
Beberapa hari kemudian....
Pernikahan Zhoya dan Morgan pun akhirnya telah resmi di gelar dengan begitu meriah, tentunya Morgan yang meminta agar semua biaya dia yang tanggung. Dia masih memiliki harga diri karena tau keluarga Zhoya jauh lebih berada di banding dengan dirinya tapi dia masih mampu menggelar pesta pernikahan tanpa mengandalkan siapa pun.
Akhirnya sang mommy juga turut hadir ke acara pernikahan putri tercintanya karena daddy Roy tidak memberitahu masalah pernikahan sandiwara putrinya dengan Morgan, dia tidak ingin sang istri banyak pikiran, lagian ini semua demi harga diri Zhoya, karena akhirnya nanti Zhoya akan menikah dengan Darwin setelah bercerai dengan Morgan.
Bukan hanya itu, Pak Gara pun tentu saja harus hadir diacara pernikahan putranya demi reputasi sang anak. Walaupun dia nampak angkuh begitu berhadapan dengan keluarga Zhoya, termasuk terhadap gadis yang telah resmi menjadi menantunya itu.
Para reporter begitu ramai berlomba-lomba untuk meliput hari yang sangat berkesan itu, karena kini sang aktor yang lagi naik daun itu telah resmi melepas masa lanjangnya.
Walaupun mereka menikah secara sandiwara, tapi tetap saja pernikahan mereka telah syah di mata hukum dan agama.
Selain itu, banyak juga para tamu undangan yang hadir. Namun tidak dengan Darwin dan Laura, mereka memilih meratapi kesedihan mereka di tempat tinggal mereka masing-masing. Walaupun pernikahan sandiwara tapi tetap saja rasanya tidak rela melihat orang yang dicintai resmi menikah seperti itu.
Malamnya...
Morgan telah menyewa sebuah vila tempat malam pertama dia dengan Zhoya, dia yakin diam-diam di luar villa sana pasti ada beberapa reporter yang mengintai dirinya, karena itu dia harus terlihat romantis dengan Zhoya.
__ADS_1
Zhoya yang masih memakai pakaian pengantin, dia masih gugup sekali, berdiam diri di kamar, rupanya dia telah resmi menjadi seorang istri dari pria yang sudah beberapa kali menolak cintanya.
Pernikahan macam apa ini yang seharusnya terjadi malam pertama diantara mereka, malah tidur di kamar masing-masing, namun dia tidak boleh menyerah, dia harus menggunakan waktu sebaik mungkin untuk membuat Morgan jatuh cinta padanya.
Zhoya rasa lebih baik dia mandi saja dulu, Zhoya melepaskan semua pakaiannya, kemudian dia merendam dirinya di dalam bath up.
"Hmm... kak Morgan lagi ngapain ya di kamarnya? Kok dia kuat banget gak mau nyentuh aku. Apa aku sama sekali gak menarik dimata dia." gumam Zhoya sambil memainkan busa sabun di dalam bath up.
Setelah selesai membersihkan seluruh badannya, Zhoya memakai handuk masuk ke dalam kamar, dia membuka koper yang sudah disediakan oleh Hana dan Ghisell. (Bagi yang belum tau, Ghissell adalah saudara sepupu Zhoya alias kembarannya Galvin).
Betapa terkejutnya dia saat membuka koper itu rupanya di dalam koper itu isinya lingerie semua, mata Zhoya melotot begitu melihat semua pakaian isi koper itu.
"Astaga, pasti ini kerjaan kak Ghisell dan kak Hana deh." gerutu Zhoya.
Tok... Tok... Tok...
Terdengar suara ketukan pintu.
__ADS_1
"Bocil, aku sudah masak. Ayo kita makan malam." rupanya Morgan yang mengetuk pintu.
Zhoya sangat lapar sekali, namun dia bingung bagaimana mungkin dia harus memakai pakaian begitu saat makan bersama Morgan, bagaimana kalau ternyata dia yang dimakan sama Morgan?
Tapi bukannya itu bagus, toh mereka sudah halal. Siapa tau dengan sering melakukannya, Morgan menjadi mencintai dirinya.
"Hmm... pasti malam ini mereka lagi menghabiskan 5 ronde hahaha... secara Zhoya perawan gitu lho." Hana tertawa keras, saat itu keluarga Zhoya berkumpul di rumah tahte Ghea, mamanya Galvin.
Sementara mommy Kia dan Om Roy harus segera pulang ka Amerika, karena masih banyak pekerjaan.
"Ya ampun jail banget ya kalian." kata Galvin, dia ikut mendengarkan obrolan saudara dan istrinya.
"Isshhh... jangan bilang gitu deh. Kamu juga suka pasti kalau kak Hana pakai lingerie." ucap Ghisell kepada saudara kembarnya itu.
Wajah Hana memerah mendengarnya. Galvin langsung menggendong Hana ala bridal style. "Yuk ah sayang."
"Mau kemana? Aku masih ngobrol sama kak Hana." protes Ghisell.
__ADS_1
"Lah mau jenguk bayi kami lah."
Hana langsung mencubit Galvin, dia malu sekali pada adik iparnya itu.