Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Lima Puluh


__ADS_3

Morgan melepaskan ciuman, dia kembali melahap buah dada Zhoya, menggerakan lidahnya ke sekeliling bulatan kenyal yang indah itu, membuat Zhoya meremang.


"Kak... " Zhoya berusaha untuk melepaskan Morgan, dia ingin mereka melakukannya lagi jika Morgan bisa mencintai dirinya, sampai berusaha mendorong tubuh kekar itu.


Namun Morgan tak menghiraukannya, dia sudah tidak bisa menahan dirinya untuk bisa mengulang lagi malam panasnya dengan Zhoya, ingin menjelajahi kembali tubuhnya yang indah itu.


Semakin lama rasanya tak tertahankan membuat dorongan Zhoya terasa semakin melemah, begitu merasakan mulut Morgan menghisap pu tingnya, membuat Zhoya menggila.


Morgan seorang casanova, atau bisa dibilang mantan casanova, makanya dia begitu ahli dalam menaklukkan seorang wanita. Beberapa kali Zhoya di buat mabuk oleh pria itu, yang awalnya ingin menolak pun kini malah terlena dengan perlakuannya.


"Ahhh... kak..."


Zhoya semakin dibuat mabuk saat merasakan jemari Morgan bergerak dengan begitu lembut, bergerak hilir mudik mengggoda kelembutan area inti Zhoya, Zhoya semakin meracau dibuatnya.


"Ahhhh....ahhh..."

__ADS_1


Morgan tersenyum smirk menatap Zhoya yang sudah hilang akal karena ulahnya, dia memang ahli dalam menggoda wanita, Morgan merema5-rema5 payu dara Zhoya, sambil menjilati area puncaknya.


Zhoya semakin dibuat terbang ke awan, dia seakan dibawa pergi jauh oleh pria itu, apalagi merasakan lidah itu bergerak ke bawah menyusuri bagian perutnya, menciumi paha Zhoya yang putih dan mulus itu, sampai ke ujung kakinya.


Kemudian Morgan memposisikan dirinya berada diantara kedua paha Zhoya, dia membuka paha Zhoya lebar-lebar, membungkukan badannya, dia menyapu area inti Zhoya dengan mulutnya.


"Owhh...ahhh..."


Zhoya semakin kehilangan kendali, merasakan bagaimana Morgan berciuman dengan miliknya, rasanya dia semakin di buat gila, terus mendes-ah tak tertahankan.


Zhoya menjerit manja merasakan lidah Morgan bergerak dengan teramat lembut sampai terasa bagaimana lembutnya sang indera perasa menari-nari menyusuri kelembutannya.


Rasa ngantuk 100 persen menghilang, telah tergantikan dengan naf-su yang membuncah, membuat Zhoya tak sadar dia ikut menggerakkan badannya, dia menekan kepala Morgan agar Morgan semakin memperdalam ciumannya dengan miliknya itu.


Kemudian Zhoya memegang erat seprai sambil menganga membusungkan badannya, Morgan malah semakin rakus menikmati kelembutan area intinya, menggerakkan lidahnya, bergerak masuk ke dalam.

__ADS_1


"Emmmhhh... ahhh...ahhh..."


Tubuh Zhoya menegang merasakan ada yang akan keluar dari pusat intinya, dia menggerakkan tubuhnya dengan begitu cepat, menekan kepala Morgan, sementara Morgan mempercepat gerakan lidahnya, sampai akhirnya Zhoya telah mencapai kli-m@ksnya.


"Kak... aku... aku... ahhhh!"


Zhoya mengerang panjang, tubuhnya bergetar seakan terkena aliran listrik, begitu gelombang hangat itu keluar dengan cukup banyak.


Morgan segera melepaskan celananya, dia menindih tubuh sang istri, mencium bibir Zhoya, perlahan-lahan Zhoya membalas ciumannya, dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri yang begitu sangat merindukan Morgan.


Morgan menyunggingkan seulah senyuman di sela-sela ciuman mereka karena akhirnya Zhoya membalas ciumannya, mereka saling membelitkan lidah, saling menukar saliva, saling melu-mat, dan saling menautkan bibir mereka.


Zhoya membulatkan matanya begitu merasakan ada yang menyeruak masuk ke dalam pusat intinya, sampai senjata Morgan memenuhi miliknya.


"Ahhh...." Zhoya melepaskan ciumannya, dia sedikit meringis, mungkin karena ini kedua kalinya mereka melakukannya, makanya masih terasa perih, apalagi ukuran Morgan yang terbilang begitu besar.

__ADS_1


Morgan tak langsung menggerakkan miliknya, "Apa masih sakit?"


__ADS_2