Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Delapan Puluh Dua


__ADS_3

Morgan tersenyum memperhatikan Zhoya yang sudah tidur terlelap, sementara dirinya belum bisa tidur, dia besok harus menyewa seorang pengacara untuk membantunya, karena dia masih dilarang jumpa pers oleh agensinya sebelum ada bukti. Namun Morgan juga tidak bisa tinggal diam sebelum masalah ini semakin menjadi-jadi.


Morgan ingin masalah ini cepat kelar, dan bisa mengembalikan nama baiknya. Setelah itu dia bisa meminta jawaban dari Zhoya, berharap Zhoya bisa kembali padanya.


Morgan membenarkan selimut Zhoya, kemudian dia membelai pucuk kepala Zhoya, lalu mencium keningnya, "I love you Zhoy." katanya dengan pelan.


Besoknya...


"Aku bukan orang yang berani tampil di depan kamera, sosial media, apalagi di jumpa pers, tapi aku ingin membantu Morgan dengan tulisan tangan aku sendiri, kalau Morgan bukanlah ayahnya Shiva." Mental Disha saat ini memang sangat down, namun dia ingin membantu Morgan. Saat ini dia sedang berbicara dengan Zhoya.


Setelah menemani Morgan melakukan tes DNA, Zhoya sengaja menemui Shiva dan Disha. Dia membawa boneka dan coklat kesukaan Shiva. sementara Morgan harus menjenguk Ervan yang sedang dirawat di rumah sakit.


Disha memberikan surat pernyataan yang berisikan tentang pengakuan dirinya bahwa Shiva bukanlah anaknya Morgan, bahkan diatas materai.


Zhoya sangat menghargai niat baik Disha, dia membawa surat itu. "Terimakasih kak, nanti aku akan mencoba memberikan surat ini ke pengacaranya kak Morgan."


Shiva belum mengerti apa-apa, dia sedang asik bermain dengan boneka pemberian dari Zhoya. Tiba-tiba dia bertanya soal Darwin pada mamanya, "Mah Om Dalwin kenapa gak mau menemui Shiva lagi? Padahal Shiva kangen sama Om Dalwin."


Zhoya terkejut mendengarnya, mengapa Shiva bisa mengenali Darwin? "Kenapa Shiva kenal dengan kak Darwin?" tanya Zhoya pada Disha.


"Emm... oh itu, itu karena dulu Darwin tidak sengaja bertemu dengan Shiva waktu Shiva tiba-tiba kesasar tidak tau arah jalan pulang, dan Shiva ditolong olehnya." Disha terpaksa berbohong.


"Oh gitu kak." Zhoya merasa ada hal yang disembunyikan oleh Disha, ada hubungan apa antara Disha dan Darwin sampai Disha bicara tentang Darwin harus gelapan seperti itu? Namun dia tidak ingin menekan Disha saat ini.


...****************...

__ADS_1


Morgan menjenguk Ervan begitu dia mendapatkan kabar buruk tentang Ervan, makanya dia terburu-buru sekali untuk menjenguk sang kakak yang sedang dirawat di rumah sakit.


"Aduh sakit banget, Pah." Ervan meringis kesakitan, dia sangat bersikap manja kepada papanya.


Morgan hanya menghela nafas melihatnya, dia sudah selesai membayar semua biaya perawatan sang kakak.


Sementara Bu Widdy, dia mengusap lembut tangan Morgan. Kebetulan dia juga datang ke rumah sakit ditemani Bik Nani, bagaimana pun juga dia sudah mengggap Ervan anaknya makanya dia ingin melihat keadaan Ervan.


"Gan, bisa papa pinjam uang padamu?" tanya Pak Gara dengan terlihat emosi.


"Untuk apa, Pah?" tanya Morgan.


"Papa ingin menyewa gangster untuk mencari Damar dan si Zoe, mereka harus diberi pelajaran membuat kakak kamu babak belur seperti ini."


Ervan langsung gelagapan, tamat sudah rawayatnya jika sampai papanya tau kalau dia yang menghancurkan karir Morgan. "Oh... gak usah, Pah."


Ervan semakin di buat gelapan. "Ng...nggak usah, Gan. Itu biar urusan aku..."


Namun Morgan tak menggubrisnya, sikap Ervan malah membuatnya semakin curiga.


"Lalu bagaimana dengan karir kamu, sayang? Apa kamu udah melakukan tes DNA? Mama sangat percaya sama kamu, berita itu pasti tidak benar. " tanya Bu Widdy pada Morgan. Sekarang dia sudah tau skandal mengenai anaknya dari Pak Gara, Pak Gara menceritakan semuanya dengan perlahan.


"Sudah Ma, tadi ditemani Zhoya, tinggal menunggu hasilnya. Sekarang Zhoya harus menemui Disha untuk meminta bantuan. Dia benar-benar istri yang sangat pengertian dan berharga."


Bu Widdy terharu mendengarnya, "Kamu sangat beruntung memiliki istri seperti Zhoya, nanti kapan-kapan bawa Zhoya ke rumah lagi, mama ingin bertemu dengannya."

__ADS_1


"Iya, Ma."


Pak Gara hanya diam, dia rasa ucapan Morgan dan istrinya memang benar. Zhoya adalah gadis yang baik. Bahkan menjadi seorang istri yang sangat baik untuk Morgan, dan menjadi menantu yang baik untuk dia dan istrinya. Namun dia tidak bisa berkata apa-apa, dia sangat malu pada menantunya itu. Bahkan dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi Morgan.


Morgan ingin berbicara dengan Pak Gara empat mata, makanya dia berbicara dengan Pak Gara di halaman rumah sakit.


"Maafkan papa, papa tidak bisa melindungi kamu, kamu pasti sangat terpuruk saat ini. Papa dulu orang yang berkuasa, namun sekarang papa tidak punya apa-apa." Pak Gara sangat sadar sekali dengan semua kesalahannya pada Morgan.


"Gak apa-apa, Pah." Morgan memberikan sebuah cek untuk Pak Gara, "Papa juga harus bangkit, papa harus bangun perusahaan kembali."


Pak Gara tercengang melihat nominal uang yang akan diberikan oleh Morgan padanya. Rupanya tanpa sepengetahuan darinya Morgan memiliki uang yang sangat banyak.


"Aku bergabung dengan perusahaan Avian Grup."


"Avian Grup? Yang memiliki hotel mewah itu? Bahkan papa dengar sekarang memiliki cabang di luar negeri."


"Hmm... iya, tadinya aku ingin membantu papa untuk melunasi hutang papa pada Pak Dean. Namun belum cukup, makanya aku hanya bisa memberikan 5 triliunan buat papa. Papa gunakan uang itu sebaik mungkin untuk perusahaan papa."


Mata Pak Gara berkaca-kaca, anak yang sering dia sakiti, rupanya memiliki hati yang tulus padanya, Morgan sama sekali tidak pernah dendam padanya. Dia sangat malu sekali.


Pak Gara rasa tanpa meminta izin dulu pada Morgan, dia akan menggantikan nama pemilik perusahaan atas nama Morgan Xavier, karena memang seharusnya begitu. Morgan lah yang berhak meneruskan perusahaan setelah dia meninggal, karena modal perusahaan sepenuhnya milik Morgan. Namun dia tidak akan bilang dulu pada Morgan, Morgan pasti akan menentangnya. "Papa akan terima uang ini."


Morgan menganggukkan kepala, kemudian dia bertanya, "Apa papa mencintai mama?"


"Tentu saja papa mencintai mamamu, papa dulu memang kejam, namun sekarang papa ingin memperbaiki semua kesalahan papa pada mamamu. Papa juga ingin berusaha menjadi papa yang baik untukmu."

__ADS_1


Morgan sangat lega dan terharu mendengarnya, "Kalau begitu, jika terjadi sesuatu padaku, aku titip mama. Mama sangat mencintai papa, buatlah mama bahagia."


__ADS_2