Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Tujuh Puluh Satu


__ADS_3

"Bagaimana kalau kalian menginap disini? Kebetulan Bik Nani sudah membereskan kamar Morgan." pinta Bu Widdy pada Morgan dan Zhoya. Dia sama sekali tidak tau bahwa anak dan menantunya itu telah berpisah rumah.


"Emm... aku..." Zhoya ingin menolaknya, namun dia bingung harus menolak permintaan ibu mertuanya itu dengan alasan apa.


"Boleh sekali, Mah. Malam ini kita menginap disini. Iya kan sayang?" Morgan merangkul Zhoya. Dia rasa dia memiliki kesempatan untuk bisa mengambil hati Zhoya jika dia tidur satu kamar dengannya.


Zhoya memelototkan matanya, dia sama sekali tidak setuju, namun dia tidak punya alasan untuk menolak permintaan Bu Widdy. Dia tidak ingin melihat ibu mertuanya kecewa, apalagi kondisinya belum stabil.


Bu Widdy sangat senang mendengarnya, "Ya sudah, ini sudah malam, kalian pasti capek sekali. Lebih baik kalian tidur. Nanti pagi kita sarapan bersama."


Zhoya mendadak gagap, dia bingung harus menjawab apa.


Morgan tersenyum lebar, dia tidak menyangka bisa tidur satu kamar lagi dengan Zhoya. "Ya sudah, Mah. Kami tidur duluan."

__ADS_1


Morgan menarik tangan Zhoya, membawanya keluar dari kamar Bu Widdy. Lalu membawa Zhoya naik ke lantai atas.


"Aduh tuan, yang sabar dong. Kayak pengantin baru aja." Bik Nani terkekeh melihat Morgan yang begitu bersemangat menarik Zhoya menuju kamarnya.


Perkataan Bik Nani membuat wajah Zhoya memerah.


Begitu sampai di kamar, Zhoya melepaskan tangan Morgan. "Oke, malam ini kita tidur satu kamar. Tapi jangan pernah sentuh aku tanpa seizin dariku."


Morgan sebenernya ingin sekali menerkamnya, sudah lama dia berpuasa. Namun dia akan menghargai permintaan Zhoya itu walaupun dia harus tersiksa. "Hm... oke, yang penting aku bisa tidur bareng kamu, aku sudah senang."


Zhoya tidak sengaja melihat ada foto pernikahan mereka terpajang di dinding kamar Morgan.


Morgan tersenyum begitu tau apa yang sedang Zhoya lihat, "Aku menyuruh bik Nani untuk membereskan kamar aku, menyimpan semua barang aku yang dulu ke gudang, dan digantikan dengan foto pernikahan kita."

__ADS_1


Zhoya tersenyum sinis, "Tapi tetap saja kak Morgan tidak akan bisa lepas dari masa lalu kak Morgan, karena diantara kalian ada anak."


"Anak? Maksudnya?" Morgan tidak mengerti.


"Aku sudah tau siapa wanita yang selalu ada di dalam hati kak Morgan, wanita yang begitu berarti dalam hidup kak Morgan. Karena itu aku tidak akan pernah bisa kembali pada kak Morgan. Apalagi kak Morgan sudah memiliki anak darinya." Zhoya mengatakannya dengan hati yang meringis.


Morgan terdiam sejenak, kemudian dia terkekeh. "Siapa yang membuat karangan cerita seperti itu hm? Kayak sinetron saja."


"Memang begitu kan kenyataannya?"


"Dulu Disha memang penting buat aku, tapi sekarang gak lagi. Kamu adalah orang yang paling penting dan berharga untuk aku. Aku adalah pria yang paling bodoh di dunia ini karena terlambat menyadari perasaan aku, aku sangat mencintaimu, Zhoy." Morgan mengatakannya dengan sepenuh hati.


Zhoya hanya diam memandangi Morgan. Dia tidak tau harus bersikap bagaimana pada pria itu. Walaupun sejujurnya hatinya bergetar begitu mendengar ungkapan cinta dari Morgan.

__ADS_1


"Dan masalah anak, aku gak pernah sekalipun tidur bersama Disha. Bagaimana bisa aku punya anak darinya? Kalau gak percaya kamu bisa tanya sendiri sama Disha. Aku hanya ingin memiliki anak darimu, Zhoy."


Zhoya nampak kebingungan, dari sorot mata Morgan, dia sangat tau Morgan berbicara jujur padanya. Tapi darimana Darwin bisa tau kalau Disha adalah mantannya Morgan, dan mengapa juga Darwin bisa tau kalau Disha sudah memiliki anak.


__ADS_2