
Sore itu Disha menjemput Shiva di tempat penitipan anak, dia melihat Shiva yang sedang memperhatikan temannya, temannya Shiva dijemput oleh ayah dan ibunya, bahkan temannya Shiva begitu manja pada ayahnya sampai sang ayah menggendong anak itu.
Shiva hanya duduk di ayunan dengan wajah yang masam, dari kemarin anak itu memang terlihat murung, mungkin karena keinginannya untuk pergi ke festival bersama Darwin belum terwujud.
Disha tertegun melihatnya, anak seusia Shiva memang belum mengerti dengan permasalahan orang dewasa, tapi pasti dia memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi tentang papanya.
"Shiva!" Disha segera memanggil Shiva, dia berdiri di depan pintu gerbang sambil melambaikan tangannya pada Shiva.
Shiva menatap ke arah sang mama, dia turun dari ayunan, lalu berlari ke arah Disha.
Disha tersenyum dengan sedikit membungkukan badan saat melihat pengasuh Shiva, pengasuh itu sedang berdiri di dekat ayunan menemani anak lainnya yang belum di jemput oleh orang tuanya. Pengasuh itu pun membalas senyuman Disha.
Pandangan Disha beralih ke Shiva, dia mencubit pipi Shiva dengan gemas, menggodanya, "Kenapa mukanya ditekuk gitu, hm?"
Shiva enggan menjawab, dia meraih tangan mamanya, kemudian mereka berjalan bersama sambil bergandengan tangan.
Kemudian mereka duduk di kursi yang tersedia di halte bus. Disha melihat Shiva yang masih cemberut, memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang.
Disha meronggoh tasnya, dia membawa satu batang coklat, lalu memberikannya ke Shiva. "Mama tadi sebelum pulang beli coklat dulu untuk Shiva."
__ADS_1
Shiva membawa coklat itu, biasanya dia terlihat bahagia kalau ada yang memberikannya coklat karena makanan kesukaannya coklat, namun tetap saja anak kecil itu masih menekuk wajahnya.
"Emm... nanti malam Om Darwin bilang dia akan menjemput kita untuk pergi ke festival." ucap Disha sambil membantu Shiva membuka kemasan coklat.
Mata Shiva membulat mendengarnya. "Benelan, Ma?" Shiva mengatakannya dengan mata yang berbinar-benar.
Disha menganggukkan kepala, dia memberikan coklat yang sudah dia buka kemasannya, memberikannya kembali kepada Shiva. "Iya, sayang."
Shiva membawa coklat kembali, lalu meloncat-loncat dengan penuh kegirangan. "Holee... Shiva main ke festival baleng om Dalwin."
Disha tersenyum melihat Shiva yang terlihat bahagia seperti itu. "Ya udah cepat makan coklatnya, dan ayo duduk lagi." Disha menepuk kursi di sampingnya.
"Ye... Ye..." Anak itu terus saja berseru, kemudian dia duduk kembali di samping Disha, memakan coklatnya dengan sumringah.
...****************...
Malam ini Disha dan Shiva sudah bersiap-siap di depan rumah, menunggu Darwin menjemput mereka.
Bahkan sekarang Shiva sedang bervideocallan dengan Zhoya, dia ingin pamer pada Zhoya kalau dia akan jalan-jalan ke festival. "Tante, Shiva mau jalan-jalan ke festival baleng om Dalwin."
__ADS_1
"Oh benar kah?" Zhoya ikut bahagia mendengarnya, itu artinya keputusan dia untuk tinggal di Amerika selama satu bulan itu benar, untuk menahan Disha agar tidak pergi ke kota D.
"Iya, Shiva mau beli alum manis, naik bianglala, main game baleng mama dan Om Dalwin."
"Wah asik dong ya."
Disha ikut nimbrung di dalam video call itu, "Zhoy, kamu beneran mau tinggal selama satu bulan di Amerika?"
"Iya kak, aku sambil nunggu kak Morgan menjemput aku. Karena itu aku titip restoran sama kak Disha ya, hanya satu bulan kok."
Disha menganggukkan kepala, dia tidak mungkin menolak permintaan dari Zhoya.
"Di Indonesia pasti sudah jam 7 malam ya, pasti kak Darwin lagi di jalan mau jemput kalian. Udah dulu ya kak, aku mau hubungi kak Morgan dulu."
"Iya, Zhoy."
Klik!
Namun rupanya, sudah satu jam Disha dan Shiva menunggu kedatangan Darwin, Darwin belum tiba juga.
__ADS_1
Shiva nampak kesal, dia duduk di kursi yang ada di depan rumah, karena pegal dari tadi berdiri tak sabar menunggu kedatangan Darwin. "Ma, Om Dalwin akan datang kan?" tanyanya sambil menguap, lalu menutup mulutnya dengan tangan.
Disha tidak bisa menjawab pertanyaan dari Shiva, karena dia juga tidak tau Darwin akan datang atau tidak malam ini. Padahal Shiva terlihat bahagia sekali malam ini, karena dia ingin sekali pergi ke festival bersama Disha dan Darwin.