
Zhoya duduk dipangkuan Morgan, saat ini mereka sedang duduk di kursi sofa. Morgan begitu bahagia karena hari ini dia mendengar kabar baik dari Zhoya kalau sang istri sedang mengandung anaknya.
Om Roy sengaja tidak memberitahu Morgan tentang kehamilan Zhoya, dia ingin Zhoya sendiri yang mengatakannya, biar Zhoya yang memberikan suprise pada suaminya.
Morgan mengusap lembut perut sang istri yang masih rata, dia mencium pundak Zhoya, wajahnya begitu sumringah dari tadi. Bagaimana tidak bahagia, akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan Zhoya, dia bisa mengembalikan nama baiknya, dan juga karirnya sudah mulai membaik.
Morgan mendapatkan kabar dari Pak Zacky kalau beberapa produk yang bekerja sama dengannya tidak jadi membatalkan kerja sama dengan Morgan, tetap Morgan yang menjadi model dibeberapa produk iklan, dan juga dia tetap menjadi BA di beberapa perusahaan. Bahkan filmnya pun kini menjadi ramai kembali, penonton membludak berdatangan ke bioskop. Dan impiannya tercapai, dia akan menjadi aktor go internasional, Mr Jack tetap ingin Morgan menjadi aktor utama di film laga Hollywood nanti.
"Aku akan menjadi seorang ayah, kita akan menjadi orang tua, Zhoya." seru Morgan dengan penuh rasa haru.
"Iya kak, aku gak sabar menantikan kehadiran anak kita."
"Yang pasti bakal ganteng sepertiku." Morgan memang ingin mewariskan ketampanannya. Sangat disayangkan jika tidak ada penerus ketampanannya.
"Harus cantik seperti aku lah." Zhoya tidak mau kalah.
"Iya kalau anak kita cewek pasti cantik seperti kamu. Makanya kita harus rajin buat anak yang banyak, biar dapat anak yang ganteng dan anak yang cantik."
"Memangnya kak Morgan ingin punya anak berapa?"
"Sebelas juga boleh, aku akan membuat club sepak bola, pasti seru." canda Morgan.
__ADS_1
Mata Zhoya membulat, "Astaga, kak Morgan pikir aku kucing apa."
Morgan malah terkekeh, Zhoya tidak tau kalau si otongnya dari tadi menggeliat gara-gara Zhoya duduk dipangkuannya, namun dia tidak boleh langsung menyergap Zhoya begitu saja.
"Emm... aku sudah menonton jumpa pers kamu, kak." cerita Zhoya.
Morgan tersenyum, "Oh ya? Kamu tau dong ya betapa besarnya cinta aku ke kamu?"
Zhoya tersipu malu, dia menganggukan kepala, dia duduk di samping Morgan, memeluk pria itu dengan sangat manja, "Aku senang akhirnya karir kakak membaik lagi."
"Kamu gak apa-apa kan kalau aku tetap menjadi aktor?"
"Lho memangnya kenapa? Itu profesi kakak, dunia kak Morgan. Aku tidak masalah dengan profesi kak Morgan, Daddyku juga seorang aktor, buktinya Daddy bisa menjadi ayah yang baik untuk aku dan suami idaman untuk Mommy."
"Pokoknya aku akan menemani kak Morgan dalam keadaan susah ataupun senang. Aku terima kak Morgan apa adanya."
Morgan merasa tersentuh mendengarnya, dia tidak menyangka wanita yang suka dia panggil bocil itu bisa berpikiran dewasa sekarang. Morgan tersenyum sambil mengacak-acak rambut Zhoya. "Udah gede ya kamu bocil."
Zhoya menepis tangan Morgan, dia paling kesal jika Morgan sudah mulai mengacak-acak rambutnya, apalagi memanggilnya bocil. "Tapi nyatanya si bocil ini bisa bikin bocil, iya kan?"
Ucapan Zhoya membuat Morgan teringat dengan janji Zhoya yang bilang kalau Zhoya akan memberikannya lebih dari sekedar ciuman jika dia sudah menyelesaikan masalahnya, rasanya dia sudah tidak sabar ingin sekali merasakan bagaimana miliknya terjepit di kelembutan milik Zhoya lagi.
__ADS_1
Morgan mencondongkan badannya ke Zhoya, membuat jantung Zhoya berdebar-debar, "Zhoy, aku sudah menyelesaikan masalah aku. Sekarang aku ingin menagih janji kamu, katanya kamu ingin memberikan aku lebih dari sekedar ciuman."
Zhoya menelan saliva mendengarnya, dia memandangi Morgan yang terus mencondongkan badannya sampai pria itu berhasil menempelkan bibirnya kembali.
Karena Zhoya yang berjanji akan memberikannya, itu artinya dia yang harus agresif, dia melepaskan ciuman Morgan, kemudian Zhoya berdiri tepat di depan Morgan.
Zhoya tersenyum menggoda, dia berjalan mundur sambil melepaskan gaun yang dia pakai, Morgan menganga melihatnya, dia meneguk saliva melihat Zhoya yang hanya memakai bra dan ce-la-na da-lam saja.
Zhoya duduk di atas meja, dia ingin tertawa melihat Morgan yang terlihat ngiler melihatnya seperti melihat makanan lezat yang siap disantap. Kemudian Zhoya membuka bra sampai terlihat begitu jelas dua bongkahan indah menyembul menggoda.
Morgan masih mematung, walaupun celananya sudah terasa sesak ingin segera di keluarkan. Dia ingin melihat Zhoya melepaskan semuanya.
Benar saja, kini Zhoya mulai membuka kain segitiga berwarna pink itu, sampai terlihat jelas bagaimana indahnya sesuatu yang di antara kedua pangkal paha Zhoya.
Tenggorokan Morgan terasa kering melihatnya. Gairahnya semakin menggebu-gebu, tak tertahankan.
Zhoya memutarkan kain segitiga dengan jari telunjuknya, seperti kincir angin. Kemudian melemparkannya ke arah Morgan.
Morgan menangkap kain segitiga itu, dia menghirup dalam-dalam aromanya, begitu tercium wangi khas wanita yang sangat dia suka.
Morgan sudah tak tahan lagi, dia segera berdiri dan berjalan ke arah Zhoya, mencium bibirnya dengan rakus, sementara kedua tangannya mere-mas-re-mas buah dada Zhoya, Zhoya sangat kewalahan mengimbangi keagresifan Morgan. Mantan sang casanova sudah lama berpuasa, Morgan pasti akan terus menggempurnya hari ini.
__ADS_1
...****************...
...Es batunya di simpan lagi buat besok, si othor belum buat teksnya, maklum jarinya masih polos, harus dapat asupan dulu. Mohon dibantu, eh salah, mohon dimengerti 🏃🏃...