Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Tujuh Puluh Dua


__ADS_3

Darwin malam ini tidak bisa tidur, entah mengapa setelah bertemu dengan Shiva, dia jadi terus memikirkan anak itu.


Dia pikir Shiva adalah anaknya, namun dia teringat ucapan Disha yang bilang kalau Shiva adalah anak dari pria yang Disha cintai makanya dia mengira Morgan adalah ayahnya Shiva.


Seharusnya dia senang karena sudah memberitahu Zhoya soal anaknya Disha, dia bisa membuat Zhoya secepatnya bercerai dengan Morgan, dan Zhoya akan segera menjadi miliknya.


Namun tetap saja dia merasakan ada perasaan aneh di dalam dirinya, dia selalu teringat dengan anak itu, dia masih ingat saat Shiva begitu senang saat dia memberikan Shiva coklat, dan saat dia menggendong Shiva. Membuat dia ingin melihat anak itu lagi.


Darwin mengambil kunci mobilnya, dia yakin rumah kontrakan Disha tidak jauh dari joging track, makanya dia mengendarai mobilnya ke arah sana, siapa tau bisa melihat Shiva lagi.


Darwin celinguk celinguk memperhatikan ke sekitar jalan raya sana, berharap dia bisa melihat Shiva lagi dari kejauhan.


Benar saja, Darwin tidak sengaja melihat Disha yang baru keluar dari mini market. Sayangnya Disha tidak membawa Shiva. Mumpung Shiva sudah tidur, Disha belanja sebentar untuk kebutuhan dia dengan Shiva.


Darwin segera memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, dia keluar dari mobil, lalu memanggil Disha. "Disha!"


Disha menghela nafas begitu mendengar suara Darwin, mengapa dia harus bertemu lagi dengan pria itu. Dia segera mempercepat jalanya.

__ADS_1


Namun sayangnya, Darwin malah berlari mengejar Disha, sampai dia berhasil menarik tangan Disha. "Kita harus bicara."


"Apalagi yang harus dibicarakan? Sudah ku bilang aku tidak ingin bertemu dengan kamu lagi." Disha mengatakannya dengan tatapan penuh kebencian.


"Apa kamu masih membenci aku? Jujur saja malam itu diluar kesadaran aku. Aku salah paham, aku pikir kamu wanita panggilan yang sudah disewa temanku." Darwin mencoba menjelaskan semuanya, dia tidak tenang jika Disha masih membenci dirinya atas apa yang telah dia perbuat 4 tahun yang lalu. "Karena itu aku ingin benar-benar minta maaf sama kamu, agar aku tenang menjalani hidup aku."


Mata Disha berkaca-kaca, "Tapi tetap saja kata maaf tidak akan bisa mengembalikan semuanya, aku harus kehilangan orang yang aku cintai untuk selamanya. Aku harus melihat dia hidup bahagia dengan orang lain."


Darwin mengerutkan keningnya, "Ma-maksud kamu Morgan? Seharusnya kamu jangan mengalah, kamu harus berjuang."


Disha terperangah mendengarnya. "Nyatanya dia tidak mencintaiku lagi, untuk apa aku mengharapkannya? Cinta itu tidak bisa dipaksakan.


Disha cengang dengan apa yang dia dengar.


"Bahkan aku bisa memberitahu seluruh media betapa brengseknya seorang Morgan Xavier."


Disha sangat geram sekali, dia sama sekali tidak menyangka kalau Darwin bisa berbuat sepicik itu.

__ADS_1


Tanpa diduga, Disha langsung menampar Darwin.


Plakk...


"Arrrghhh..." Darwin memegang pipinya, dia tidak mengerti mengapa Disha tiba-tiba menamparnya, padahal Morgan pantas mendapatkannya.


"Mengapa kamu kejam sekali pada Morgan?" bentak Disha.


"Kejam apanya? Morgan memang harus bertanggungjawab sama kamu dan Shiva, dia sudah menelantarkan kalian."


Disha menganga, sepertinya dia yang harus disalahkan karena membuat Darwin salah paham pada Morgan. "Shiva bukan anak Morgan, tapi dia anak kamu." Disha mengatakannya dengan nada menyentak.


Mata Darwin membulat, dia begitu terkejut dengan apa yang dia dengar malam ini.


"Tapi aku tidak pernah mengharapkan tanggung jawab dari pria brengsek seperti kamu. Pria yang sudah menghacurkan hidup aku." Disha mengatakannya sambil terisak.


Darwin masih mematung, rasanya dia seakan tersambar petir. Ternyata Shiva adalah anaknya, makanya dia sering memikirkan anak itu.

__ADS_1


Disha menghapus air matanya, dia tidak ingin bicara lebih lama lagi dengan Darwin. Dia segera pergi meninggalkan Darwin.


Sementara Darwin masih diam, membiarkan Disha pergi begitu saja. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang. Rupanya dia telah menjadi seorang ayah, Shiva adalah darah dagingnya.


__ADS_2