Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Enam Puluh Satu


__ADS_3

Rupanya Morgan sudah sampai di ibukota, mungkin karena sekarang bertepatan dengan hari weekend makanya kendaraan di jalan raya begitu macet, sampai dua jam lamanya taksi yang ditumpangi Morgan hanya bisa bergerak maju sebentar-sebentar saja.


Morgan nampak gelisah, dia memperhatikan suasana di jalan raya sana, begitu macet total, padahal sekarang sudah menunjukkan jam 9 malam.


"Haduh, masih macet nih Mas." keluh supir taksi, dia tidak tau kalau orang yang menumpangi taksinya adalah seorang aktor terkenal, karena Morgan menutup wajahnya dengan masker, dan memakai topi.


Morgan tidak berkata apa-apa, dia hanya bisa menghela nafas, dia pasti telat sekali datang kesana.


Tidak ada cara lain lagi, lebih baik dia berlari saja kesana, karena kondisi di jalan raya begitu macet, tidak mungkin dia harus naik kendaraan lain. "Hmm... ya sudah pak, aku turun disini saja." Morgan memberikan uang kepada supir taksi itu.


"Wah ini kelebihan, Mas."


"Gak apa-apa, ambil aja." Morgan segera keluar dari taksi, dia terpaksa harus berlari kesana, walaupun jaraknya lumayan jauh, mungkin butuh satu jam untuk sampai ke restoran Zhoya.


...****************...


Darwin memberikan sebuket bunga untuk Zhoya, dia tersenyum memandangi gadis yang dicintainya itu, "Ini bunga untukmu."


Zhoya tidak enak hati menerima bunga itu, dia takut ada orang lain yang memperhatikannya.


"Ambil aja, bukannya orang lain juga sama ada yang memberikan bunga untukmu?" Darwin menyatakannya dengan begitu tenang.


Zhoya pun terpaksa menerimanya, "Emm... iya terimakasih kak,"

__ADS_1


Darwin tersenyum, pandangannya tak bisa lepas dari wajah cantik Zhoya. "Kamu sangat cantik, Zhoy. Rasanya aku tidak sabar menunggu hari itu tiba, hari dimana aku bisa memiliki kamu."


"Kak gak enak kalau kedengeran orang." cela Zhoya.


"Kenapa Morgan tidak datang?"


"Kak Morgan masih ada kerjaan di kota B, dia sangat sibuk sekali akhir-akhir ini."


Darwin mengangguk-anggukan kepala, "Hm... itu artinya dia tidak memprioritaskan kamu. Makanya dia tidak datang. Karena mungkin pernikahan kalian hanya sandiwara makanya untuk apa juga Morgan peduli padamu. Disini aku yang paling peduli sana kamu, Zhoy."


Tanpa mereka sadari, Disha tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, karena dia sudah selesai memasaknya, makanya ingin membantu pekerjaan waitress sekalian ingin melihat bagaimana suasana pesta disana.


Disha sangat kaget mendengarnya, rupanya pernikahan Morgan dengan Zhoya hanyalah sebuah sandiwara, dia pikir Morgan menikah dengan Zhoya karena mencintai Zhoya, rupanya hanyalah pernikahan palsu. Disha segera pergi ke bagian belakang restoran.


"Jadi pernikahan mereka hanya Sandiwara? Apa itu artinya mungkin saja Morgan masih memiliki perasaan padaku?" Padahal Disha tadinya tidak mengharapkan Morgan untuk kembali padanya, dia hanya ingin bisa melihat pria itu secara diam-diam, namun dia dikejutkan dengan fakta pernikahan Morgan dengan Zhoya.


Disha memperingatkan hatinya, dia harus fokus bekerja, dia menghirup nafas dalam-dalam. Kemudian mengambil minuman untuk mengantarkannya ke para tamu undangan.


Namun tanpa sengaja, ada seseorang yang menubruknya.


Prang...


Membuat minuman yang dia bawa itu jatuh berserakan di lantai.

__ADS_1


"Oh, ma-aaf. Aku buru-buru sekali." Ucap pria itu dengan terengah-engah sambil membuka maskernya.


Rupa pria itu Morgan, dia sangat terkejut begitu melihat siapa yang ada dihadapannya.


Begitu juga Disha, dia tidak menyangka bisa melihat Morgan lagi dengan jarak yang begitu sangat dekat.


Kejadian itu telah menimbulkan perhatian karena suara pecahan gelas yang berhamburan di lantai. Makanya Zhoya segera melangkahkan kakinya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Zhoya menghentikan langkahnya begitu melihat Morgan yang nampak terkejut begitu melihat Disha, begitu pun Disha. Membuat mereka saling berpandangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Promo Novel...


Jangan lupa mampir ke karya ka Vita Zhao, novelnya sangat bagus.


...Cinta Untuk Elmira...


Elmira Revalina Putri. Dia merasa sangat bahagia karena bisa menikah dengan laki-laki yang sangat dia cintai. Meskipun laki-laki tersebut tidak pernah mencintai dirinya, dan hanya mencintai wanita pilihannya.


Edgar Emilliano Addison. Demi kedua orang tuanya, ia terpaksa harus menikahi gadis yang sama sekali tidak ia cintai. Dalam pernikahan itu, Edgar memperlakukan Elmira dengan sangat buruk. Elmira selalu sabar dalam menghadapi sikap Edgar.


Akan tetapi, ada kalanya hati Elmira merasa lelah dengan sikap Edgar yang terlalu semena-mena terhadapnya, dan tidak pernah menganggap dirinya ada.

__ADS_1


Akankah Elmira bertahan dengan sikap Edgar? Atau memilih berpisah dengan laki-laki yang sangat ia cintai itu?



__ADS_2