
Prang...
Terdengar suara pecahan kaca berserakan di acara grand opening restoran itu, membuat semua orang yang ada disana menatap Morgan dan Disha yang tak sengaja bertabrakan, dan minuman yang dibawa oleh Disha jatuh ke lantai.
Sementara Zhoya nampak mematung memperhatikan Morgan dan Disha yang saling berpandangan. Rasanya hatinya begitu teriris melihat cara mereka berpandangan seakan-akan dialah orang ketiga diantara mereka berdua.
Siapa yang tak akan terkejut jika orang yang pernah berarti di dalam hidupnya, orang yang pergi begitu saja tanpa alasan, tiba-tiba bertemu lagi. Begitupun pada Morgan, dia tidak menyangka bisa bertemu dengan Disha kembali.
Darwin tercengang begitu melihat Disha, rupanya orang yang pernah dia lecehkan bekerja disana, namun dia tidak mengerti saat melihat cara menatap Morgan dengan Disha, sepertinya mereka saling mengenal.
Drrrtt... Drrrtt...
Ponsel Darwin bergetar, rupanya ada pesan dari Asistennya.
__ADS_1
[Saya sudah memeriksa CCTV di bar tempat Disha bekerja 4 tahun yang lalu, rupanya 4 tahun yang lalu Morgan Xavier sering mengantar-jemput Disha ke bar.]
Darwin mengerutkan keningnya, apakah mungkin dulu Disha dengan Morgan memiliki hubungan special? Apakah mungkin pria yang Disha cintai itu Morgan? Lantas siapakah ayahnya Shiva jika bukan dirinya? Apakah jangan-jangan Morgan ayahnya Shiva?
Jujur saja Morgan malam ini begitu kaget saat melihat Disha, sampai dia tak mampu berkata apa-apa. Dia tidak tau harus bersikap bagaimana pada mantan kekasihnya itu. Namun dia sadar diri, sekarang ini dia berada dimana, semua orang disana sedang memperhatikannya, apalagi dia seorang publik figur, tidak mungkin dia membahas masa lalu pada Disha walaupun dia sangat penasaran mengapa Disha pergi meninggalkannya.
Dan ada hati yang harus dia jaga, dia tidak ingin Zhoya tau kalau Disha adalah mantan kekasihnya. Karena bagaimanapun juga dia tau kalau Zhoya mencintai dirinya.
"Emm... ma-maaf, aku gak sengaja." Morgan pura-pura tidak mengenali Disha.
Padahal Zhoya sudah tau semuanya, dia malah sakit melihat sikap mereka yang pura-pura tidak saling mengenal. Dia terpaksa menghampiri mereka, bersikap seolah-olah tidak tau dengan masa lalu mereka.
"Kak Morgan." Sapa Zhoya, dia pura-pura tersenyum. Tidak mungkin dia tidak menyapa suaminya, dia tidak ingin kerenggangan hubungan mereka diketahui oleh publik.
__ADS_1
Morgan langsung menghampiri Zhoya, "Oh Zhoy." katanya dengan terengah-engah, mungkin karena kecapean harus berlari maraton ke restoran selama dua jam.
Kemudian Morgan menatap Disha yang lagi membersihkan pecahan kaca, dia ingin menolongnya karena dia yang menyebabkan gelas itu pecah. Namun dia tidak tidak bisa melakukannya.
Zhoya menyuruh seorang waiter untuk membantu Disha, "Tolong kamu bantu dia."
"Baik, Nona."
Darwin hanya tersenyum smrik memperhatikan semua itu, rupanya Morgan bukan hanya bisa berakting di dunia perfilman, tapi juga dia dunia nyata. Jelas-jelas dia dulu begitu dekat dengan Disha, bahkan mungkin dulu mereka memiliki hubungan yang sangat special, tapi dia bersikap seolah-olah tidak mengenali Disha.
Beberapa pengusaha menyapa Morgan, kemudian dari salah satu diantara mereka ada yang bertanya. "Saya pikir anda tidak akan hadir ke acara grand opening restoran istri anda."
"Tentu saja saya harus hadir." Ucap Morgan, kemudian dia memperhatikan Disha yang sedang membereskan pecahan kaca bersama seorang waiter. Lalu pandangannya beralih ke Zhoya yang sedang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
Kebimbangan melanda diri Morgan, dia ingin sekali diberikan kesempatan untuk bertanya pada Disha, kesalahan apa yang dia perbuat sampai Disha pergi meninggalkan dirinya? Namun dia juga ingin menghargai Zhoya, dia tidak ingin hubungan dia dengan Zhoya semakin merenggang jika Zhoya tau Disha adalah mantan kekasihnya.