Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Empat Puluh Sembilan


__ADS_3

Morgan sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar Zhoya, namun ternyata tidak ada respon sama sekali dari Zhoya, Morgan mencoba untuk membuka pintu kamar, rupanya Zhoya lupa mengunci pintu kamarnya.


Morgan dengan ragu-ragu masuk ke dalam kamar Zhoya, dia melihat wanita itu sudah tidur terlelap, Morgan berjalan mendekatinya, dia duduk dipinggir ranjang, memandangi wanita cantik itu.


Morgan tersenyum memandanginya, dia membenarkan anak rambut yang berantakan di kening Zhoya, sehingga nampak begitu jelas begitu cantiknya seorang Zhoya.


Morgan membungkukan badannya, dia mencium kening Zhoya dengan sangat lembut dan lama, kemudian dia memegang memegang wajah Zhoya, ada perasaan aneh di dalam dirinya, dulu dia sama sekali tidak memiliki hasrat untuk mencium bibir Zhoya apalagi menjamah tubuhnya, mungkin karena dia selalu menganggap Zhoya bocah yang menggemaskan.


Namun sekarang, dia ingin sekali mencium bibir itu sampai dia tidak sadar saat dirinya mencium bibir Zhoya.


Ada apa dengan diriku?


Morgan sama sekali tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Dia tidak yakin apakah perasaannya pada Zhoya adalah sebuah cinta ataukah hanya sebatas naf-su saja.

__ADS_1


Namun Morgan tak ingin membuang waktu, besok dia harus berada di Kota B lagi, malam ini dia harus melepaskan segala hasratnya yang bergejolak menguasai tubuhnya.


Morgan mencium bibir Zhoya kembali, walaupun tidak ada respon dari Zhoya karena Zhoya masih terlelap tidur.


Rasanya dia sudah tidak tahan, Morgan langsung melepaskan bajunya sendiri dan membuangnya ngasal, kemudian Morgan mencium Zhoya kembali, membuka seluruh pakaian Zhoya sampai gadis itu benar-benar telan-jang.


Morgan tertegun memandangi keindahan tubuh Zhoya, tubuh Zhoya sangat menggoda, putih, dan mulus, membuatnya bira-hinya tak terbendung.


"Ahhh..." Zhoya mende-sah dengan mata terpenjam begitu merasakan kegelian di area dada dan area intinya.


Zhoya mengerjap, dia terkejut saat melihat Morgan yang hanya memakai celana jeans saja, pria itu sedang menikmati tubuhnya.


"Kak..." Zhoya ingin memprotes, namun pria itu sukses membuatnya melayang begitu dia meneroboskan kedua jemarinya masuk ke pusat intinya, gerakannya membuatnya melayang-layang. Ditambah Morgan menghisap pu ting Zhoya dengan rakus.

__ADS_1


"Kak...hhh... bukannya kita sudah sepakat akan melakukannya satu kali saja?" Zhoya mencoba protes.


Morgan menghentikan aktivitasnya sebentar, dia memandangi wanita yang sedang berada dibawah kungkungannya itu, "Lalu aku harus melakukannya dengan siapa jika aku ingin melakukannya? Bukannya kamu yang melarang aku untuk bercinta dengan wanita lain selama kita menikah?"


Zhoya nampak kebingungan untuk menjawabnya, sampai rasa ngantuk itu menjadi hilang. Kalau mereka melakukannya lagi, Zhoya takut dia semakin tergila-gila pada Morgan, tapi jika dia tidak memberikan haknya, dia tidak rela jika Morgan melakukannya bersama wanita lain, apalagi Morgan di kota B pasti digandrungi banyak wanita cantik.


Morgan memegang wajah Zhoya, menatap kedua bola matanya, "Jangan bersikap cuek lagi padaku, jangan mencoba untuk menghindari aku, apalagi menjauhi aku. Mulai besok kamu harus mengaktifkan ponsel kamu."


"Kita akan sering melakukannya jika aku ingin." Morgan menambahkan perkataannya.


"Tapi kenapa? Bukannya... emmhhh!"


Zhoya tak diberikan kesempatan untuk bicara, pria itu mencium bibirnya dengan begitu naf-su, me-lu-matnya, kemudian menyesapnya, memasukan lidahnya ke dalam mulut Zhoya, menjelajahi disetiap sudut bibir yang manis itu.

__ADS_1


Sementara tangan Morgan dengan lihainya merema5 buah dada Zhoya, merema5-rema5nya dengan begitu gemas, Zhoya berusaha untuk tidak tergoda, dia ingin berontak namun tenaga pria itu begitu kuat mengusai dirinya, membuatnya tak berdaya dan malah terperangkap dengan apa yang dia lakukan pada tubuhnya.


__ADS_2