
Besoknya...
Bu Selvi menjemput Shiva untuk ikut bersamanya liburan ke Bali bersama Pak Ansel, tentu saja Shiva sangat bersedia ikut bersama mereka, apalagi sekarang dia sangat dekat sekali dengan oma dan opanya.
Darwin kebetulan baru pulang kerja, dia segera membersihkan badannya, kemudian menemui sang istri yang sedang memasak di dapur.
Disha merasakan tangan Darwin memeluk dirinya dari belakang, begitu tercium wangi maskulin dari pria itu, Disha merasakan pria itu mencium pundak dan rambutnya.
Disha membalikkan badannya, menatap pria itu, "Aku lagi masak, Mas."
"Padahal cuma gak ketemu beberapa jam, tapi aku ingin sekali buru-buru pulang, mungkin karena sekarang aku merasa ada yang menunggu kepulangan aku." Darwin mengusap lembut wajah Disha, menatap kedua matanya dengan begitu dalam.
Disha tersipu malu mendengarnya.
"Emm... tapi ngomong-ngomong dimana Shiva? Aku dari tadi mencarinya, kok gak ada? Padahal aku ingin memberikan mainan pesanan Shiva."
"Shiva baru aja dijemput mama, katanya ingin mengajak Shiva liburan ke Bali bareng papa juga. Tadinya aku mau ngasih tau Mas, tapi mending bicara langsung aja, kan Mas gak mungkin gak mengizinkan Shiva liburan bareng mama papa."
"Oh iya gak apa-apa, mama dan papa sangat menyanyangi Shiva, mereka memang dari dulu menginginkan aku memiliki adik, pastinya menginginkan seorang anak perempuan. Tapi sayangnya aku ditakdirkan menjadi anak tunggal."
"Hmm... begitu, pantas saja mama dan papa begitu memanjakan Shiva."
"Berapa lama mereka liburan di Bali?"
"Katanya tiga hari."
Darwin menarik Disha, merapatkan badan mereka, lalu mengecup bibirnya, "Kalau begitu aku akan izin tiga hari untuk gak masuk kerja."
__ADS_1
"Kenapa?"
Darwin hanya menyeringai, tidak menjawab pertanyaan dari Disha, dia segera mematikan kompor yang sedang menyala itu.
"Lho kok kompornya dimatiin? Aku lagi masak." protes Disha.
Darwin tak langsung menjawab, dia menggendong Disha ala bridal style, membuat Disha terkesiap, mengalungkan tangannya pada leher Darwin. "Kita akan membuat adik untuk Shiva," jawab Darwin sambil berjalan membawa Disha masuk ke dalam kamar.
"Memangnya kamu gak lapar, Mas?"
"Lapar, tapi aku ingin kamu yang aku makan."
...****************...
Jantung Disha berpacu begitu cepat saat Darwin membaringkan tubuhnya diatas ranjang, apalagi saat melihat Darwin membuka bajunya, matanya memandangi tubuh sixpack pria itu sampai menelan saliva beberapa kali.
Darwin menindih tubuh Disha, memandang dengan gemas wanita yang berada dibawah kukungannya, "Apa kamu sudah siap? Kalau belum siap aku akan mengerti."
"Apa yang kamu takutkan?"
"Saat dulu kamu memaksa aku untuk melakukannya, rasanya sangat sakit sekali."
Darwin mereka bersalah padanya, dia mencium kening Disha dengan lembut, kemudian memandangi sang istri, "Baiklah kita akan mencobanya dengan pelan, namun jika kamu merasa tidak sanggup untuk meneruskannya, bilang saja padaku, aku akan berhenti."
Disha menganggukan kepalanya, kemudian mereka berciuman, saling menyambut disetiap pagutan, mereka berciuman dengan begitu mesra namun terasa kian menuntut. Nafas mereka saling berbaur di dalam setiap cecapan ciuman mereka.
Darwin mulai membuka satu persatu kancing baju Disha, lalu melepaskan baju itu dari tubuhnya, membuangnya ke lantai dengan ngasal.
__ADS_1
Jantung Disha berdebar-debar saat Darwin memandangi dua buah semangkanya yang masih terbungkus oleh kain berbentuk kacamata itu. Disha memang memiliki ukuran payu-dara yang begitu besar, dia semakin gugup saat pria itu melepas branya, sampai menyembul dua bongkahan indah di dada Disha.
Darwin tertegun memandangi buah dada Disha, begitu besar dan menggoda, seketika celananya terasa sesak begitu melihat buah semangka itu.
Disha menggigit bibir bawahnya saat Darwin menundukkan wajahnya, sampai wajah Darwin dekat sekali dengan payu-dara Disha, dia memejamkan matanya untuk melawan rasa takut itu.
Namun Disha menganga begitu merasakan Darwin memasukan bagian put-ingnya ke dalam mulut Darwin, begitu terasa lidah Darwin menari-nari, bergerilya memainkan put-ingnya.
Disha membuka matanya lebar-lebar, dia merasakan ada perasaan aneh merasuk ke dalam jiwanya, membuat tubuhnya terasa panas seakan ingin menuntut sesuatu yang lebih pada Darwin.
Tubuh Disha bergetar, saat Darwin menghisap dengan kuat bagian puncak di payu-daranya itu, membuat hasrat kewanita-annya terpancing, kian membara di dalam jiwa.
"Ahh..." Disha sangat malu sekali begitu desa-han lolos begitu saja keluar dari bibirnya. Wajahnya memerah menahan malu.
Tanpa sadar Disha membusungkan dadanya, membuat Darwin semakin rakus menghisap buah dada Disha.
...****************...
...Detik-detik mau berakhir novel ini. Besok siapkan es batu 🏃🏃🧊, salam es batu!...
Jangan lupa mampir ke novel baru saya, baru brojol!
...A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia)...
Adam Alvarez atau pria bernama asli Marvin Leonardo, pria berusia 28 tahun itu adalah seorang mafia berdarah dingin, karena kepiawaiannya dalam menaklukkan musuh membuat dia mendapatkan julukan A Dangerous Man. Namun ada sebuah luka di masa lalu yang membuat dia bisa berbuat kejam seperti itu.
Saat dia masih kecil, dia dan ibunya diterlantarkan oleh sang ayah, hanya karena ayahnya sudah memiliki wanita lain, bahkan wanita itu membawa seorang anak perempuan dari hasil hubungan gelap mereka.
__ADS_1
Karena itu Adam memanfaatkan Nadine Leonardo, putri tercinta ayahnya sebagai alat untuk membalaskan dendam terhadap ayahnya. Adam tidak akan memaafkan siapapun yang telah tega membunuh ibunya.