Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Empat Puluh


__ADS_3

Ciuman Morgan turun ke bawah, kedua tangannya menurunkan ce-l@-na d@lam Zhoya, sampai Zhoya merasakan ada benda lunak, lembut dan basah itu menyentuh bagian intinya.


"Ahhh...ahhh kak Morgan!" Zhoya merengek manja, kali ini rasanya sungguh menggila, seakan dia terbang tinggi dengan begitu cepat dan melayang-layang di udara, sampai tubuh Zhoya menggelinjang tak tahan dengan kenikmatan yang Morgan lakukan dengan mulutnya di area intinya.


Pria benar-benar pemain yang handal, membuat Zhoya dibuat mabuk kepayang, apalagi saat Morgan mulai mencumbu milik Zhoya dengan begitu lembut, seraya menggerakkan lidahnya, menari-nari mengeksplorasi di setiap inci kelembutan area inti Zhoya.


"Ahhh... kak!" Zhoya menjerit saat merasakan lidah Morgan menelusup masuk ke dalam, bergerak menggoda keluar masuk dengan begitu pelan.


Zhoya mencengkram sperai dengan sekuat tenaga untuk menahan segala kenikmatan untuk pertama kalinya dia rasakan, sampai tubuhnya ikut bergerak berharap Morgan melakukan lebih dari ini.


Des@han Zhoya membuat Morgan semakin bergairah, dia melebarkan paha Zhoya, memperdalam ciumannya dengan area inti Zhoya, Zhoya tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang, dia hanya bisa terus meracau, kemudian tangannya tanpa sadar menekan kepala Morgan.


"Ahhh...ahhh..."


Sampai Zhoya merasakan ada yang akan tumpah di baginya pusat intinya, sehingga tubuhnya menegang, lalu bergetar hebat, "Ahhh... kak lepas, aku mau pipis!"

__ADS_1


Bukannya melepaskan, Morgan semakin rakus mencumbu milik Zhoya, dia memegang kedua tangan Zhoya, sampai Zhoya menjerit mempererat genggaman tangan Morgan, begitu gelombang itu keluar dibawah sana.


"Ahhh... kak...ahhh..."


Morgan sangat menyukai aromanya, sehingga dia menghisapnya sampai habis dan menjilatinya.


"Ahhh.... kak Morgan!" Zhoya semakin dibuat gila.


Zhoya terengah-engah, setelah merasakan pelepasan pertamanya, dia memandangi Morgan yang mulai membuka celananya, sepertinya pria itu sudah tidak sabar ingin segera menyatukan kedua tubuh mereka.


Zhoya merinding melihat bagaimana kokohnya milik Morgan, panjang dan berurat, sampai hatinya berdebar-debar karena sebentar lagi benda tumpul itu akan masuk ke dalam dirinya.


Morgan menggesek-gesekan sang jantan ke area inti Zhoya bagian luar untuk melakukan perkenalkan dulu.


Pria itu sangat pintar memancing gairah Zhoya, rasanya begitu tidak tahan, ingin segera merasakan bagaimana benda itu masuk ke dalam, walaupun kata orang pertama kali melakukannya rasanya menyakitkan, dia tidak tau sesakit apakah itu.

__ADS_1


Morgan merayap, memposisikan dirinya berada diatas Zhoya, dia mencium bibir Zhoya, Zhoya menyambut ciuman itu dengan penuh cinta.


Morgan melepaskan ciuman, dia memandangi gadis dihadapannya itu, "Kamu sudah siap?"


Zhoya mengangguk pelan walaupun sebenarnya dia sangat gugup sekali.


"Mungkin awalnya kamu akan kaget dan sakit, tapi hanya sebentar." Morgan tau gadis itu sangat polos sekali, karena itu dia harus memberitahu Zhoya agar Zhoya tidak kaget. Walaupun dia juga sebenarnya belum pernah melakukannya dengan seorang perawan, karena wanita-wanita yang pernah tidur dengannya sama-sama hanya ingin bermain saja saling memuaskan.


Morgan mulai mengarahkan senjatanya yang sudah berdiri tegak ke dalam area inti Zhoya, dia menekannya, menerobos masuk ke dalam.


"Argghhh!" Zhoya kaget saat merasakan benda tumpul itu menyeruak masuk ke dalam dirinya, semakin Morgan berusaha untuk semakin menekan ke dalam, Zhoya merasakan perih di area intinya.


"Ahhh.... sakit kak." Zhoya pikir rasanya tidak akan sesakit ini, dia meringis merasakan ada yang sedikit robek di dalam sana.


Morgan berusaha untuk melakukannya dengan pelan tapi pasti, biasanya langsung blass begitu saja, namun kali ini berbeda, ada sesuatu yang menghalangi di dalam sana, mungkin itu yang dinamakan selaput darah ke-pe-rawa-nan.

__ADS_1


"Tahan sebentar ya." Morgan sudah di buat kalang kabur, padahal baru masuk seperempat, tapi rasanya sungguh luar biasa. Sepertinya dia harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk membobolnya.


Zhoya rasa dia tidak sanggup untuk meneruskannya, "Kak, ini beneran sakit. Lain kali aja ya!"


__ADS_2