
Disha sangat frustasi sekali karena tidak menemukan keberadaan Shiva juga, makanya dia berinisiatif untuk melaporkannya ke pihak berwajib. Karena dia sudah tidak tau harus mencari Shiva kemana lagi, sampai dia menangis.
"Ahhh... Shiva, kamu dimana sayang?"
Bagi Disha, karena Shiva lah dia berusaha menjadi wanita kuat selama ini. Dia melupakan rasa cintanya untuk Morgan, demi Shiva.
Walaupun dia terpaksa harus menitipkan Shiva ke tempat penitipan anak selama dia bekerja, karena dia harus mencari uang untuk membiayai hidup mereka.
Makanya dia begitu membenci pria bernama Darwin, Disha pernah melihatnya di layar televisi, seorang CEO sukses pewaris CSTV, gara-gara Darwin dia harus mengubur dalam-dalam mimpinya untuk bisa hidup bersama Morgan. Apalagi dia masih ingat bagaimana pria itu memperlakukannya seperti seorang pe-la-cur.
Rupanya disana ada Darwin dan Shiva, Darwin sengaja menyerahkan Shiva ke kantor polisi, karena dia harus segera pergi ke kantor.
Namun Shiva tidak ingin ditinggal pergi oleh Darwin, anak kecil itu malah memeluk Darwin, kebetulan Shiva sedang duduk di pangkuan pria dewasa itu.
"Jangan tinggalin Shiva om, Shiva takut." Shiva takut dengan para polisi yang ada disana, mungkin karena dia tidak mengenali mereka, anak itu belum tau apa-apa tentang polisi.
Darwin menjadi tidak tega meninggalkannya, dia terpaksa membalas pelukan Shiva, "Jangan takut, Shiva tau polisi? Polisi itu orang-orang yang bertugas menangkap para penjahat, mereka semua baik."
"Tapi Shiva takut om." gadis kecil itu malah menangis.
Entah mengapa Darwin merasa tersentuh saat Shiva memeluknya dengan erat, membuat hatinya bergetar. Makanya dia memutuskan untuk tidak pergi dulu dari kantor CSTV.
Seorang polwan menghampiri mereka, dia mencoba membujuk Shiva untuk ikut dengannya. "Shiva mau tante gendong? Tante punya coklat yang banyak lho."
__ADS_1
Shiva menggelengkan kepala, "Gak mau, aku mau sama om ini."
Polwan itu tertawa kecil, "Sepertinya dia sangat menyukai Anda, Tuan Darwin."
"Hmm... iya sepertinya begitu." Darwin ikut tertawa, sebenarnya dia tidak mengerti mengapa Shiva menyukainya, apa karena tadi dia memberikan Shiva coklat.
Darwin segera berdiri, dia menggendong Shiva, menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut untuk menenangkannya.
"Permisi!"
Mereka mendengar seorang wanita masuk ke kantor polisi, rupanya dia Disha, Disha tak sengaja melihat Shiva yang sedang di gendong Darwin, betapa terkejutnya dia begitu melihat Shiva berada di dalam pangkuan Darwin. Padahal dia berusaha keras agar tidak pernah membiarkan Darwin bertemu dengan Shiva.
Begitu juga Darwin, matanya membulat begitu melihat Disha, seorang gadis yang sudah dia tiduri dengan secara paksa 4 tahun yang lalu.
"Mama!" Teriak Shiva.
Darwin melepaskan Shiva, Shiva berlari dengan kencang ke arah Disha, dan langsung di gendong oleh Disha.
"Ya ampun, Shiva. Kamu kemana aja sayang." Disha menangis sambil mengusap rambut Shiva.
Mata Disha tertuju para seseorang yang sangat dia benci, sangat membuatnya muak. Dia langsung pergi begitu saja dari kantor polisi itu.
Darwin masih mematung, dia tak percaya bisa bertemu dengan Disha kembali, apalagi sekarang Disha sudah memiliki anak. Membuat dia penasaran siapa ayahnya Shiva.
__ADS_1
Darwin segera berlari mengejar Disha, dia berdiri di depan Disha untuk menghalanginya jalan, "Tunggu dulu, kita harus bicara."
Disha menatap tajam pada pria itu, "Tidak ada yang harus kita bicarakan. Aku tidak sudi bertemu dengan pria brengsek seperti kamu lagi."
"Iya aku tau, aku brengsek. Karena itu aku ingin minta maaf sama kamu."
Disha menyeringai, "Apa dengan perkataan maaf bisa mengembalikan kehidupan aku ke 4 tahun yang lalu? Kamu sudah menghancurkan hidup dan impian aku."
"Karena itu aku akan melakukan apa saja untuk menebus kesalahan aku."
"Dengan cara apa?".
Darwin tergagap-gagap, dia nampak kebingungan di beri pertanyaan seperti itu. " Aku...aku..." Namun Darwin lebih penasaran dengan Shiva, "Apa Shiva anakku?"
Shiva hanya diam, memperhatikan kedua orang dewasa yang tengah bersitegang.
"Bukan, dia anak dari pria yang aku cintai." Disha terpaksa berbohong, dia takut jika Darwin tau Shiva adalah anaknya, Darwin akan merebut Shiva darinya.
"Benar kah? Jangan membohongiku!"
"Memang begitu kenyataannya. Karena itu anggap saja tidak pernah terjadi sesuatu diantara kita." Setelah mengatakan itu, Disha langsung pergi begitu saja.
Darwin melihat Shiva tersenyum padanya, gadis itu melambaikan tangannya pada Darwin. "Dadah om!"
__ADS_1
Tanpa Darwin sadari Darwin tersenyum membalas lambaian tangan Shiva, kemudian dia tertegun begitu menyadari apa yang telah dia lakukan, padahal sebelumnya dia tidak menyukai anak kecil. "Apakah dia benar-benar bukan anakku? Lalu siapa ayahnya? Aku harus mencari tau siapa pria yang dimaksud Disha."
Darwin hanya ingin memastikan kalau Shiva anaknya atau bukan, agar dia bisa hidup tenang setelah nanti dia menikah dengan Zhoya.