Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Tujuh Puluh Sembilan


__ADS_3

Pak Zacky, Presdir dari DK Entertainment itu sangat marah sekali dengan berita negatif yang menyebar tentang Morgan Xavier, karena akan berimbas pada perusahaan agensinya.


"Lagi-lagi kamu bermasalah Morgan, gara-gara skandal kamu ini banyak perusahaan yang membatalkan kontrak kerjasama kita, mereka tidak ingin kamu menjadi bintang iklan produk mereka lagi. Bahkan Vixo Grup mengeluarkan kamu jadi BA." Skandal Morgan kali ini begitu fatal, berbeda dengan skandalnya bersama Zhoya, dulu dia memiliki banyak dukungan dari para penggemar untuk menikahi Zhoya, namun sekarang penggemarnya menjadi terpecah belah, ada yang masih setia menjadi penggemarnya dan ada juga yang berubah haluan menjadi hater dadakan.


"Bahkan Mr Jack kemungkinan akan membatalkan kontrak kerjasama kita jika ternyata terbukti skandal itu benar." sambung Pak Zacky.


Saat ini Morgan sedang berada di gedung agensinya tempat dia bernaung. Dia belum bisa keluar dari gedung karena di luar sana banyak sekali para wartawan dan para penggemar yang menunggu konfirmasi dari Morgan.


Morgan tidak bisa segampangnya bilang kalau Shiva bukanlah anaknya, dia harus memperlihatkan bukti dulu dengan menunjukkan hasil tes DNA, karena itu dia memilih bungkam dulu, apalagi dari pihak agensi belum mengizinkan dia untuk speak up.


"Nyatanya anak itu bukanlah anakku, aku tidak memiliki anak dari siapapun, Pak. Aku akan membuktikannya dengan melakukan tes DNA." Morgan mencoba meyakinkan Pak Zacky.


"Baguslah kalau ternyata dia bukan anak kamu. Jangan mengadakan jumpa pers dulu sebelum semua bukti sudah kamu dapatkan. Kamu harus benar-benar menunjukkan semua bukti kalau ternyata semua hanya fitnah." Pak Zacky mengatakannya dengan nada tegas.


"Baik, Pak." Morgan menganggukkan kepala.


"Cuma yang namanya sudah tercoreng, itu akan susah untuk bangkit lagi, susah akan mendapatkan kepercayaan lagi, walaupun itu hanyalah semua fitnahan. Karena itu saya selalu memperingatkan kamu untuk jangan bertindak gegabah."


Morgan mengerti dengan semua konsekuensinya, tapi dia tidak akan menyerah, dia harus menemui Disha, dia harus melakukan tes DNA dengan Shiva. Dia merasa bersalah pada anak itu karena wajahnya sudah tersebar luas di sosial media tanpa sensor.


...****************...

__ADS_1


Malam ini, Morgan berhasil keluar dari gedung DK Entertainment, dengan menyamar sebagai OB, dia harus meminjam seragam OB dengan menutup wajahnya memakai masker, agar tidak ketahuan oleh para wartawan dan para penggemar di luar gedung DK Entertainment.


Morgan langsung pergi ke rumah kontrakan Disha, dia ingin meminta izin pada Disha agar mengizinkannya untuk melakukan tes DNA dengan Shiva.


Morgan mengetuk pintu rumah kontrakan yang ditempati Disha itu.


Tok... Tok... Tok...


"Disha!"


"Disha, ini Morgan. Bisa kita bicara?"


Tok... Tok... Tok...


Rupanya Zhoya menyuruh Disha dan Shiva untuk tinggal di rumahnya yang baru Zhoya beli, rumah itu baru satu minggu Zhoya tempati selama dia pisah rumah dengan Morgan.


Disana Disha dan Shiva akan baik-baik saja karena ada dua security yang menjaga ketat di depan gerbang, jauh dari tetangga yang bawel.


"Kak Disha dan Shiva tinggal disini saja untuk sementara ini. Disini lebih aman." ucap Zhoya, dia memberikan banyak makanan untuk Shiva di dalam paper bag, "Ini untuk kamu." Dia tersenyum manis pada anak itu.


"Makasih tante." Shiva sangat senang sekali menerima pemberian dari Zhoya

__ADS_1


Disha sangat malu pada Zhoya, dia begitu baik padanya dan Shiva, dan dia juga sangat malu karena pernah berharap bisa kembali pada Morgan. Beruntung dia sudah menjelaskan semuanya tentang dia yang meninggalkan Morgan karena mengalami pelecehan, walaupun dia belum bisa bilang siapa yang melakukannya. Karena itu Zhoya sudah yakin Shiva bukanlah anaknya Morgan.


"Aku ingin Shiva dan Morgan melakukan tes DNA, bisa kan?" pinta Zhoya. "Bukannya aku gak percaya, tapi agar dunia tau kalau semua itu hanyalah fitnah semata."


"Tentu saja bisa. Aku akan membantu Morgan, aku minta maaf karena kedatanganku ini malah membuat masalah."


"Jangan menyalahkan diri sendiri. Aku yakin dari setiap masalah pasti ada jalan keluarnya."


Disha menatap Zhoya dengan penuh rasa kagum, gadis berusia 20 tahun itu sungguh memiliki pemikiran yang sangat dewasa.


Setelah itu, Zhoya pun pulang ke rumah, begitu dia keluar dari mobil, dia melihat Morgan yang sedang berdiri di depan pintu.


Morgan menudukan kepalanya, rasanya dia tidak memiliki kepercayaan diri untuk menatap Zhoya, namanya sudah tercemar, banyak yang menghujatnya, bahkan banyak yang memutuskan kontrak kerja sama dengannya.


Hidup dan karirnya di ambang kehancuran.


Mata Zhoya berkaca-kaca melihatnya, pastinya dia ikut merasakan hancur dengan masalah yang menimpa suaminya. Dia harus menurunkan sedikit egonya, dia berjalan menghampiri Morgan. "Kak..."


Morgan memberanikan diri untuk menatap Zhoya, matanya begitu sayu, rasanya begitu berat memikul beban seperti ini, apalagi dia tau dari papanya kalau Pak Dean sudah menarik kembali uang perusahaan.


Pantaskah dia bersanding dengan Zhoya? Pria yang karir dan citranya hancur, rasanya dia tidak memiliki harga diri di depan istrinya itu.

__ADS_1


Morgan menarik Zhoya ke dalam pelukannya, memeluknya dengan erat, "Izinkan aku untuk memeluk kamu sebentar saja, Zhoy. Maafkan aku, karena kamu sudah menikah dengan pria sampah seperti aku." lirihnya.


__ADS_2