Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Tujuh Puluh


__ADS_3

Restoran Tirai Bambu malam ini sangat kewalahan sekali, makanya para pegawai harus bekerja ekstra malam ini karena para pengunjung terus saja berdatangan tiada henti.


Zhoya memperhatikan Morgan yang tengah sibuk foto bersama dengan para pengunjung disana. Rupanya pria itu belum menyerah juga, padahal Zhoya sudah berusaha untuk tidak peduli padanya. Dia tidak boleh goyah dengan apa yang Morgan lakukan malam ini.


"Wah, makanannya sangat enak, mulai besok saya akan berlangganan ke restoran ini." guman salah satu pengunjung disana.


"Aku juga sama, aku akan setiap hari datang kesini" timpal salah satu pengunjung lagi.


Tepat jam 9 malam, sudah waktunya restoran ditutup. Zhoya memberikan bonus kepada semua karyawan disana karena malam ini Zhoya mendapatkan keuntungan yang lumayan besar.


Sekarang hanya ada Zhoya dan Morgan, sementara Hana sudah pulang dari sore di jemput oleh Galvin, dan Boy sudah pulang setengah jam yang lalu, pastinya Morgan harus memberikan bonus pada managernya itu.


Namun tetap saja sikap Zhoya begitu dingin pada Morgan, walaupun dia harus mengucapkan rasa terimakasih kepada pria yang masih berstatus suaminya itu. Karena Morgan, restorannya menjadi banyak pengunjung.


"Terimakasih sudah membantu restoran aku, sudah jam sembilan, aku harus pulang." Zhoya mengatakannya dengan nada dingin.


Namun Morgan memegang lengan Zhoya, mencegahnya untuk pergi. "Apa kamu tidak merindukan aku? Kita sudah lama tidak bertemu dan saling bicara."

__ADS_1


Zhoya pura-pura tersenyum, walaupun senyumannya itu begitu datar. "Aku rasa tidak ada yang harus kita bicarakan. Mulai besok kak Morgan tidak perlu datang kesini lagi."


"Apa kamu yakin ingin berpisah dengan aku?"


Zhoya menganggukkan kepala, "Ya, lagian pernikahan kita ini hanya sandiwara, pada akhirnya kita akan bercerai sesuai kesepakatan kita. Setelah kita bercerai, aku akan pindah ke Amerika. Dan restoran ini akan aku percayakan sama karyawan kepercayaanku nanti."


Morgan menatap Zhoya dengan begitu dalam, dia rasa Zhoya tidak main-main dengan ucapannya. Mungkin Zhoya sudah terlanjur sakit karenanya, dia tidak tau bagaimana menyembuhkan rasa sakit itu.


"Bagaimana kalau aku mencintai kamu? Apa itu bisa membatalkan niat kamu untuk berpisah dengan aku." Morgan mengatakannya dengan sungguh-sungguh.


Seandainya kata cinta itu Morgan mengatakannya sedari dulu disaat dia benar-benar mengharapkan kata cinta terucap dari Morgan. Namun dia sudah lelah didalam penantiannya. Apalagi setelah dia mendengar tentang Morgan dan Disha dari Darwin.


Mata Zhoya membulat mendengarnya, bagaimanapun juga pasti dia sangat ingin bertemu dengan ibu mertuanya. Walaupun untuk terakhir kalinya.


"Apa kamu bisa bertemu dengan mama? Sekali saja!" Morgan mengatakannya dengan nada memohon.


...****************...

__ADS_1


Zhoya tidak bisa menolak permintaan Morgan, apalagi saat mendengar Bu Widdy ingin bertemu dengannya.


Malam ini juga Morgan membawa Zhoya ke kediaman Pak Gara, dia ingin mempertemukan Zhoya dengan sang mama.


Pak Gara memilih diam di ruang kerja, dia tidak ingin menyapa menantunya itu. Sementara Ervan masih asik berhura-hura dengan teman-temannya di bar.


"Mah, ini Zhoya." Morgan memperkenalkan Zhoya pada Bu Widdy yang sedang duduk di kursi roda, di kamarnya.


Bu Widdy nampak sumringah menatap sang menantu, dia rasa Morgan sangat beruntung mendapatkan istri seperti Zhoya, Zhoya terlihat begitu sangat cantik, dan terlihat dia gadis yang baik dan sopan.


Zhoya berlutut di depan Bu Widdy, dia mencium tangan Bu Widdy, "Mama."


Bu Widdy langsung memeluk Zhoya, "Terimakasih kamu sering membantu merawat mama. Morgan sangat beruntung mendapatkan kamu. Bik Nani bilang, Morgan sangat terlihat bahagia sekali setelah menikah dengan kamu. Mama sangat lega mendengarnya."


Mata Morgan berkaca-kaca mendengarnya, ucapan sang mama memang benar. Setelah hidup bersama Zhoya, dia merasa dunianya kembali hidup. Dia sangat menyesali kebodohannya yang terlambat menyadari perasaannya.


Perkataan Bu Widdy membuat hati Zhoya tesentuh, namun dia tidak mungkin bisa hidup bersama Morgan, apalagi setelah dia tau dari Darwin beberapa hari yang lalu kalau Morgan memiliki anak dari Disha. Hati siapa yang tidak terluka mendengarnya, namun dia harus memendam sendirian rasa sakit itu.

__ADS_1


Apalagi Darwin mengajak Zhoya untuk mempercepat rencana pernikahan mereka, setelah dia bercerai dengan Morgan. Dan mereka akan tinggal di Amerika. Walaupun Zhoya tidak mencintai Darwin, namun dia sangat tau bagaimana besarnya cinta Darwin untuknya. Sementara Morgan, dia adalah pria yang masih terbelenggu masa lalu, bahkan sudah ada buah hati diantara dia dengan Disha.


__ADS_2