
"Arrrggghhh!"
Zhoya tergelincir jatuh ke lantai, membuat handuknya terlepas. Dia meringis memegang bok0ngnya dan kakinya yang sakit. Kemudian tangannya berusaha untuk menjangkau handuk yang terlepas.
Ceklek!
Zhoya dikagetkan dengan suara pintu yang terbuka, dia gelagapan saat melihat Morgan menyembul masuk ke dalam kamar.
"Kamu kenapa Z..."
Morgan mematung melihat Zhoya yang sedang terlentang dengan kondisi telanjang di lantai, membuat jakunnya naik turun, sampai dia meneguk salivanya dengan susah payah.
Siapa yang tidak tergoda dengan pemandangan indah di depan mata, begitu terlihat jelas bagaimana putih mulusnya tubuh Zhoya tanpa busana, bagaimana menggodanya dua bongkahan indah di dada Zhoya, dan bagaimana indahnya sesuatu yang ada di antara pangkal paha Zhoya. Namun yang dia yang pikirkan sekarang bukan pikiran m3sumnya, tapi dia harus segera menolong Zhoya.
"Zhoy, ka-kamu gak apa-apa?" Morgan mendadak gagap, dia berjalan ke arah Zhoya untuk membantunya, sedangkan pandangannya berusaha untuk melihat ke arah lain. Dia tidak ingin di kira m3sum oleh Zhoya jika pandangan matanya tertuju ke arahnya.
__ADS_1
Zhoya berhasil meraih handuk, dia segera menutupi tubuhnya, "A-aku gak apa-apa, lebih baik kak Morgan keluar gih." Wajah Zhoya memerah, dia tau Morgan memang sudah melihat seluruh tubuhnya bahkan pernah merasakan tubuhnya, namun tetap saja dia sangat malu sekali, karena sudah lama dia tidak satu rumah lagi dengan Morgan, membuat dia merasa canggung.
"Kamu yakin gak apa-apa?" Morgan enggan keluar dari kamar sebelum memastikan Zhoya baik-baik saja.
Zhoya berusaha untuk berdiri, "Iya, kak aku baik....shhh...ahh!" Dia meringis begitu merasakan sakit di bagian pergelangan kakinya, karena terkilir saat dia terjatuh. Membuat dia hampir terjatuh lagi.
Beruntung Morgan langsung menangkap tubuh mungil itu, membuat Zhoya berada di pelukan Morgan.
Deg... Deg... Deg...
Morgan segera mengangkat tubuh Zhoya, menggendongnya ala bridal style, membuat Zhoya terhenyak. "Kak..."
Zhoya ingin protes namun pria itu begitu gagah menggendong dirinya, dia berjalan membawa Zhoya menuju kasur, kemudian membantu Zhoya duduk di pinggir kasur.
Sementara Morgan berjongkok di depan Zhoya, dia meraih pergelangan kaki Zhoya yang terlihat memerah. "Apa ini sakit?"
__ADS_1
"Emm... se-sedikit." Zhoya menggigit bibir bawahnya begitu tak sengaja melihat Morgan yang menatap kedua bola matanya, rasanya dia begitu gugup sekali.
Morgan memberikan pijatan lembut di pergelangan kaki Zhoya, membuat Zhoya sedikit meringis, dia mencengkram seprai untuk menahan rasa sakit. "Shhhhh..."
Morgan masih memijat kaki Zhoya, kemudian pandangannya tertuju kembali pada Zhoya, dia tau pasti Zhoya sangat kesakitan sekali. "Kaki kamu gak begitu parah, hanya keseleo, sekali pijitan juga pasti sembuh. Cuma aku siap memijatnya lagi kalau kaki kamu masih terasa sakit."
Kemudian Morgan tersenyum manis pada Zhoya, Zhoya tidak tau bagaimana tersiksanya seorang Morgan Xavier, dia harus memijat kaki Zhoya sementara penampilan Zhoya saat ini tubuhnya hanya ditutupi handuk saja.
Ingin sekali rasanya dia langsung membaringkan tubuh Zhoya diatas kasur, membuka handuknya, lalu menjelajahi seluruh tubuhnya dengan tangan dan bibirnya, kemudian menyatukan kedua tubuh mereka.
Namun dengan sekuat hati Morgan harus menahannya, walaupun celananya terasa sesak karena sang junior menggeliat meronta-ronta ingin segera masuk ke dalam sarangnya.
Tahan dulu Jhon, belum saatnya!
Morgan harus membuktikan pada Zhoya kalau dia benar-benar tulus mencintai Zhoya, bukan karena urusan ranjang saja, tapi dia benar-benar sangat mencintai gadis itu.
__ADS_1