
Morgan sudah tak tahan lagi, dia segera berdiri dan berjalan ke arah Zhoya, mencium bibirnya dengan rakus, sementara kedua tangannya mere-mas-re-mas buah dada Zhoya, Zhoya sangat kewalahan mengimbangi keagresifan Morgan. Mantan sang casanova sudah lama berpuasa, Morgan pasti akan terus menggempurnya hari ini.
Zhoya memejamkan matanya, merasakan manisnya bibir Morgan mengecap bibirnya. Perlahan dia membalas ciuman Morgan. Mereka bertukar saliva, saling menyahut dengan gerakan bibir masing-masing.
Deru nafas kedua insan semakin bergelora, luma-tan demi luma-tan seolah menambah gairah. Lidah saling membelit seolah-olah tak mau lepas.
Pagutan tak mau berhenti, saling mengabsen disetiap rongga mulut mereka. Sementara tangan Morgan tiada hentinya memainkan buah dada Zhoya. Membuat Zhoya mengerang di sela-sela ciuman panas mereka.
"Ahhh..." Zhoya mende-sah saat merasakan bibir Morgan menyentuh lehernya.
Morgan memberikan hisap-hisap kecil di leher jenjang Zhoya, membuat Zhoya semakin mende-sah.
__ADS_1
Mendengar desa-han Zhoya yang begitu menggoda membuat Morgan semakin semangat menggerayangi tubuh Zhoya, kini bibir Morgan turun ke bawah, dia melahap area puncak di dada Zhoya, memberikan hisapan yang begitu kuat.
"Ahhh...kak..." Pria itu selalu saja membuat Zhoya tak berdaya, dia tidak malu lagi untuk mende-sah dengan begitu leluasa, toh di Villa hanya ada mereka berdua.
Zhoya memeluk kepala Morgan, membiarkan Morgan menikmati dua buah dadanya secara bergiliran, hisapan Morgan pada bagian pu-tingnya membuat Zhoya menggila.
Morgan memainkan pu-ting dengan lidahnya, membuat Zhoya semakin merasa geli, tangan Zhoya bergerak lincah mere-mas rambut Morgan. Tubuh Zhoya menegang, menahan disetiap sentuhan Morgan pada tubuhnya. Pria itu sangat mahir sekali membuat Zhoya meremang tak karuan, dia terus menyebutkan nama sang suami di setiap des-hannya.
Tangan Morgan gerak pelan menyusuri kelembutan milik Zhoya, bergerak hilir mudik menggoda Zhoya, membuat tubuh Zhoya menggeliat, dia memeluk kembali kepala Morgan yang sedang dia susui.
"Ahhh... kak... Morgan!" Zhoya di buat gila saat Morgan menaikan ritme gerakan jemarinya. Namun pria itu malah menyirangai dengan penuh rasa puas, suara de-sahan Zhoya begitu terdengar sangat indah di telinganya, mengalahkan lagu yang sedang booming sekarang.
__ADS_1
Morgan merebahkan Zhoya diatas Meja yang lumayan besar itu, sementara dirinya masih dalam posisi berjongkok karena posisi meja tidak terlalu tinggi, sehingga wajahnya kini saling berhadapan dengan milik Zhoya.
Morgan melebarkan kedua paha Zhoya, Morgan melahap area inti Zhoya disertai dengan hisapan yang begitu lembut.
"Owhh...." Zhoya memegang ujung meja, untuk memberikannya kekuatan saat pria itu begitu rakus bermain dengan area intinya. Apalagi saat dia merasakan lidah Morgan bergerak begitu lembut membelai mlikinya.
"Kak..." Zhoya telah kehabisan akal sampai tak mampu berkata saat merasakan lidah Morgan menelusup masuk ke dalam, dia menjerit manja begitu merasakan bagaimana lembutnya lidah Morgan terus bergerak keluar masuk, sampai tubuh Zhoya menegang.
Ckittt...
Mereka kaget saat mendengar suara sebuah mobil berhenti didepan Villa, membuat aktivitas panas mereka terpaksa berhenti, padahal naf-su mereka sedang berada di ujung tanduk, apalagi Zhoya sebentar lagi mau basah.
__ADS_1
"Siapa, Zhoy?" tanya Morgan dengan wajah memelas padahal dia ingi sekali bermain lato-lato dengan Zhoya hari ini.