Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Enam Puluh Sembilan


__ADS_3

Ervan sangat merasa kesal karena ibu tirinya ternyata sudah siuman, walaupun dia dari dulu di rawat oleh Bu Widdy, namun bagi Ervan tidak akan ada yang menggantikan posisi ibunya di hatinya dan di rumah ini, walaupun ibunya sudah meninggal saat dia masih kecil.


Mungkin Ervan mengira Bu Widdy adalah selingkuhan papanya, padahal papanya menikah dengan Bu Widdy setelah 4 bulan ibunya meninggal. Pak Gara menikahi Bu Widdy agar ada yang mengurus Ervan.


Ervan tidak bisa menerima dengan kehadiran Morgan juga, makanya dari kecil dia sering memitnah Morgan agar mendapatkan hukuman dari Pak Gara, dia tidak ingin kasih sayang sang papa terbagi dengan keluarga barunya.


"Ervan, papa ingin bicara." ucap Pak Gara kepada Ervan yang hendak mau pergi, Ervan memang tidak betah di rumah, dia terbiasa dengan hidup berpoya-poya bersama teman-temannya.


Ervan terpaksa mengikuti sang papa ke ruang kerja, dia duduk di kursi sofa disana, "Ada apa, Pah?"


"Papa sudah tua, papa ingin sekali melihat kamu akur dengan Morgan, bagaimanapun juga Morgan itu anak papa."


Ervan malah nyengir, "Tapi aku tidak pernah menganggap dia adik aku. Kenapa papa tiba-tiba baik padanya?"


"Karena selama ini Morgan yang sudah banyak membantu papa, rumah ini hampir saja di sita karena ulahmu, perusahaan papa juga bangkrut, sampai Morgan yang harus menangung semua kesalahan kamu." Pak Gara sadar jika selama ini dia telah bersikap tidak adil kepada Morgan.


Ervan menyeringai, "Hanya karena itu hati papa menjadi luluh padanya?"


Pak Gara terdiam, dia memang tidak bisa bersikap keras kepada Ervan.


"Jujur aja aku malas harus membahas anak itu. Hhh... Hari ini aku mau nongkrong sama teman, nanti transfer aku 10 juta Pah." ucap Ervan sambil melangkah pergi, dia tidak ingin banyak berdebat dengan papanya, apalagi kalau membahas soal Morgan.


Pak Gara hanya menghela nafas, dia terpaksa harus mentransfer uang lagi untuk anak kesayangannya itu.

__ADS_1


...****************...


Sudah satu minggu Zhoya dengan Morgan tidak pernah berkomunikasi, Zhoya selalu berusaha untuk menghindari Morgan, dia sudah benar-benar ingin mengakhiri pernikahan mereka walaupun hatinya memang masih berat untuk berpisah dengan Morgan.


Selama satu minggu itu, Zhoya tinggal di sebuah rumah yang letaknya tak jauh dari restoran, Zhoya tidak pernah bercerita sama sekali soal masalahnya pada Hana dan Galvin. Mereka mengira hubungan dia dengan Morgan baik-baik saja.


Hari ini Zhoya mendapatkan pesan dari Disha kalau dia tidak akan masuk kerja karena ada urusan penting, entah urusan apa itu.


Zhoya sudah satu minggu membuka kembali Restoran Tirai Bambu, namun selama itu restorannya masih sepi pengunjung. Padahal dia sudah melakukan banyak promisi, ternyata belum bisa menyaingi restoran bintang lima di kota ini. Padahal menurut Zhoya, kualitas makanan dan minumannya tidak mengecewakan.


"Padahal sudah satu minggu restoran ini dibuka, ternyata masih sepi kak." keluh Zhoya pada Hana, mungkin karena dia baru terjun ke dunia bisnis makanya dia tidak tau harus berbuat apalagi agar restorannya ramai.


Hana memang sering menyempatkan diri untuk mampir ke restoran.


Zhoya tersenyum ceria, "Iya kak, go go semangat!" Zhoya mengatakannya dengan penuh semangat. Dia pura-pura ceria di depan semua orang, padahal hatinya sedang tidak baik-baik saja. Terkadang dia menangis tiap malam.


"Aaaa...."


"Morgan Xavier!"


Zhoya dan Hana mendengar suara banyak perempuan yang begitu ramai di depan restoran, mereka terkejut saat melihat ada Morgan di depan restoran, dia gandrungi oleh banyak wanita.


Dan ada Boy yang sedang memegang sebuah poster yang bertulisan.

__ADS_1


...SPECIAL PROMO HARI INI, BELI DUA PORSI BISA FOTO BARENG MORGAN XAVIER....


Zhoya dan Hana bengong melihatnya, apalagi melihat banyak wanita membludak masuk ke dalam restoran, membuat para waiter dan waiters kewalahan.


Morgan masuk ke dalam restoran, dia tersenyum pada Zhoya sambil mengedipkan matanya. Dia tau dari Disha bahwa restoran milik Zhoya itu masih sepi pengunjung.


Walaupun Zhoya terus mengacuhkan Morgan, Morgan tidak akan menyerah, dia harus membuat Zhoya kembali padanya, anggap saja ini hukuman untuknya karena sudah mengabaikan perasaan Zhoya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Promo Novel Author Chibichibi@...


...Mafia Perebut Istri Orang...


Ditinggal menikah, tapi tak membuat Arka membenci Anjali. Apalagi ketika ia mengetahui bahwa rumah tangga mantan kekasihnya itu tidaklah harmonis.


Arka tetap mencintai meski tanpa memiliki, hingga perbuatannya itu membuatnya hampir mati lantaran di pukuli oleh gangster bayaran Guntur, suami dari Anjali.


Ketua Mafia yang hampir pensiun menemukan Arka, yang ternyata adalah keponakannya yang sejak bayi hilang. Arka, kini memiliki kekuatan serta kekuasaan untuk balas dendam pada Guntur dan membebaskan Anjali darinya yang psikopat itu.


Akan tetapi, maukah Anjali kembali pada Arka di saat ia telah memiliki putra dari Guntur?


__ADS_1


__ADS_2