
Morgan berusaha untuk konsentrasi dalam bermain catur, dia harus bisa segera mengalahkan mertua tercinta. Sehingga usahanya tidak sia-sia, akhirnya tepat jam 12 malam, Morgan bisa juga membuat mertuanya KO.
"Yess... aku menang kan, Dad!" seru Morgan, setelah puluhan kali bermain catur, akhirnya dia bisa mengalahkan sang mertua.
Dady Roy menganggukan kepala, "Hmm... ya udah, kamu boleh pergi." Dia akhirnya mempersilahkan menantunya untuk pergi ke kamarnya.
Morgan tersenyum lega, akhirnya dia bisa berbuka puasa juga. Dia segera pergi menuju kamar Zhoya, sudah tidak tahan rasanya ingin menjamah tubuh indah Zhoya.
Morgan segera membuka pintu kamar, dia pun masuk ke dalam dengan penuh semangat.
Senyumannya memudar saat melihat Zhoya yang sudah tertidur pulas.
Morgan menghela nafas panjang, malam ini gagal lagi. Tidak mungkin dia memaksa Zhoya untuk bercinta dengannya dalam keadaan dia masih tidur, walaupun pernah dia lakukan di malam kedua mereka, namun kali ini Morgan benar-benar ingin memperlakukan Zhoya dengan baik.
Morgan menyelimuti Zhoya dengan selimut tebal, dia merebahkan dirinya di samping Zhoya, menatap wanita itu dengan tatapan penuh cinta. Morgan tersenyum, memeluk tubuh sang istri, lalu mencium keningnya.
Tangannya mengelus-elus perut Zhoya, sudah tidak sabar menantikan kehadiran buah cinta mereka.
__ADS_1
...****************...
Besoknya...
Morgan tak langsung membawa pulang Zhoya ke Indonesia, dia ingin membawa sang istri liburan ke Panama City Beach, yang berada di Bay County, Florida, Amerika Serikat.
Sebuah pantai yang sangat terkenal keindahannya dan cocok untuk dijadikan tempat berbulan madu mereka, Morgan menyadari selama ini dia belum pernah membawa Zhoya pergi liburan, dan mereka belum pernah berbulan madu.
"Disha bilang dia akan pergi ke kota D bersama Shiva, tapi dia tidak ingin pergi tanpa berpamitan secara langsung dengan kamu." Morgan menyampaikan pesan dari Disha.
Zhoya tak langsung menjawab, dia menikmati hembusan angin pantai menerpa dirinya. "Aku rasa lebih baik kita tidak usah pulang dulu, kita biarkan kak Darwin melakukan pendekatan dulu sama kak Disha, siapa tau kak Disha bisa membuka hatinya untuk kak Darwin."
"Kalau begitu kamu tunggu sebentar disini, aku lebih tenang kamu bersama Mommy dan Daddymu, soalnya setelah dari sini aku harus syuting di Inggris."
Zhoya menggangguk pelan, "Berapa lama?"
__ADS_1
"Kurang lebih satu bulan, gak akan lama kok."
"Ya udah, aku pasti menunggumu kak."
Mereka menghentikan langkahnya, kemudian saling berpandangan, menautkan bibir mereka, tak peduli dengan orang-orang yang melihat kemesraan mereka, toh disini ciuman di muka umum bukanlah hal tabu.
Morgan melepaskan ciuman, dia tersenyum mengusap wajah cantik Zhoya, "Aku sangat mencintaimu, Zhoy."
"Aku juga, aku sangat mencintaimu, kak."
Mereka berciuman kembali, ciuman yang begitu terasa semakin dalam dan menuntut. Morgan menggendong Zhoya seperti koala, dia membawa Zhoya berjalan menuju ke Villa yang tak jauh dari pantai, Zhoya mengalungkan tangannya ke leher Morgan, sambil tertawa kecil karena Morgan berjalan begitu cepat menggendongnya, sesekali dia mendaratkan ciuman ke bibir Morgan.
Brakk...
Morgan menendang pintu Villa, membawa Zhoya masuk ke dalam, melepaskan Zhoya dari pangkuannya, dia menutup pintu, lalu menyambar bibir Zhoya, me-***** bibir manis Zhoya.
"Mmhh.... mmhhh...." Ciuman mereka begitu terasa panas. Mereka berjalan menuju kamar sambil terus berciuman, sementara tangan mereka begitu cepat saling membuka pakaian mereka.
__ADS_1