Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Empat Puluh Lima


__ADS_3

Morgan mematikan panggilan telepon dirimya bersama Boy, dia harus segera pulang ke ibu kota.


Baru juga dia membuka pintu, rupanya di depan pintu kamar hotelnya ada Laura, membuat Morgan terkejut, mengapa Laura bisa ada di kota B.


"Hai sayang, aku kangen banget sama kamu." Laura langsung menerobos masuk ke dalam kamar Morgan.


"Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Morgan, dia sama sekali tidak senang dengan keberadaan wanita itu walaupun sore ini penampilan Laura begitu seksi sampai bagian perutnya kelihatan dan memakai rok mini.


Laura duduk di pinggir ranjang, "Ketemu sama kamu lah, sekalian liburan sama teman-teman."


"Tapi maaf aku harus pergi, lebih baik kamu pergi dari sini. Aku gak mau kalau sampai ada orang yang salah paham melihat kamu masuk ke kamar aku." Morgan malah mengusir Laura.


"Aku jamin gak ada yang lihat, aku hanya satu hari disini, besok aku harus kerja." Laura berdiri kembali, dia menghampiri Morgan, kemudian membuka kancing kemeja pria itu.


"Karena itu aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk bersenang-senang dengan kamu." Laura sudah tidak tahan dengan pesona pria itu.


Morgan menahan tangan Laura, agar berhenti membuka kancing kemejanya, sebenarnya dia memang ingin sekali melakukannya, namun dikepalanya sudah terkontaminasi dengan saat dia bercinta dengan Zhoya, dia sama sekali tidak berhasrat walaupun selama di lokasi syuting ada yang menggodanya, termasuk Laura.


"Sudah aku bilang, aku gak bisa. Tolong lah kamu hargai status pernikahan aku dengan Zhoya."


"Hanya satu kali, please!" Laura malah menggodanya dengan nada manja.


Morgan ingin sekali bilang pada wanita itu kalau dia mungkin saja tidak akan menikahinya setelah bercerai dengan Zhoya, namun dia yakin Luara pasti akan menghancurkan karirnya, dia akan membicarakan ke media yang sebenarnya kalau pernikahan dia dengan Zhoya hanya sandiwara. Karena itu dia harus menahan emosi.

__ADS_1


"Aku gak bisa, tolong hargai keputusan aku,demi kebaikan kamu juga."


"Tapi sayang..."


"Ya sudah kalau kamu gak mau pergi, biar aku saja yang pergi."


"Kamu mau pergi kemana sih? Kok buru-buru sekali."


"Aku ada urusan penting sekali, aku bisa gila kalau tidak pergi sekarang."


"Lho kok bisa?" Laura tidak mengerti urusan penting apa yang membuat Morgan bisa menjadi gila.


"Nah iya makanya aku harus pergi. Maafkan aku mulai sekarang jangan temui aku kayak gini lagi, saat ini status aku masih suami Zhoya!" Morgan pergi begitu saja meninggalkan Laura.


Begitu sampai di basement, Morgan mengendarai mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi, ini sangat emergency buat dirinya, dia tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, sampai rasanya dia akan gila jika tidak bertemu dengan Zhoya hari ini. Padahal perjalanan dari kota A ke ibukota membutuhkan waktu 6 jam.


Morgan mencoba menghubungi Zhoya, rupanya ponselnya masih tidak aktif. "Ternyata dia tidak main-main dengan ucapannya. Dia kuat sekali tidak mengubungi aku selama 4 hari ini." Morgan mengatakannya dengan nada kesal.


Tepat jam 9 malam, Morgan sampai di depan rumahnya, dia memarkirkan mobilnya di depan rumah.


Morgan segera keluar dari mobil, dia ingin sekali bertemu dengan si mantan gadis itu, namun sialnya begitu dia ingin masuk ke dalam rumah, pasword pintunya telah diganti oleh Zhoya beberapa hari yang lalu, membuat Morgan tidak bisa masuk ke dalam rumah.


"Ahhh...sial. Mengapa dia mengganti passwordnya?" gerutunya.

__ADS_1


Morgan menekankan bell rumah beberapa kali, namun sayangnya Zhoya belum membuka pintu juga.


"Ahhh... si bocil benar-benar ya mau nyiksa aku kayak gini." Morgan sangat frustasi.


Namun dia tidak akan menyerah, dia harus bisa masuk ke dalam rumah dengan cara apapun, dia tidak ingin usahanya sia-sia.


Morgan menggedor pintu dengan keras.


"Bocil, buka pintunya!"


"Bocil!"


"Cepat buka pintunya!"


Morgan semakin kesal, dia menggedor pintu semakin keras.


"Zhoya Carissa!"


"Oh shitt!"


"Apa mungkin dia sudah tidur?"


Morgan melihat ada tangga lipat di samping rumahnya, dia memiliki ide untuk masuk ke dalam rumah melaui balkon dengan menaiki tangga itu.

__ADS_1


__ADS_2