
Aku dan teman temanku mengikuti rubah itu ke suatu tempat.
Itu cukup jauh dari lokasi pertempuran kami.
Kami tiba disebuah tempat yang sangat indah, disana ada sebuah danau besar dengan air yang sangat jernih sampai ikan yang ada di dalamnya terlihat sangat jelas.
Pohon yang ada dipinggiran sangat besar membentuk sebuah pagar alami sehingga jika kita tidak masuk kesini kita bahkan tidak akan berfikir kalau tempat ini ada.
Aku benar benar terpukau dengan keindahan tempat ini, rasanya sangat alami dan menenangkan.
"Cit"
"Hehe kamu juga berfikir begitu?"
"Selamat datang di rumahku Auf Erden."
Aku tersadar setelah mendengar suara wanita karena setauku hanya aku manusia di sini.
Aku melihat kearah rubah berekor sembilan itu.
"Akan sangat aneh berbicara dengan wujud ini."
Rubah itu dipenuhi Cahaya dan perlahan-lahan mulai berubah bentuk menjadi sosok lain.
Yang berdiri di depanku saat ini adalah seorang wanita dewasa dengan rambut orange yang sangat cantik dan anggun.
Semua orang yang melihatnya akan langsung jatuh cinta tanpa memandang umur dan jenis kelamin.
Ditambah sepasang telinga rubah diatas kepalanya dan 9 ekor besar yang berayun dibelakangnya menambah kesan penguasa yang agung.
Aku tidak bisa mengalihkan tatapan ku darinya tapi itu hanya sesaat karena setelahnya beberapa makhluk lain mulai berubah bentuk.
dimulai dari elang, serigala, kemudian singa.
Mereka semua berubah bentuk menjadi sosok manusia.
Elang adalah sosok wanita dewasa dengan rambut merah dengan gaun merah terbakar menyelimuti tubuhnya, dia terlihat sangat anggun dan seksi.
Di sisi lain serigala berubah menjadi sosok pria tampan dengan tatapan tajam, rambutnya yang berwarna hitam dan kuning membuatnya terlihat sangat menyeramkan.
Sedangkan singa berubah menjadi sosok om om dengan tubuh kekar dan dipenuhi dengan otot, rambut kuningnya sangat panjang sampai ke punggungnya, dia juga terlihat menyeramkan.
Dan ternyata disampingnya ada seorang anak perempuan kecil dengan rambut hijau halus, dia sangat lucu jika bisa kubilang.
Terakhir aku melihat kearah sahabat baikku yang masih terbaring dibahuku.
"Cit."
"Ehehe aku pikir kamu juga bisa melakukannya."
"Cit cit."
"Eh? kamu tidak bisa? begitu jadi hanya beberapa monster yang bisa melakukannya."
"Cit."
"Hehe aku akan mati terkejut jika kalian semua bisa melakukan itu."
Aku kembali melihat kelima sosok yang berdiri di hadapan ku.
"""Kami menghadap sang ratu!"""
"Eh?"
Semua monster langsung berteriak dengan sangat kencang sampai membuat telinga ku sangat sakit.
Aku tidak mengerti apa yang terjadi disini semuanya terjadi secara tiba tiba.
Semua monster langsung berpesta tanpa mendengarkan ku.
Mereka semua meneriakkan kata seperti "Hidup sang ratu" dan sebagainya.
"Tunggu!! apa yang terjadi disini!?"
Mereka semua langsung dia ketika aku berbicara.
"Seseorang tolong jelaskan apa yang terjadi disini? aku tidak mengerti."
Wanita rubah itu maju selangkah dan kembali berlutut.
"Aku akan menjelaskannya, setelah berdiskusi cukup panjang kami semua sepakat bahwa anda akan menjadi penguasa baru hutan agung Schwänziger."
"Aku tidak tau apa apa tentang itu! dan penguasa baru? bukankah kamu adalah penguasa hutan ini?"
"Kami adalah penjaga hutan bukan penguasa, dan kami membutuhkan sosok penguasa yang akan menyatukan kami semua seperti ramalan yang dikatakan oleh penguasa kami sebelumnya."
"Ermm aku tidak mengerti."
"Simpelnya anda akan menjadi ratu kami mulai sekarang dan akan menjadi penguasa hutan agung Schwänziger."
"Tapi aku tidak punya pengalaman menjadi bangsawan apalagi ratu!"
Aku benar benar menolaknya karena aku hanyalah anak desa biasa yang bahkan tidak bisa menggunakan sihir tingkat lanjut jadi bagaimana mungkin aku bisa memimpin makhluk kuat ini.
"Anda tidak perlu khawatir karena monster tidak memiliki sistem politik seperti manusia."
"Jadi apa yang harus kulakukan sebagai ratu?"
"Anda hanya perlu menjadi simbol persatuan kami dan kalau bisa kami ingin anda tinggal disini, tenang saja kami tidak akan membatasi anda jika anda ingin keluar hutan."
"Umm tapi aku harus kembali ke wilayah manusia dan mencari kakak."
"Hmm ini mungkin kurang sopan tapi anda pasti cukup khawatir dengan kekuatan anda tapi dari yang kutahu setiap ratu/raja monster selalu tidak memiliki kekuatan yang besar tapi sebagai gantinya mereka akan memiliki kemampuan untuk memerintah monster sebagai pasukan."
"Apa maksudnya?"
__ADS_1
"Artinya kami akan menjadi bawahan anda, jika anda memerintahkan kami untuk menghancurkan sebuah kota maka kami akan melakukannya."
"Hehe ternyata seperti itu, kalau begitu aku menolaknya."
"Eh?"
"Eh?"
"Eeehhh!!?"
"T-tapi kenapa anda menolak? bukankah ini tawaran yang bagus dan sangat menguntungkan anda?"
"Bukankah sangat aneh jika orang asing tiba tiba menjadi seorang penguasa? bagaimana jika aku adalah penjahat yang akan memaksa kalian untuk bertarung demi keuntungan pribadi?"
"Kami yakin anda bukanlah orang yang seperti itu dan orang yang memiliki kegelapan di dalam hatinya tidak mungkin bisa memasuki tempat ini."
"Aku tetap menolak, jadi bagaimana kalau kita hidup sebagai teman dan keluarga? bukankah itu lebih baik?"
"Hmm itu belum pernah terjadi sebelumnya jadi cukup sulit, bagaimana menurut kalian?"
"Hmm bukankah itu bagus?"
"Kupikir itu bukan ide yang buruk."
"Aku setuju."
"Hahh baiklah ayo kita lakukan itu."
"Roaar!!" "Auuungg!!"
Seluruh hutan bergema sekali lagi.
Dan begitulah kehidupanku dengan para monster dimulai.
.
.
.
Setelah Carl selesai bercerita aku hanya bisa terdiam.
Itu sangat jauh dari ekspektasi ku, aku membayangkan dia menjalani kehidupan yang berat tapi syukurlah dia menjalani kehidupan yang cukup menyenangkan.
"Intinya aku senang kamu baik baik saja dan tidak banyak berubah."
Setelah aku mengatakan itu wajah Carl langsung berubah menjadi wajah orang yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar atau apapun itu.
"Aku tidak berubah?"
"Hmm jika ada yang berubah hanya penampilan mu?"
"Waaahh bagaimana pendapat kakak tentang itu?"
"Ermm menurut ku kamu semakin cantik."
Aku sedikit menyesal mengatakan itu karena sekarang dia sudah berlarian didalam tenda sambil berteriak.
Jujur dia memang sangat cantik tapi perilakunya tidak sesuai dengan itu.
"Cit!"
"Yaaa! latihan ku selama ini tidak sia sia."
"Cit cit!"
"Kamu benar! aku tidak boleh berhenti disini, aku harus berlatih lebih keras mulai sekarang."
Sekali lagi aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan dan dia berbicara dengan siapa.
"Ohh aku lupa memperkenalkan kalian, kakak perkenalkan dia adalah sahabat terbaikku Shin!"
Seperti muncul dari ketiadaan seekor tikus putih muncul di pundaknya.
Aku tidak merasakan pergerakan apapun atau keberadaan apapun sebelumnya tapi sekarang keberadaannya sangat jelas seperti sudah ada disana sejak lama.
"Shin perkenalkan orang yang tampan ini adalah kakak Ryu sedangkan disampingnya adalah...."
"Panggil aku Zephyr seperti yang lainnya atau apapun itu terserah."
"Nah itu dia."
"Cit!"
"Hehe dia bilang senang berkenalan dengan kalian."
"Perkenalkan aku adalah Ryu, aku mengucapkan terimakasih karena sudah menyelamatkan Carl dan tolong terus jaga dia mulai sekarang dan seterusnya."
"Seperti yang kubilang aku adalah Zephyr itu saja."
"Cit!"
"Dia bilang mohon kerja samanya."
Bisik bisik.
"Ini perasaan ku saja atau tikus ini cukup menyeramkan?"
"Aku merasakan hal yang lebih, sekarang insting ku bahkan menyuruhku untuk menjauh darinya."
Kami berdua berbisik karena sejak tikus ini muncul seluruh ruangan rasanya dipenuhi dengan aura menindas.
Tidak mau kalah aku juga mengeluarkan niat membunuh milikku dan ternyata Zep juga melakukan hal yang sama.
Kami memang diam tapi siapapun yang bisa merasakan niat membunuh pasti akan merasa pusing atau bahkan pingsan sekarang karena tingkat intensitasnya.
__ADS_1
"Hmm? kenapa suasananya menjadi tegang seperti ini?"
Dan seperti itulah, dia bahkan tidak bisa merasakan niat membunuh seseorang apalagi hanya niat jahat karena itu aku sangat menghawatirkannya.
Setelahnya Shin menghilangkan niat membunuh miliknya dan kami melakukan hal yang sama.
"Sepertinya kita akhiri sampai disini untuk sekarang dan kita akan melanjutkan pembicaraannya besok."
Aku menutup pembicaraan karena kita baru saja melalui pertarungan yang cukup melelahkan dan akan lebih baik melanjutkannya dihari esok.
Kami semua kembali ke kamar masing masing dan tidur.
Aku mengeluarkan telur naga dan mulai menyuntikkan mana kedalamnya.
"Maaf aku baru bisa melakukannya sekarang karena aku tidak mungkin melakukannya di depan Carl."
Aku memiringkan kepalaku karena sekali lagi telur ini sedikit berubah.
"Hm? kau terlihat sangat keren sekarang dengan garis merah itu."
Setelah merasa cukup aku menyimpannya kemudian tidur.
.
.
.
Disebuah ruang singgasana raksasa.
Disana terlihat sosok ratu yang anggun sedang duduk diatas takhta dan seseorang berlutut di hadapannya.
"Saya sangat menyesal karena kegagalan ini, sejujurnya ini sedikit diluar perkiraan karena harusnya Leviathan membawa semua ksatrianya tapi saya tidak menduga kalau salah satunya tetap tinggal, dan bala bantuan dari hutan agung juga diluar perkiraan karena sejak serangan kita terakhir kali bukannya membuat mereka hancur itu malah membuat mereka bekerja sama sebagai aliansi."
"Gulp"
Orang itu menelan ludah karena gugup.
"Kenapa? hanya itu yang ingin kau laporkan?"
Mendengar suara ratu membuat orang itu merinding dan buru buru melanjutkan.
"A-aku juga sangat meremehkan kedua anak itu, anak dengan rambut ungu itu cukup kuat dan akan menjadi penghalang dimasa depan tapi itu tidak penting jika dibandingkan dengan anak berambut putih yang anda panggil sebelumnya karena saya curiga dia punya hubungan dengan salah satu dari 7 god slayer yaitu Evelina, kekuatan mereka sangat mirip meskipun dalam hal kekuatan anak ini masih terlalu lemah jika dibandingkan, itu saja yang bisa saya laporkan."
"Orang itu kau bilang!?"
"Hiik, kumohon tenanglah yang mulia!"
"Hahh kau benar, bagaimana bisa aku memanggil orang yang memiliki hubungan dengan ****** itu padahal aku sangat yakin kalau saat itu dia hanyalah anak yatim piatu biasa."
Ratu itu kembali tenang dan bersandar dikursinya.
"Jadi bagaimana dengan rencana keseluruhannya?"
"Semuanya masih dalam rencana dan jika terus seperti ini kita akan berhasil menguasai dunia itu tanpa banyak korban seperti sebelumnya."
"Ubah rencana, Aku tidak peduli lagi sekarang aku hanya ingin menghancurkan dunia tempat ****** itu tinggal sampai sehancur hancurnya dan memperlihatkan kepadanya apa yang terjadi jika berani melawanku."
"Fufu persetan dengan ambisi, sekarang aku hanya ingin membalaskan perbuatan Orang itu ratusan kali lipat, aku akan menyiksa semua orang yang berhubungan dengannya sampai membuat dia bersujud dihadapan ku sambil memohon."
Semua orang yang ada disana merinding mendengar itu karena mereka sudah kehilangan sangat banyak kekuatan sejak perang terakhir kali jadi mereka terpaksa melakukannya secara diam diam sambil mengumpulkan kekuatan.
Mereka punya ambisi untuk menguasai seluruh dunia tapi mereka salah memperkirakan kekuatan musuh dan berakhir dengan kekalahan yang menyedihkan karena itu mereka semua sangat berhati hati untuk menguasai satu planet itu.
"Dimengerti."
"Fufu~ hahahhahaha! ini sangat lucu! serius."
Di tengah suasana yang tegang itu tiba tiba suara tawa terdengar diseluruh ruangan.
Ditengah ruangan muncul 3 sosok wanita yaitu wanita berambut hitam, biru es, dan yang sedang tertawa adalah wanita berambut putih cerah dengan mata merah darah.
"Bunuh dia!"
Sang ratu langsung berteriak dan seluruh orang diruangan menyerang secara bersamaan tapi pedang mereka hanya menebas udara.
Pedang mereka menembus tubuh orang itu seperti sebuah asap atau memang sesuatu yang tidak ada.
"Maaf tapi saat ini kami ada di celah dimensi jadi kita tidak bisa saling mengganggu sekarang, aku hanya ingin menyapa para pecundang dimasa lalu yang bermimpi untuk membalas dendam? Hahahha betapa lucunya itu."
"Akan kubunuh kau!"
"Yah yah tenang sedikit, ohhh tenyata wajahmu sudah pulih haha bagaimana rasanya hidup tanpa wajah yang kamu sebut cantik itu?"
"Tunggu saja aku akan membalasnya seribu kali lipat!"
"Fufu menarik sekali."
"Kita kehabisan waktu dan kalau bisa jangan memprovokasi mereka secara berlebihan."
Wanita berambut hitam memotong pembicaraan dan memberi peringatan kepada wanita berambut putih.
"Yah aku hanya ingin memberi kalian sedikit peringatan 'jangan terlalu terburu buru jika tidak ingin berakhir dengan menyedihkan lagi' yah itu saja sampai jumpa~"
Kemudian ketiga orang itu menghilang seperti tidak pernah ada.
"Aku harus tenang, ya aku harus tenang, Kita akan mempercepat rencana dan kuasai seluruh labirin dewa yang ada di planet ini dan pastikan orang itu ada di pihak kita."
"Tapi mereka bilang kalau kita harus berhati hati."
"Bodoh sebaliknya itulah yang mereka inginkan, tidak ada waktu, lakukan sekarang!"
"Dimengerti."
Orang itu menghilang dengan kecepatan cahaya.
__ADS_1
Sang ratu duduk dikursinya dengan sangat lelah.
"Kali ini aku harus memastikan kemenangan mutlak bagi pihak kita, jika tidak citra kita sebagai dewa akan hancur."