
Daddy Roy bagaikan telah tersambar petir, dia sama sekali tidak percaya saat Dokter Micky mengatakan kalau dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang kakek.
Itu artinya Zhoya sedang hamil? Sungguh rasanya dia tidak percaya, berharap dia salah mendengar pernyataan itu.
Setelah Dokter Micky pergi, Daddy Roy langsung menginterogasi Zhoya, di kamarnya Zhoya.
Saat ini Daddy Roy, Mom Kia, dan Zhoya sedang duduk di kursi sofa yang ada di kamar Zhoya.
"Sayang, aku salah dengar kan? Tadi Dokter Micky bilang anak kita ha-hamil?" Daddy Roy nampak ambigu, dia bertanya kepada istrinya, siapa tau dirinya hanya salah dengar.
"Iya tadi Dokter Micky bilang begitu." jawab Mom Kia, berbeda dengan Mom Kia, dia malah seneng mendengar kabar baik itu.
Mom Kia memang terlihat jauh lebih muda dibandingkan dengan usianya, banyak yang mengira dia berusia 30 tahun, makanya sang Daddy cinta mati padanya. Mungkin kecantikannya itulah nurun ke Zhoya, Zhoya walaupun kini berusia 20 tahun, tapi wajahnya baby face seperti usia 17 tahun.
Sementara Zhoya masih bengong, dia sama sekali tidak tau apapun tentang kehamilan, dia hanya tau orang yang hamil itu perutnya akan membuncit seperti Hana.
Mom Kia mengelus perut Zhoya, "Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu, sayang."
Zhoya menganggukan kepalanya, sambil tersenyum lebar, "Iya, Mom." Walaupun dia masih terlihat kebingungan, mungkin karena seharusnya dia merayakan rasa bahagia itu bersama Morgan, namun sayangnya kisah cintanya bersama Morgan harus menjalani kisah yang rumit. Tapi dilubuk hatinya yang paling dalam dia sangat bahagia sekali, dia akan memiliki buah hati dari pria yang dia cintai.
__ADS_1
Daddy Roy masih tidak terima, rupanya Morgan telah melanggar janji padanya, ternyata Morgan berani sekali menyentuh putrinya. "Rupanya Morgan sudah melanggar janjinya, berani sekali dia menyentuh kamu selama kalian tinggal bersama, Zhoy?"
Mom Kia malah membela putri dan menantunya, dia merasa geli mendengar ucapan suaminya. "Astaga Dad, mereka itu suami istri lho, mereka sama-sama normal, ya wajar mereka melakukannya."
"Daddy kayak gak pernah muda aja. Sebenarnya Zhoya yang salah, Kak Morgan sudah memperingatkan Zhoya kalau dia tidak akan pernah nyentuh Zhoya, tapi Zhoya yang menggodanya." Zhoya tidak ingin Daddynya menyalahkan Morgan.
"Astaga, bagaimana bisa kamu menggoda seorang pria, Zhoy?" Daddy Roy tidak percaya anaknya yang begitu polos itu bisa berbuat nakal pada suaminya.
Mom Kia gregetan mendengarnya, dia mencubit paha suaminya saking gemesnya. "Zhoya itu menggoda suaminya lho, Dad."
"Tapi tetap saja itu artinya Morgan melanggar janji lho, sayang. Dia menghancurkan kepercayaan yang aku buat." Sang Daddy tidak terima.
"Itu bukan masalah kepercayaan, itu naluri seorang pria normal lah, Dad. Lagian mereka sudah halal ini. Apanya yang dimasalahkan coba?" Mom Kia tetap pada pendiriannya, membela Zhoya.
Zhoya dan Mom Kia terperangah mendengarnya. Sang Daddy memang orangnya sangat penyayang, namun kadang dia keras kepala.
"Oh gitu, berarti kamu juga bisa tahan dong gak tidur satu kamar sama aku?" tantang Mom Kia.
Daddy Roy langsung menelan saliva mendengarnya, mana bisa dia menerima tantangan istrinya, karena hampir tiap hari mereka selalu bermain lato-lato, untuk memberikan Zhoya adik. Namun bukannya Zhoya mendapatkan seorang adik, tapi sang putri tercinta malah akan menjadi seorang ibu.
__ADS_1
"Lho kok gitu sih, apa urusannya sama kita?" Daddy Roy mana mau berpuasa untuk mencangkul ladang bersama sang istri.
Mom Kia berbisik pada suaminya, dia tidak ingin Zhoya mendengar perkataannya, "Biar kamu merasakan posisi Morgan, agar kamu tau bagaimana beratnya menahan hasrat."
Mom Kia hanya ingin Daddy Roy merasakan seperti Morgan, apa bisa dia menahan diri tidak menyentuh istrinya, padahal mereka berada dalam satu atap.
"Oh tentu saja, aku bisa kok."
Mom Kia tersenyum smirk, dia berbisik lagi, "Padahal hari ini aku sudah selesai datang bulannya."
Daddy Roy meneguk saliva mendengarnya, bagi seorang suami kalimat itu adalah kalimat yang paling dinantikan setiap bulan, karena menunggu istri yang sedang datang bulan itu rasanya sangat menyiksa.
"Mom dan Daddy lagi berbisik apaan sih?" tanya Zhoya, dia tidak bisa mendengar bisikan kedua orang tuanya.
"Gak sayang, Mommy hanya minta izin sama Daddymu kalau Mommy akan tidur bareng kamu selama kamu tinggal disini." Mom Kia mengatakannya sambil terkekeh.
Daddy Roy membulatkan matanya mendengar ucapan sang istri, itu artinya mereka tidak akan tidur bersama selama Zhoya ada disini.
"Kalau misalkan Zhoya tinggal selama bertahun-tahun disini bagaimana, Mom? Bisa aja kan Daddy gak ngizinin Zhoya keluar dari sini dalam waktu yang lama." tanya Zhoya.
__ADS_1
"Pokoknya Mommy akan tidur bareng kamu selama kamu tinggal disini, mau kamu tinggal satu bulan, satu tahun, atau puluhan tahun juga. Mommy akan tidur bareng kamu." Mom Kia mengatakannya sambil mendelik suaminya.
"&@$1&8..." Daddy Roy terperangah mendengarnya, bagaimana bisa dia setahan itu tidak akan tidur bersama istrinya, apalagi di usianya yang sekarang ini sedang masa-masa hotnya. Kata reader mah hot Daddy. Dia ingin protes tapi sudah terlanjur menyanggupi tantangan istrinya.