
"Zhoya, kamu yakin dengan keputusanmu ini?" Morgan memberikan kesempatan untuk Zhoya agar bisa berpikir lagi dengan keputusannya itu.
Zhoya mengangguk pelan, dia sudah sangat yakin dengan keputusannya itu. "Tentu saja."
Morgan mencium kening gadis itu, kemudian mengecup bibirnya, Morgan memegang pipi Zhoya dengan lembut. "Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi. Namun jangan salahkan aku jika kali ini aku tidak bisa menjadi Morgan yang lembut untukmu."
Zhoya jadi deg-degan, dia sangat tau sekali Morgan begitu pengalaman dalam hal bercinta, tapi dia tidak mempersalahkan itu semua, karena dia tau saat ini Morgan sudah cukup lama berpuasa dalam hal bercinta, itu artinya Morgan hanya melakukannya dengan dirinya saja.
"Tapi kak Morgan harus janji."
"Berjanji untuk apa?" Morgan mengerutkan keningnya.
"Selama menikah dengan aku, kak Morgan jangan pernah melakukannya dengan wanita lain di belakang aku." Zhoya sangat tau sekeli profesi Morgan sebagai seorang aktor, pasti banyak wanita yang menggodanya.
__ADS_1
Morgan mengangukan kepala, dia mencium Zhoya kembali, bibir itu menjadi candu untuknya, dia mel-umat dan menyesap bibir itu dengan begitu dalam, sementara tangannya mulai bergerak membuka pengait bra di punggung Zhoya.
Morgan melepaskan bra Zhoya, membuangnya ngasal, dia masih mencium bibir Zhoya, sementara tangannya dengan lembut mengusap bagian daging yang menonjol di dada Zhoya itu, rasanya begitu kenyal dan menggoda.
"Emmhhh..." Zhoya men-de-sah di sela-sela ciuman mereka ketika dia merasakan tangan Morgan memilin-milin bagian pu tingnya, membuat pu ting yang berwarna merah jambu itu menegang.
Kemudian Morgan melepaskan ciuman, dia ingin melihat bagaimana indahnya pa yu da ra Zhoya, sampai dia terpana melihat bagaimana indahnya dua bulatan kenyal di dada Zhoya itu, sungguh menggairahkan.
Wajah Zhoya memerah, dia sangat malu ketika Morgan memandangi buah dadanya. Namun dengan sekuat hati dia harus bisa menahan rasa malu itu.
"Ahhhh... kak." Zhoya tidak tau dia ingin meminta apa pada pria itu, rasanya dia ingin Morgan melakukan sesuatu yang lebih dari ini, dia membusungkan dadanya ke atas saat Morgan semakin liar mengerakan lidahnya menggoda pu ting Zhoya.
"Ahhh...." Zhoya semakin di buat gila begitu merasakan Morgan menyedot pu tingnya. Rasanya dia dibuat terbang melayang, Morgan semakin rakus menghisapnya. Sungguh tak tertahankan. Membuat Zhoya terus bergerak tak bisa diam menahan semua kegelian plus kenikmatan ini.
__ADS_1
Morgan hanya bisa menyeringai melihat Zhoya yang begitu bergairah dengan permainannya, dia bisa melihat bagaimana na-kednya seorang Zhoya membuat dia semakin ingin menggodanya.
Morgan memainkan buah dada Zhoya yang satu lagi, dia mengenyotnya dengan penuh naf-su, sesekali memberikan stempel merah di bongkahan Zhoya yang indah itu.
"Ahhh...kak Morgan!" Zhoya tak dapat berkata apa-apa selain hanya bisa mende-sah dan mende-sah, sesekali menyebutkan nama pria yang sangat dia cintai itu.
Tanpa sadar Zhoya menekan kepala Morgan, rasanya dia ingin terus menyusui Morgan seperti itu, dia benar-benar seperti seorang ibu yang sedang menyusui bayinya.
Morgan benar-benar seperti bayi yang lagi kehausan, karena setelah lama berpuasa akhirnya dia bisa menyentuh dan merasakan si kembar benda favoritnya itu, apalagi punya Zhoya masih terasa sangat kencang, membuat dia masih ingin bermain dengan kedua bukit kembarnya Zhoya.
Ciuman Morgan perlahan turun ke bawah, dia menciumi perut Zhoya seakan ribuan kupu-kupu terbang di perutnya, membuat badan Zhoya menegang.
Ciuman Morgan turun ke bawah, kedua tangannya menurunkan ce-l@-na d@lam Zhoya, sampai Zhoya merasakan ada benda lunak, lembut dan basah itu menyentuh bagian intinya.
__ADS_1
"Ahhh...ahhh kak Morgan!" Zhoya merengek manja, kali ini rasanya sungguh menggila, seakan dia terbang tinggi dengan begitu cepat dan melayang-layang di udara, sampai tubuh Zhoya menggelinjang tak tahan dengan kenikmatan yang Morgan lakukan dengan mulutnya di area intinya.