
Hari ini aku berjalan sendirian karena mereka semua juga memiliki kesibukan masing masing.
Misalnya Zep yang sekarang fokus untuk membuat senjata baru karena senjata lamanya rusak.
Aku juga tidak enak berada disekitar Ana dan Asta karena bagaimanapun mereka berdua adalah pasangan kekasih.
Aku mampir di beberapa toko untuk membeli beberapa makanan dan terus berjalan.
Karena setelah lulus aku ingin menjadi petualang aku ingin melihat lihat bagaimana keadaan di guild.
Suasana disekitar sini cukup ramai dan sangat berisik.
Aku bisa melihat banyak petualang yang berjalan dimana mana dengan perlengkapan penuh, aku bisa mendengar mereka semua membicarakan hal yang serupa.
"Ini sangat meresahkan mendengar ada wyvern yang berkeliaran di dekat ibu kota."
"Baru kali ini aku mendengar wyvern meninggalkan sarang mereka dan berkeliaran seperti ini."
"Kudengar wyvern itu sudah memusnahkan petualang tingkat gold."
"Aku juga mendengar kalau sudah ada beberapa desa yang hancur karena diserang oleh wyvern itu."
Sepertinya situasi ini cukup gawat.
"Apa yang dilakukan 7 pangeran iblis itu."
Aku mencoba masuk kedalam guild.
"Tolong bantu aku! aku akan membayar kalian!"
"Tapi bung, itu adalah wyvern kau tau?"
"Kau meminta kami untuk bunuh diri? lakukan saja sendiri!"
"Tapi teman teman ku masih ada di sana! jika aku terlambat mereka bisa mati!"
"Bukannya mereka sudah mati sekarang? jadi lebih baik kau pulang dan serahkan masalah ini kepada petualang mithril."
Saat aku masuk aku melihat ada seseorang yang terus berteriak meminta tolong tapi tidak ada yang berniat membantunya.
Aku terus mengamati dan untuk sesaat orang itu berbalik kearahku jadi aku bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Aku merasa orang ini sedikit tidak asing, aku mencoba menyelam kedalam ingatan ku dan ada satu ingatan yang muncul.
Aku memutuskan untuk menghampiri pria itu.
"Kau adalah Gido kan?"
Gido berbalik kearahku.
"Kau adalah manusia yang dibawa Lucy, Benar! jika aku meminta bantuan keluarga Lucifer kuyakin mereka akan membantu, dimana Lucy sekarang?"
"Panggil aku Ryu, dan maafkan aku tapi saat ini keluarga Lucifer sedang sibuk mempersiapkan banyak hal karena perang semakin dekat jadi kuyakin mereka tidak akan bisa mengirim pasukan elite mereka."
"Tidak mungkin....."
Gido terlihat sangat putus asa sekarang.
"Aku akan membantu, jika kita tidak bisa membunuh wyvern setidaknya aku memiliki gulungan teleportasi jadi kita bisa menyelamatkan teman mu setidaknya."
"Benarkah!? Terima kasih banyak."
"Tidak masalah, Ayo bergegas."
Setelah meninggalkan kertas permintaan atas nama keluarga Lucifer aku pergi, aku juga berharap ada yang membantu.
.
.
.
Disebuah desa di dekat ibukota.
Api.... Hanya ada api kemanapun kamu melihat.
Dan diatas langit ada sebuah makhluk hitam seperti naga.
Seluruh warga berlarian keluar desa.
"Percepat evakuasinya!"
Terlihat juga ada beberapa orang yang sedang bertarung dengan wyvern itu.
Karena wyvern terus terbang diudara sambil menyemburkan api mereka hanya bisa bertahan sambil melancarkan serangan sihir dan panah, itu memang melukainya tapi serangan itu tidak berdampak banyak pada wyvern yang memiliki sisik yang tebal dan magic resistance yang cukup kuat, yah bagaimanapun mereka tetaplah kerabat naga.
"Evakuasi telah selesai! semua warga sekarang bersembunyi di gua dekat desa!"
Seorang wanita berlari sambil berteriak.
Mereka sangat mengesankan melihat dari cara mereka mampu menahan wyvern itu hanya dengan kelompok kecil dan bahkan berhasil mengevakuasi warga.
"Bagus, sekarang kita hanya perlu menahan wyvern ini sampai ketua datang!"
Mereka membentuk sebuah formasi dan mulai bertarung.
__ADS_1
Pemanah dan penyihir membombardir wyvern itu dengan serangan untuk membuatnya goyah.
Saat wyvern jatuh ke tanah, mereka menenggelamkan kakinya kedalam tanah.
Setelahnya pengguna pedang menyerang kaki wyvern untuk membuatnya lumpuh.
Diikuti oleh seluruh angggota party lainnya.
Wyvern mengayunkan ekornya kearah pengguna pedang tapi seseorang dengan perisai langsung kedepan untuk menahan serangan wyvern itu.
"Gruoaaahh!!!" meraung
Wyvern yang marah mulai meraung sambil berusaha melepaskan diri.
Wyvern membuka mulutnya untuk menyemburkan api.
Seseorang dengan palu raksasa muncul seperti menunggu bagiannya dan memukul kepala wyvern hingga membuatnya menabrak tanah.
"Boom!"
Serangan wyvern meledak di mulutnya sendiri.
"Gruooaah!"
Wyvern meraung dan terbang kelangit sekali lagi.
Party itu juga berkumpul kembali.
"Bagus! kita hanya perlu melakukan hal yang sama."
Tapi saat asap debu menghilang, seekor wyvern terlihat di udara dan tanpa luka.
Tidak, itu masih memiliki beberapa luka tapi itu perlahan lahan menghilang.
"Tidak mungkin... dia bisa beregenerasi?"
Seorang pengguna pedang bergumam sendiri.
Wajah seluruh anggota party yang tadinya bersemangat sekarang langsung terlihat lelah.
"Serang!!!"
Seketika Wyvern dibombardir dengan sihir dan panah.
Dibelakang muncul puluhan prajurit.
"Bantuan datang!"
"Kita bisa melakukannya."
Party itu mulai bersemangat lagi, tapi.
"Pertahankan formasi!"
Terdengar teriakan dari belakang.
Party itu berbalik dan melihat ada wyvern yang menyemburkan api kearah pasukan.
Wyvern lain mendarat dan langsung mengibaskan ekornya kearah pasukan dan membuat beberapa diantara mereka terbang.
"Tiga wyvern? bagaimana bisa? harusnya wyvern adalah mahluk individual."
Ekor wyvern mengayun kearah party, tapi tank langsung menahan serangan itu.
"Jangan melamun! tetap fokus!"
"Maafkan aku, semuanya kembali ke formasi! kita biarkan pasukan menangani kedua wyvern itu!"
Pertempuran dimulai kembali, party menyerang wyvern secara terus menerus dan karena kerja sama yang baik mereka relatif tidak terluka tapi stamina mereka akan terus berkurang.
.
.
.
"Haaah haaah tidak peduli berapa kali kita melukainya dia selalu beregenerasi."
"Benar, baru kali ini aku melihat wyvern yang bisa beregenerasi."
Party itu melihat kebelakang dan disana sebagian besar pasukan juga sudah mati terpanggang dan sisanya juga terlihat sangat lelah.
Karena kelelahan, party itu telat merespon serangan api wyvern.
Sial!
"Boom!"
Suara ledakan terdengar tapi.
"Aku baik baik saja?"
Pengguna pedang melihat lihat sekeliling dan menemukan semua temannya juga baik baik saja.
"Kalian baik baik saja!?"
__ADS_1
Suara pria terdengar, pengguna pedang berbalik dan menemukan ketua mereka berdiri di hadapan mereka.
""Ketua!""
Wajah seluruh anggota party langsung menjadi cerah melihat kearah ketua mereka, mereka semua melihat harapan.
Mereka juga melihat orang dengan full armor berwarna putih, dia adalah orang yang menahan serangan wyvern.
Wyvern yang marah mengangkat satu kakinya untuk menginjak pria itu tapi pria itu menghindarinya dan dengan sangat cepat melakukan serangan balik.
Satu kaki wyvern itu terputus dengan tebasan cepat yang dilancarkan pria itu, tapi itu langsung beregenerasi.
Aku tidak bisa mengikuti gerakannya.
"Gido tolong kumpulkan semua orang di satu tempat, aku akan menahan ketiga wyvern ini."
Setelah itu pria itu langsung bergerak dengan sangat cepat kearah dua wyvern yang lain.
Pria itu menyerang keduanya hampir secara bersamaan untuk menarik aggro dari ketiga wyvern sekaligus kemudian berlari menjauh.
Wyvern yang marah langsung mengejar pria itu meninggalkan semua orang.
"Kita harus membantunya!"
Pria dengan pedang berteriak, jika dilihat dari sudut pandang umum ini terlihat seperti mengorbankan satu orang agar seratus orang lainnya bisa selamat tapi dimata Gido tidak demikian.
Dia cukup cerdas untuk tau seberapa besar kekuatan yang dimiliki pria itu jadi dia menahannya.
"Tenanglah Rex, Orang itu pasti bisa selamat, jadi untuk sekarang mari kita kumpulkan semua orang kemudian pergi dari sini."
"baiklah."
Meksipun memutuskan untuk pergi Rex terus melihat kearah pria itu.
Sepertinya kita berutang kepadanya.
Semua orang yang bisa bergerak mulai mengumpulkan semua orang dalam bentuk lingkaran, setelah beberapa saat semuanya berkumpul.
"Aku akan menunggumu kembali."
Gido mengeluarkan sebuah gulungan teleportasi massal dan langsung mengaktifkannya, setelah itu semua orang menghilang.
.
.
.
Setelah memastikan aku cukup jauh dari orang orang aku berhenti berlari.
Aku berdiri berhadapan dengan ketiga wyvern itu, setelah berhenti ketiganya langsung menyemburkan api dari mulutnya.
Aku lebih memilih menghindar karena penyatuan cahaya meningkatkan kecepatan ku secara signifikan jadi aku bergerak kesamping untuk menghindar.
Berbeda dari dragon lord yang ukurannya puluhan meter yang membuat jangkauan serangan nafasnya sangat luas, wyvern cukup kecil sehingga cukup mudah untuk menghindarinya.
Merasa serangan nafas tidak berguna, wyvern langsung maju kearahku sambil mengangkat cakarnya.
Aku menghindari serangannya kemudian mengayunkan pedangku untuk memotong kakinya.
Itu terpotong, aku mengamati untuk sesaat dan benar kalau kakinya yang kupotong menggunakan pedang elemen kegelapan milikku tidak beregenerasi.
Karena panik ketiga wyvern itu menyerang ku secara agresif.
Aku terus menghindar dan melakukan serangan balik pada saat yang sama sehingga perlahan-lahan para wyvern mulai terpojok.
Salah satu wyvern berusaha memakan ku tapi aku membalasnya dengan tebasan tepat kearah mulutnya.
Pedangku merobek mulut wyvern itu dilanjutkan dengan tebasan kearah lehernya, kepalanya terpenggal kemudian dia jatuh ke tanah.
Aku melihat kearah sisa wyvern yang langsung menyerang kearahku.
Aku menusuk tubuh salah satu wyvern.
"Haaahhh!!"
Aku menembakan energi pedangku di dalam tubuh wyvern yang membuatnya berlubang seperti terkena serangan laser.
"Sepertinya itu cukup baik."
Aku memuji diriku sendiri karena teknik yang kulatih ternyata berhasil.
Aku selalu ingin menggunakan saber sword untuk menghilangkan batasan pada jarak saat bertarung.
Saat aku sibuk memuji diriku sendiri wyvern terakhir sudah terbang menjauh.
Aku mengangkat pedangku keatas bersiap untuk menembakan sebuah laser tapi sebelum aku menembakkannya, wyvern itu terjatuh ke tanah dan saat sampai itu sudah menjadi tumpukan daging cincang.
Aku sangat terkejut karena aku bahkan tidak merasakan ada orang disekitar apalagi merasakan serangannya.
Aku mencari dan melihat seseorang disebelah wyvern hanya saja aku tidak bisa melihat wajahnya karena dia menggunakan tudung.
Aku bahkan tidak bisa merasakan keberadaan orang itu saat dia sedang berdiri di depanku, seperti dia tidak ada tapi ada di saat yang bersamaan.
Aku melihat orang itu tersenyum tapi saat aku berkedip orang itu menghilang.
__ADS_1
"Siapa dia?"
Aku bertanya tanya.