Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Bonchap 13


__ADS_3

[Baiklah, aku menunggu kamu di rumah. Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu.]


Darwin tersenyum ketika membaca balasan pesan dari Disha, tumben Disha langsung membalas pesan darinya, biasanya wanita itu hanya membacanya saja, jarang membalasnya, sekali membalaspun paling setelah terpaut waktu kurang lebih lima jam setelah dia mengirim pesan pada Disha. Itu juga hanya satu atau dua kata.


Disha ingin bicara apa padaku?


Hati Darwin bertanya-tanya, membuat dia tidak sabar ingin segera bertemu dengan Disha, dia sangat penasaran apa yang akan Disha bicarakan padanya.


Namun sayangnya saat ini dia masih meeting bersama Pak Liam, jadi harus bersabar menunggu meeting ini selesai.


"Katanya para investor yang lain memberikan kamu kesempatan selama tiga bulan untuk memperbaiki semuanya, agar bisa membawa CSTV kembali sukses." ucap Pak Liam.


"Iya, Om." Darwin menganggukkan kepala.


"Ya begitulah, kami sebagai investor memang gak mau rugi, Darwin. Om juga minta maaf sama kamu, kalau seandainya CSTV tidak menguntungkan kami, kami pasti akan mencabut saham kami. Ya walaupun sekarang ini keadaan CSTV mulai sedikit membaik, namun belum bisa mencapai rating teratas lagi seperti dulu. Walaupun Om sangat berharap CSTV bisa berjaya seperti dulu lagi. Dan kita masih bisa bekerjasama lagi."

__ADS_1


"Saya sedang berusaha untuk bisa membuat CSTV sukses lagi, Om. Saya yakin CSTV bisa kembali seperti dulu lagi." Darwin berusaha untuk membuat program -program yang menarik di CSTV, walaupun penontonnya masih sepi.


"Hm... Om dengar kamu cukup dekat dengan Morgan Xavier, kenapa kamu tidak meminta bantuan pada Morgan saja, dengan membuat sebuah acara tentang Morgan Xavier, om yakin rating CSTV akan kembali naik, pasti banyak yang menonton acaranya." usul Pak Liam.


Darwin memang sekarang ini berhubungan baik dengan Morgan, sampai dia sering bertanya apa makanan kesukaan Disha, hal apa yang Disha sukai dan tidak Disha sukai.


Namun beberapa hari yang lalu dari tim CSTV sudah datang ke DK Entertainment untuk menawarkan kerjasama dengan Morgan, tapi ternyata CSTV bukanlah perusahaan yang pertama kali ditolak oleh DK Entertainment di bulan ini, rupanya yang kesekian kalinya, DK Entertainment bilang Morgan tidak akan mengambil job dulu setelah syuting nanti.


"Saya memang dekat dengan Morgan Xavier, tapi dalam masalah pekerjaan, kami profesional, Om. Saya kalau mau bekerjasama dengan Morgan, harus melalui DK Entertainment dulu, sementara DK Entertainment menolak bekerjasama dengan kami."


...****************...


...Jika kamu ingin bertemu dengan anakmu lagi, datanglah sendiri ke rumah, dan jangan pernah memberitahu Darwin tentang ini. Jika kamu berani memberitahu Darwin, maka saya pastikan kamu tidak akan pernah bertemu dengan anakmu lagi....


Itulah isi surat dari Pak Ansel untuk Disha. Tangan Disha bergetar memegang surat itu, pikirannya sangat kacau sekali sore ini, membuat dadanya terasa begitu menyesakkan.

__ADS_1


"Astaga, Shiva!" Disha terisak, dia tidak tau harus berbuat apa sekarang. Tidak mungkin dia memberitahu Darwin tentang hal ini, dia takut dia tidak akan bisa bertemu dengan Shiva lagi.


Kemudian ada sebuah mobil berhenti di depan tempat penitipan anak itu, tepat di depan Disha.


Seorang pria berbaju hitam keluar dari mobil, rupanya dia adalah suruhan Pak Ansel untuk menjemputnya. "Tuan Ansel menunggu anda di rumah, lebih baik anda ikut saya sekarang."


Rupanya Disha telah berurusan dengan orang yang kejam, inilah alasannya mengapa dia takut sekali untuk membuka hati pada Darwin, karena dia tidak ingin terlibat dengan masalah seperti ini, yang akhirnya harus membuat dia terancam kehilangan Shiva.


"Dimana Shiva? Shiva baik-baik aja kan?" Disha sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya.


"Kenapa kalian tega sekali berbuat seperti ini pada kami?" Disha mengatakannya sambil menangis. Membuat kakinya terasa sangat lemas, seakan tak mampu untuk berdiri lagi. Tapi dia harus kuat, demi Shiva.


Pria itu sama sekali tidak peduli dengan kesedihan Disha, dia membukakan pintu agar Disha masuk ke dalam mobilnya. "Ayo cepat masuk, Nona!"


Disha terpaksa harus ikut bersama pria itu, dia menghapus air matanya, berjalan gontai masuk ke dalam mobil, yang penting baginya dia bisa bertemu dengan Shiva lagi.

__ADS_1


Padahal baru saja dia ingin mencoba membuka hati untuk Darwin, namun rupanya nasibnya memang seperti ini, dunia tidak mengizinkannya untuk hidup bahagia.


__ADS_2