
Setelah selesai makan malam, Zhoya mengikuti Morgan masuk ke kamarnya, Zhoya sama sekali tidak tau kalau dia benar-benar tidak bisa menahan diri lebih lama lagi jika harus terus bersama Zhoya dengan kondisi Zhoya yang berpakaian sangat seksi seperti itu.
"Bocil, aku rasa aku tidak bisa satu kamar dengan kamu. Lebih baik kamu pergi ke kamar kamu gih!" Morgan malah mengusir Zhoya.
Bukannya pergi, Zhoya malah duduk dipinggir ranjang, "Gak mau, aku mau tidur disini, pokoknya selama 6 bulan ini aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kak Morgan."
Sementara Morgan masih berdiri di depan Zhoya, Zhoya tidak tau kalau penampilan Zhoya membuat tubuh Morgan berdesir dan menimbulkan hawa panas, namun dia berusaha untuk menahan diri. Dia tidak boleh mengingkari janjinya pada Om Roy untuk tidak menyentuh Zhoya.
"Tolong jangan goda aku seperti ini, aku sudah bilang sama kamu kalau aku hanya anggap kamu adik, gak lebih dari itu." Morgan mengatakannya dengan nafas tersengal-sengal, menahan dirinya agar tidak goyah untuk menyentuh Zhoya.
Zhoya malah gemas melihat sikap Morgan yang seperti itu, dari raut wajahnya, dia sangat tau sekali kalau Morgan sedang sekuat hati menahan dirinya agar tidak tergoda olehnya, dia malah tertawa di dalam hati.
__ADS_1
"Tapi faktanya aku istri kak Morgan kan? Jadi wajar dong kalau kita melakukannya."
Morgan memandangi Zhoya, ah Tuhan gadis itu benar-benar seksi, padahal dia bisa menahan diri saat Laura menggodanya, tapi kenapa malam ini rasanya berbeda, dia mengigit bibir bawahnya untuk menahan sesuatu yang memuncak di dalam dirinya.
"Kau akan menyesalinya dengan keputusanmu itu, yang ada kamu akan kesakitan. Mending kamu ganti pakaian gih, lagian aku sama sekali gak naf-su untuk menyentuh kamu!" Morgan berusaha bersikap biasa saja.
Zhoya nampak cemberut dikatai seperti itu, apa caranya gagal lagi. "Hmm... masa sakit sih? Bukannya rasanya enak ya? Sebenarnya aku juga sangat penasaran dengan rasanya."
Zhoya mengusap kepalanya yang dijitak oleh Morgan, "Aku sudah bilang aku sudah dewasa kak, aku bukan bocah lagi."
"Dimataku kamu akan selalu seperti itu." Sebenarnya Morgan sangat penasaran apa yang papanya katakan pada Zhoya saat di rumahnya itu, "Apa semalam kamu bertemu dengan papa?"
__ADS_1
"Engga, memangnya kenapa?" Zhoya terpaksa berbohong, dia tidak mau Morgan bertikai dengan ayahnya.
"Hanya bertanya saja." Morgan sudah menebak pasti Zhoya tidak akan mengaku sudah dimaki-maki oleh papanya, Morgan sangat tau bagaimana sifat papanya, makanya dia merasa bersalah pada Zhoya.
Zhoya, gadis yang manja harus datang ke kehidupannya yang penuh dengan konflik, bukan berasal dari keluarga yang harmonis, dan juga kondisi keuangan keluarga yanng sedang diuji.
Morgan meraih kemejanya di dalam lemari, dia memakaikan kemejanya pada Zhoya. "Jika kamu ingin tidur dengan aku, jangan berpakaian begitu lagi! Walaupun kamu telanjang di depan aku pun, aku gak akan pernah tergoda, bagiku kamu hanya bocil yang menggemaskan." Kemudian Morgan mencubit hidup Zhoya yang mancung itu.
"Ish..." Zhoya langsung menepis tangan Morgan, seketika hidungnya menjadi merah. "Menurut kak Morgan wanita dewasa itu seperti apa?"
Morgan tak langsung menjawab, dia membaringkan dirinya diatas kasur, "Yang pasti bukan seperti kamu, kamu gak akan tau bagaimana pahitnya kehidupan yang sebenarnya."
__ADS_1