya."
"Nona, bisakah anda mengizinkan saya untuk melatih Ryu?"
"Ohh itu akan sangat membantu" aku langsung setuju, meksipun hanya sebentar tapi Gizel melatih ku dengan sangat baik dan penjelasannya mudah dipahami.
Bergumam "putraku membuang ku, aku ibu yang buruk, hiks seharusnya aku tidak pernah lahir di dunia ini."
Aku pura pura tidak mendengarnya.
"Maafkan aku nona, tapi anda tidak memiliki bakat untuk mengajar seorang murid."
Dan dengan serangan akhir itu ibuku tumbang untuk pertama kalinya.
.
.
.
Disisi lain
"Aku pulang"
Seorang pria paruh baya biasa yang baru saja kembali dari kantor.
Biasanya dia akan di sambut oleh istri yang cantik dan mengatakan "selamat datang sayang" dan sebagainya tapi hari ini rumah sangat sepi.
Pria itu naik ke lantai dua dan berniat ke kamar untuk mengganti pakaiannya.
"Uwea!! Ryu membuangku! aku ibu yang buruk!"
Pria itu masuk ke kamar dan menemukan wanita yang merupakan istrinya sedang menangis sambil memeluk guling yang bergambar putranya dan berguling kesana kemari.
Pria itu merinding bahkan dia bisa merasakan keringat di belakang lehernya.
Aku haru kabur
Itulah yang pertama terlintas di benak pria tersebut.
Perlahan lahan menutup pintu sehingga tidak menimbulkan suara.
Tepat sebelum pintu itu tertutup tubuh pria itu tertarik ke depan secara paksa karena ada seseorang yang menarik pintu di sisi lain.
Pria itu tersandung dan saat sadar seorang wanita sudah memeluknya sambil membenamkan wajahnya di dada pria itu.
"Hiks hiks, sayang Ryu sudah membuang ku, padahal dia putraku tapi lebih memilih berlatih dengan Gizel sialan itu."
__ADS_1
Pria itu tidak tau harus berkata apa untuk menenangkan istrinya itu jadi dia hanya mengelus kepalanya sampai dia tenang.
"Mayumi, Ryu sudah dewasa sekarang bukankah ini saatnya kita membiarkannya hidup mandiri? dan bukan berarti Ryu akan meninggalkan mu."
"Tidak bisakah kita pergi kedunia itu sekarang?"
"Tentu bisa, hanya saja jika kita muncul di dunia itu sekarang dunia akan kacau."
"Kalau begitu apa yang harus kulakukan?"
"Kamu sudah meninggalkan kesadaran mu di sana dan bukankah itu sudah cukup? kamu bisa memanggilnya ketika kamu merindukannya."
"Itu tidak cukup!!"
"Huhh baiklah baiklah, kita akan kesana jika saatnya sudah tepat."
"Janji?"
"Aku janji"
Nak, ayah tidak peduli apa yang kamu lakukan di sana tapi tolong jangan buat ibumu menangis seperti ini, mungkin saat ini ayah masih bisa menahannya tapi jika terjadi lagi di masa depan aku yakin dia akan kabur dan kedunia itu sendirian.
Ayah harap kamu bisa lebih menyayangi ibumu karena di dunia ini tidak ada yang lebih tau rasanya kesepian tanpa kasih sayang orang tua atau keluarga.
.
.
.
Aku melanjutkan latihan ku dengan Gizel, untuk sekarang dia fokus mengajari ku teknik penyatuan karena menurutnya aku aku tidak membutuhkan teknik serangan pemusnah massal, aku cukup menyerahkan tugas itu kepada penyihir yang ada di party ku.
Pertama aku diajari cara untuk mengalirkan mana berelemen cahaya kedalam pembuluh darahku dan berusaha mempertahankannya selama mungkin, ini bertujuan agar tubuhku tidak di ambil alih oleh kegelapan saat aku menggunakan penyatuan.
Normalnya penyatuan adalah membuat armor dari mana dan hanya melapisi bagian luar tubuh. dan yang mengejutkan yang tunjukan ibuku barusan bukanlah penyatuan biasa melainkan transformasi menjadi mana itu sendiri.
Selanjutnya aku di ajari cara untuk membuat mana berelemen kegelapan menutupi bagian luar tubuhku dalam bentuk armor.
Melapisi tubuhku dengan mana elemen kegelapan cukup mudah yang membuatnya sulit adalah aku harus berkonsentrasi penuh hanya untuk mengubah bentuknya menjadi armor.
Aku tinggal di domain ibu selama kurang lebih 3 bulan, aku sudah bisa mengalirkan mana elemen cahaya kedalam pembuluh daraku 24 jam nonstop setelah 1 bulan.
1 minggu setelahnya aku sudah mampu membungkus tubuhku dengan mana elemen kegelapan.
Sisanya aku habiskan untuk mencoba mengubah bentuknya menjadi sebuah full armor.
Selama ini bukan berarti yang aku lakukan hanya latihan tapi kami menghabiskan cukup banyak waktu untuk bersantai karena ibuku suka mengubah bentuk domain.
Dia akan mengubah domainnya menjadi sesuatu yang berbahaya jika sedang dalam mood yang buruk seperti gunung berapi, lautan dll.
Dan saat itu terjadi aku harus menghiburnya dengan berbicara atau makan bersama.
Dia juga menetapkan siksus siang-malam untuk lebih mudah menetapkan waktu latihan dan waktu istirahat.
Sejujurnya waktu istirahat tidak berlaku bagiku karena saat malam ibu selalu menyeretku untuk tidur dengannya, dia bahkan menyegel pintunya agar tidak ada yang bisa masuk atau keluar ruangan.
Dan dengan begitu waktu latihan ku berakhir dengan hasil yang luar biasa, aku tidak sabar untuk memprovokasi Lucy untuk mencoba kekuatan baru ini.
"Ryu, saran dariku di luar sana kamu harus terus mengembangkan teknik ini dan memperpanjang durasi penyatuannya hingga di tahap kamu bisa menggunakannya 24 jam nonstop. setidaknya itu adalah tahap awal untuk mengaktifkan transformasi."
"Aku akan mengingatnya, dan aku juga akan belajar ilmu pedang dari Lucy."
Selanjutnya ibu datang dan memeluk ku
"hiks ibu tau kamu pasti akan sangat kesepian di luar sana tapi tenang saja ibu akan mengawasi mu dari sini"
Astaga, kamu mengatakan hal seperti itu sambil
menangis?
"Baiklah baiklah, aku mengunjungi ibu saat aku merindukan mu."
Aku memasuki portal untuk kembali ke dunia nyata.
pov Mayumi
"Aku yakin mereka tidak akan tinggal diam setelah anda menunjukkan kekuatan seperti itu, meskipun anda mengeluarkannya di dalam domain tapi pasti auranya akan bocor kedunia luar."
"Aku tau itu, sejak awal aku tidak berniat untuk bersembunyi. anak itu, dia ditakdirkan untuk menjadi pusat perhatian dunia sejak terlahir sebagai putraku."
"Semakin lama dia hidup dia akan menguasai kemampuanku dan bahkan dia memiliki potensi untuk melampaui ku di masa depan, setidaknya untuk sekarang aku ingin dia menjalani kehidupan yang normal."
"Menurutmu apa yang akan terjadi jika monster yang sudah lama hilang tiba tiba muncul kembali?"
"Pasti mereka akan menjadi sangat waspada."
"Benar, mereka akan terlalu fokus kepada monster itu dan tidak akan peduli pada hal lain."
"Jika kejadian 10.000 tahun yang lalu terulang lagi, kali ini anda pasti akan mati."
__ADS_1
"Fufu~ kamu benar, tapi itu tidak masalah selama aku bisa menciptakan dunia dimana anak itu bisa hidup bahagia."
"Begitu."