
Aku bangkit melihat serangan monster itu.
Ini situasi yang sangat gawat jika mereka semua mengamuk ditengah kota sekarang.
Cara terbaik adalah menahan mereka sebelum sampai dikota.
Aku mengangkat pedangku dan bersiap untuk berlari.
"Tidak perlu kesana."
Aki berhenti karena mendengar suara dibelakang ku, disana Zep masih duduk seperti tidak ada bahaya yang mendekat.
Tidak mungkin dia tidak menyadari ini karena kepekaan sihirnya sangat gila.
"Mereka bukan musuh."
"Hah?"
Aku tercengang mendengar itu dari mulutnya.
Para monster itu bukan musuh? aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan.
"Hahh kau selalu menjadi bodoh ketika sedang panik, pikirkan dengan tenang meskipun mereka bandit tapi mereka tidaklah bodoh."
"Jika kamu menggunakan sedikit otak mu kau tidak akan pernah menyerang dari dalam jika ingin menang kecuali kau ingin serangan bunuh diri."
"Itu sama saja dengan minta untuk dikepung kemudian dimusnahkan."
Setelah sedikit tenang aku baru merasakan kalau ini aneh.
"Hmm setelah kau mengatakannya aku jadi sadar, harusnya ada serangan dari luar juga setelah serangan dadakan itu."
"Benar, mungkin serangan tadi hanyalah umpan dan kekuatan utama mereka bersembunyi didalam hutan atau dimanapun itu."
"Tapi kenapa mereka tidak menyerang?"
"Haah tidak kah kau sadar? mereka dimusnahkan oleh monster ini."
"Hah?"
"Perhatikan dengan baik, jumlah monster ini sangat sedikit dari yang seharusnya dan juga jika kau perhatikan beberapa dari mereka dipenuhi dengan luka dan darah yang harusnya menjadi darah bandit."
"Jadi apa yang harus kita lakukan?"
"Duduk dan lihat saja."
Aku kembali duduk dan melihat wyvern berterbangan diudara dan sesekali akan melancarkan serangan nafas.
Ternyata benar kalau monster ini tidak mengamuk dan hanya menyerang bandit.
wyvern menyerang bandit yang ada didalam kota sedangkan monster lain menunggu diluar dan membunuh bandit yang berhasil kabur.
Salah satu wyvern putih turun didekat kami dan setelah kuperhatikan ternyata ada sosok yang menungganginya.
"Sepertinya kita menemukan satu lebih cepat dari yang direncanakan."
Aku tidak tau apa yang dia bicarakan.
Aku melihat kearah wyvern yang semakin turun kemudian mendarat ditanah.
Seseorang turun dari wyvern itu kemudian berjalan kearah kami.
"Kalian harus pergi dari sini, tempat ini sangat berbahaya aku akan me-"
Wanita itu terdiam ditengah jalan seperti menjadi batu.
Aku juga tidak tau harus berkata apa karena terkejut sedemikian rupa sampai aku lupa bernafas.
__ADS_1
"K-kakak."
"Carl."
Dia memang sedikit berubah dari yang ku ingat tapi aku tau dari suara dan aura lembut yang mengelilingi dirinya tidak ada duanya di dunia ini.
"Kau benar benar kakak! aku sangat senang!"
Carl memelukku dan aku memeluknya kembali.
Rasanya sedikit canggung buatku karena terakhir kami bertemu dia masih remaja tapi sekarang dia sudah menjadi wanita yang sangat cantik.
Bukannya kami kami punya hubungan khusus atau semacamnya hanya saja aku menganggapnya sebagai adikku sendiri.
"Aku sangat senang, aku senang tau kalau ternyata aku tidak sendirian."
Pasti sangat berat baginya untuk bertahan hidup sejak kejadian itu.
Aku membiarkannya menangis sambil mengelus rambutnya yang indah, meskipun cukup kasar itu masih sangat cantik.
"Hiks untuk sesaat kupikir kalian semua sudah mati."
"Aku disini oke? kamu tidak sendirian lagi."
Carl terus menangis untuk beberapa saat dan mengabaikan semua kekacauan yang terjadi disekitar kami.
"Ngomong ngomong jo juga masih hidup dan bersama ku sekarang."
Carl melepaskan pelukannya dan melihat ke belakangku, matanya berakhir di Zep yang sedang makan roti dan menghampirinya.
"Pasti berat untukmu sampai sampai wujudmu berubah seperti ini."
Dia mulai mengelus kepala Zep dengan tangannya.
"Erm kupikir kamu salah paham sekarang, itu adalah rekan ku dan Jo sekarang pergi."
Setelah mengetahui kesalahannya Carl melompat ke belakang dan meminta maaf dengan panik.
"Dia adalah Zephyr dia adalah sahabatku."
"Salam kenal aku adalah Carolyn silahkan panggil aku Carl."
"Yap, aku cukup terharu dengan reuni kalian tapi bisakah kita bereskan masalah ini dulu?"
"Baiklah ayo berburu bandit."
Carl berjalan kearah wyvern.
"Perkenalkan dia adalah Ryu, erm aku menamainya dengan nama itu karena warnanya sangat mirip dengan rambutmu dan dia juga sangat baik."
"Salam kenal Ryu, terimakasih karena sudah menjaga Carl selama ini."
Wyvern itu menundukkan kepalanya hingga mencapai tanah, jadi aku mengelus kepalanya.
"Ermm ini aneh dia bilang kalau kakak menyeramkan."
"Eh? dia bilang seperti itu?"
"Iya, dia bilang kalau dia menunduk karena takut akan dibunuh."
"Haha tenang aja aku tidak akan melakukan itu."
"Hmph Ryu nakal, padahal kakak adalah orang yang baik, Ayo naik kita akan menyerang dari udara."
Kami naik ke punggung wyvern Ryu dan terbang diatas kota.
Kami bisa melihat bandit berlarian sambil dikerjan wyvern meskipun ada beberapa yang melawan.
__ADS_1
Aku melihat bandit kemudian menyiapkan sebuah tombak kegelapan dan melemparkannya.
Tombak itu mengenai tepat dibagian kepala bandit membuatnya langsung mati seketika.
"Waaahh kakak sangat kuat sekarang!"
Cukup aneh mendengarnya memanggilku dengan sebutan kakak karena sekarang dia terlihat lebih tua dariku.
Zep juga melakukan hal yang sama tapi akurasinya lebih hebat dariku karena pada dasarnya dia memang pengguna tombak ditambah dengan kepekaan sihirnya yang luar biasa membuat tidak ada bandit yang bisa lolos darinya.
Dia bisa tau kalau ada bandit yang bersembunyi dibalik reruntuhan atau pura pura mati jadinya dia adalah teror terbesar bagi bandit yang ingin melarikan diri.
Kami terus melakukan hal yang sama, sesekali Wyvern Ryu akan melancarkan serangan nafas kearah bandit.
Aku melihat pria yang bertarung dengan kami sebelumnya, ternyata dia masih terus bertarung dengan para bandit.
Aku membantunya dengan menyerang bandit yang bersembunyi dibelakangnya meskipun aku yakin kalau dia sudah menyadari itu.
Karena perbedaan kekuatan yang besar kami dengan cepat membantai habis para bandit dan menangkap beberapa untuk mendapatkan informasi.
Itu pertarungan yang singkat tapi juga pertarungan yang panjang dan cukup melelahkan.
Kami semua kembali ke tempat pengungsian dan memutuskan untuk berbicara disana.
Aku tidak sabar untuk mendengar ceritanya seperti bagaimana dia bisa menjinakkan monster sebanyak ini.
Monster yang tetap tinggal di kota hanya Wyvern Ryu sisanya ditempatkan diluar kota untuk mengawasi.
Malam ini seluruh kota berpesta dengan sangat meriah, bukannya mereka tidak berduka hanya saja mereka ingin menghilangkan suasana berat ini secepat mungkin.
Kami bertiga disambut sebagai pahlawan meskipun itu membuatku tidak nyaman.
Kami semua berkumpul didalam tenda yang disediakan khusus untuk kami.
Disini hanya ada kami bertiga jadi kami bisa berbicara dengan bebas.
"Ini memang terlambat tapi aku sangat senang kamu selamat."
Bukan tanpa alasan tapi Carl adalah orang yang mirip dengan Joey dimana dia hampir tidak bisa bertarung seorang diri karena kurangnya kemampuan bertarung dan sifatnya yang terlalu baik.
Dia adalah seorang tamer dimana dia sangat ahli dalam menjinakkan hewan.
Aku bertemu dengannya ketika desanya diserang oleh monster tikus yang menyebarkan penyakit keseluruh desa.
Warga dan prajurit bekerja sama dalam menumpas tikus dan mereka menemukan Carl sedang bermain bersama beberapa tikus itu akhirnya dituduh sebagai pelaku dalam kejadian tersebut.
Aku menyelamatkannya dan berhasil meyakinkan para penduduk ditambah aku membunuh semua tikus yang ada di desa itu.
Tapi Carl diusir dari desanya karena dianggap sebagai pembawa sial.
Ibu dan Ayahnya menghampiri ku dan memohon agar aku dapat menjaga putrinya jadi aku menanyakan hal itu kepada Carl terlebih dulu.
Aku mengharapkan dia akan meminta untuk tinggal di desa tapi ternyata dia malah mengikuti ku dengan senang hati bahkan dia meninggalkan desanya dengan dengan wajah dipenuhi senyum.
Seorang tamer biasanya akan menjinakkan monster menggunakan sihir untuk mengikat kebebasan monster itu dan akhirnya akan menurutinya sebagai tuan tapi ternyata Carl tidak tau cara menggunakan itu dan hanya bermain bersama mereka seperti hewan yang jinak sejak awal.
Dia hanya bisa menjinakkan monster kecil dan monster yang lebih kuat akan tetap menyerangnya.
Jadi dia akan sering menjinakkan hewan kecil seperti burung atau tikus dan akan menggunakannya untuk mengumpulkan informasi.
Dia juga bisa berkomunikasi dengan monster dengan cara tertentu yang tidak kumengerti.
Karena itu aku sangat terkejut dia bisa menjinakkan puluhan wyvern dan banyak monster.
Aku memulai pembicaraan dari hal hal yang santai terlebih dahulu.
"Iya! aku juga terkejut kenapa aku bisa selamat, ceritanya sangat panjang."
__ADS_1
Carl mulai menceritakan semua yang dia alami dan itu membuat ku tidak bisa berhenti terkejut.