
“Mr. Devil – Season II”
Author by Natalie Ernison
Jasmeen hanya ingin berniat mengantarkan kotak yang terbalut di dalam paper bag dari tuan Dham, dan ditujukan pada Cullen. Namun, karena kedatangannya ke mansion pribadi milik kepunyaan Cullen, ia harus bertahan di sana dan entah sampai kapan Cullen akan terus mengurungnya.
Jaes beranjak dari kamar pribadi milik Cullen tersebut dan menuju ruang utama. Yah, isi mansion tersebut sangatlah luas dan Jaes kesulitan untuk mencari arah yang pasti.
Iya berjalan menuruni anak-anak tangga hingga tiba di lantai dasar, dan terlihat para pelayan sedang sibuk mengurus mansion.
“Nyonya ingin kemana?” ujar beberapa pelayan yang berusaha mencegat langkah Jaes.
Aku ingin pulang! hentikan!!
“Tidak nyonya, anda tidak boleh pergi kemana pun! ini titah tuan besar Cullen..” tukas para pelayan sambil meraih tangan Jaes.
Lepaskan!! kalian sama brengseknya dengan tuan kalian! aku harus bekerja hari ini..—
“Kucing kecil yang manis… tetaplah bersikap manis, aku akan mengurus liburmu..—“ gema suara seorang pria memenuhi ruangan tengah mansion, dan suara itu tentu saja suara Cullen.
Aku tidak suka berada di sini… aku hanya ingin kembali ke kehidupan normalku.. gumam Jaes sambil terduduk dengan wajah yang terlihat putus asa.
“nyonya, sarapanlah.. dan mandilah, karena pakaian khusus nona sudah tersedia di atas..” tukas sang pelayan. Karena sudah mulai terasa lapar, Jaes pun menuruti apa yang sang pelayan katakan.
Setelah selesai makan, ia mulai membersihkan diri dan berganti pakaian. Betapa terkejutnya ia, saat melihat
sebuah kamar yang tersedia khusus untuknya, bahkan di sana terdapat foto dirinya.
“Bagaimana mungkin ada fotoku…” batin Jaes.
Kamar tersebut terlihat sangat nyaman, mewah dan sangat elegent. Tak hentinya ia kagum, namun ada rasa yang aneh ia rasakan, ia lebih senang dengan keadaan kamar sederhananya.
Drrttt… satu pesan baru.
“Sayang, istrahatlah, tak perlu bekerja dan katakan saja pada para pelayan jika membutuhkan sesuatu. Aku akan pulang malam, jadi tunggulah..” Mr. Devil.
“Sialan!! ahkk…” Jaes melemparkan ponselnya dan ia kembali berbaring di kasur tersebut.
“Lebih baik aku kunci saja kamarnya dan tidur, biar saja si binatang itu akan kesulitan..” gumam Jaes menyusun rencana, tanpa ia sadari bahwa hal itu tak akan berpengaruh bagi Cullen.
Saat malam tiba…
Cullen baru saja tiba di mansion kediamannya, masih mengenakan jas berwarna putih, yaitu jas dokter miliknya.
Memandangi sekeliling ruangan, yang ada hanyalah para pelayan. Cullen melepaskan jasnya dan langsung di sambut oleh sang pelayan. Ia tersenyum miring, sepertinya ia akan mulai bermain lagi, pikirnya.
Membuka pintu kamar pribadi miliknya, namun Jaes tak terlihat, dan akhirnya ia melangkah menuju kamar kediaman Jaes, yang terletak di hadapan kamar pribadi miliknya. Karena lantai dua mansionnya hampir berbentuk bundar.
Cullen melepaskan kemeja yang sedang ia kenakan dan melemparkannya ke atas sofa.
Mencoba untuk membuka pintu kamar, namun rupanya terkunci dari dalam.
“sayang… aku sudah pulang.. ayolah, jangan bermain petak umpet. Aku sedang butuh pengisi dayaku..” ujar Cullen sambil bersandar di depan pintu Jaes, namun Jaes enggan untuk membuka pintu.
Cullen semakin terlihat girang dan penasaran akan tingkah Jaes yang tak ingin membukakannya pintu.
Cekreak… Cullen dengan mudahnya membuka pintu itu, hanya dengan sekali putar.
“Sayangku, kemana dirimu..” seringai senyuman mesumnya sedari tadi seakan tak sabar ingin mengerjai Jaes.
Mata Cullen terfokus dengan gundukan yang terdapat di atas kasur dengan balutan seprei serba putih bersih.
“Rupanya sedang bersembunyi..” Cullen langsung melompat ke atas kasur tempat Jaes terbaring, menurutnya.
__ADS_1
Perlahan ia menyingkapkan selimut tebal tersebut, ternyata Jaes sedang tertidur pulas di dalam sana.
Tsk… ia terkekeh saat melihat ekspresi tidur Jaes yang terlihat begitu lelap dan lucu menurutnya.
Ia pun berbaring menyamping tepat di samping Jaes, sambil mendekap erat tubuh Jaes.
Membelai lembut setiap helai rambut Jaes, dan juga pipi mulus Jaes, karena gemas akhirnya Cullen mencubit pipi Jaes dan membuat Jaes terbangun.
Emhh… sakit!!! Jaes menjerit kesal dan langsung terbangun dari tidurnya, namun tangan Cullen enggan untuk berpindah.
Tuan Cullen devil, lepaskan aku!! tukas Jaes kesal sambil mencabuti bulu-bulu halus pada lengan Cullen.
“Nakal sekali kucing kecil ini..” Cullen menggetiki Jaes karena gemas, dan menelusupkan wajahnya pada punggung Jaes.
Hentikan tuan… cepat pulangkan aku…
“tetapi aku sudah mengatur liburmu sayang… malam ini kita akan dinner, oke..” cup Cullen mengecup sekilas bibir Jaes, lalu ia berlari meninggalkan Jaes.
Dasar tuan mesum!! jerit Jaes kesal.
>>
“nyonya tolong menurutlah agar tuan tidak marah pada kami..”
Tidak! aku tidak ingin mengenakan dress itu… tukas Jaes kesal.
“tapi nyonya…--“
Aku akan turun menemui tuan mesum kalian..
“Tuan mesum..---“ para pelayan sontak tekejut dengan keberanian Jaes mengatakan bahwa Culllen tuan mesum.
“Ayolahhh kakak, aku ingin mobil keluaran terbaru..—“
Hmmm… “mengapa suara itu tak asing bagiku..” gumam Jaes saat sedang menuruni anak-anak tanggan mansion kediaman Cullen.
Ohhh… jadi ini gadis yang membuat kakak tidak lagi memperhatikanku.. tukas sang wanita pada Cullen saat Jaes tiba di hadapan mereka.
Wanita tersebut memperhatikan Jaes dari ujung kaki hingga rambut, dengan tatapan yang terkesan merehkan, karena Jaes hanya mengenakan piyama tidur.
“jadi kau gadis atau gadis simpanan kak Cullen..” tukas sang wanita tersebut sambil menunjuki Jaes dengan ponsel yang sedang ia genggam.
Jaes hanya menatap dalam si wanita, sementara Cullen duduk santai melihat reaksi mengejutkan yang akan ia saksikan.
“Hei.. apakah sehebat itu kau diranjang kak Cullen.. hmmppp jangan-jangan kau bahkan dibayar murah… hahhaa… dibayar berapa, berlian, ponsel atau bahkan hanya seharga piyama ini..” tukas sang wanita tersebut sambil mondar mandir berjalan mengelilingi Jaes.
Bhukkk… Jaes mendorong si wanita itu hingga terjatuh di pinggir sofa tepat, di tempat Cullen sedang duduk.
Mulutmu sangat tajam, dasar jalang!! ujar Jaes dengan wajah sangat kesal.”
“Apa jalang!! brengsek! aku akan bunuh kamu!!” si wanita bangkit hendak menghantam Jaes dengan pot keramik yang tergeletak di atas meja.
Hei…!!! Cullen meraih pot tersebut dan merampasnya dari tangan si wanita.
“Lebih baik kau pergi sekarang! dan jangan pernah kembali!!” tukas Cullen dengan tatapan yang sangat tajam pada si wanita.
Kak Cullen.. kakak sudah berubah!! ujar si wanita, dan..
Plakk… ia menampar wajah Jaes.
“Hentikan Saralee!!” Cullen mencengkram tangan si wanita, yang bernama Saralee.
Mengapa kakak membela jalang ini!! apakah dia sangat hebat di ranjang!!
“Diam!!” bentak Cullen, dan membuat para pelayan menunduk ketakutan.
__ADS_1
Ckrakk…ahkkk… hk… Saralee menganga dan emnengadahkan kepalanya ke atas saat Cullen mencekiknya dan
menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.
Uhuk uhukk…. lihat saja, aku akan menghancurkan jalang ini!!
Bhukk… Saralee melemparkan pot bunga tadi tepat di kepala Jaes, dan membuat kepalanya mengeluarkan darah.
Jaes yang termasuk phobia dengan darah dan juga aroma darah cukup membuatnya trauma. Ia seketika jatuh pinsan.
“Saralee… kamu benar-benar keterlaluan!! aku akan mengirimmu ke perbudakan sekarang juga, dan jangan harap ibunda akan menerimamu!!” bentak Cullen dengan mata yang membelalak.
Whuss…. whuss… angin berhembus kencang, dan membuat seisi mansion menjadi dingin, dan muncul beberapa sosok berjubah dan memaksan Saralee ikut bersama mereka.
“Bawa dia ke perbudakan dan tidak akan ada yang bisa mengluarkannya selain titah dariku!!” tukas Cullen dengan sorot mata menggelap.
Kilas…
Kak Cullen, aku ingin ikut bersama kakak malam ini… ujar Saralee sambil menggelayut pada Cullen.
“Hentikan tingkah kekanakanmu Saralee, aku sudah memiliki wanita yang aku cintai..”
Bohong!! kakak berbohong! bukankah kakak akan menjagaku!!
“iya, tetapi aku tidak bisa mencintaimu.. kau kaum sebangsaku, dan anak dari saudara ibunda ratuku..”
Tidak!! pokoknya selama aku disini jangan sampai aku tahu kakak menemui wanita mana pun, jika tidak aku akan membunuh wanita itu, siapa pun itu!! Saralee pun beranjak menuju kamarnya.
“Sangat merepotkan, aku jadi tidak bisa bertemu dengan kucing kecilku…” gumam Cullen sambil meminum darah segar yang tersedia didalam gelasnya.
Tibalah malam event yang diadakan oleh perusahaan tempat Jaes bekerja, dan Cullen pun pasti menghadirinya.
Kakak aku ikut… ujar Saralee dengan manjanya.
“Tinggallah, aku akan bertemu dengan orang-orang penting..” ujar Cullen sambil merapikan kemejanya.
Coba saja, maka aku akan membongkar identitas tuan Cullen sesungguhnya..
“Saralee!!” Cullen terlihat geram.
Oleh sebab itu, bawalah aku bersama kakak.. dan ingat, jika aku tahu siapa wanita itu.. maka aku akan langsung mencabit-cabik jantungnya.. ujar Saralee mengancam.
>>
Sehingga pada saat pertemuan makan malam itu, Cullen harus rela menerima segala tingkah manja Saralee. Ia tahu bahwa Jaes telah melihatnya bersama Saralee, dan demi melindungi keamanan Jaes, Cullen terpaksa melayani Saralee. Bahkan Cullen bersikap seolah-oleh Saralee wanitanya di hadapan para kliennya.
Saralee Kyleer, adalah saudara perempuan Cullen. Ia pun mengambil nama belakang yang sama seperti Cullen. Namun Saralee sedari dulu sangat mencintai sang kakaknya, yaitu Cullen.
Saralee termasuk wanita yang sangat kejam dan brutal saat ia memangsa para manusia, ia tak segan-segan menyiksanya. Karena Cullen tak ingin itu terjadi, ia pun harus merahasiakan keberadaan Jaes dari Saralee. Hingga akhirnya Saralee tiba-tiba saja datang ke mansionnya, bertetapatan saat Jaes sedang berada di sana.
--------
“Bagaimana keadaan Jasmeen..” ujar Cullen dengan wajah yang dingin, dan matanya terlihat merah kehitaman.
Nyonya sudah dirawat tuan, dan luka pada kepala nyonya sudah di balut.. ujar para pelayan, lalu beranjak dari hadapan Cullen dan Jaes yang sedang terbaring lemah.
“Ibu… ayah… jangan tinggalkan aku sendiri.. ibuuu….” lirih Jaes saat ia sedang tertidur, dan sambil meneteskanair matanya.
“apakah dia sedang mimpi buruk..” gumam Cullen, lalu perlahan menggenggam tangan Jaes yang terasa dingin.
“kuharap kucing kecilku akan baik-baik saja…” batin Cullen.
Sepanjang malam Cullen terjaga saat Jaes belum juga sadarkan diri. Ia yang berniat ingin mengajak Jaes dinner, kini harus berjaga-jaga hingga Jaes sadar kembali.
__ADS_1
“Jasmeen Aimee… jangan pernah pergi dariku…” gumam Cullen sambil membelai lembut punggung tangan Jaes.
*****