Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Mansion bagaikan neraka


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Akibat kecemburuan Saralee, Jaes harus menerima dampak yang sangat buruk baginya. Namun, Cullen pun tak tinggal diam, ia segera memberikan hukuman yang sangat berat pada Saralee. Saralee dikirim ke alam perbudakan, sebagai pemuas nafsu biadab para mahkluk keji, di alam kegelapan.


“Sepertinya tuan besar sangat menyayangi gadis manusia itu, sampai-sampai si nyonya iblis Saralee menerima hukuman berat dari tuan besar..” tukas para pelayan satu dengan yang lainnya.


Iya benar sekali, belum pernah selam ini tuan melindungi seirang gadis manusia dengan sebegitunya…


“Lega rasanya, jika nyonya iblis itu sudah tak lagi berada di mansion ini.. semoga nyonya Jasmeen menjadi wanita yang akan menjadi ibu dari tuan muda kita kelak.." Tskk…. para pelayan saling terkekeh geli saat sedang membicarakan mengenai masa depan dari tuan mereka.


>>


Aku ingin kembali pulang! aku benci tempat ini, dan semua yang berhubungan dengan anda! aku benci!! jerit Jaes kesal.


“Kau masih lemah, lebih baik jangan bekerja dulu..”


Tidak!! semenjak aku mengenal tuan, hidupku sangat sengsara, dan akhirnya aku hampir dibunuh oleh kekasih anda, tuan Cullen!!” Jaes bangkit dari tempat tidurnya dan hendak pergi.


Aku sangat lelah di sini… Jaes terburu-buru keluar tanpa mengenaka alas kaki, Cullen hanya berjalan membuntutinya dengan santai dan tenang.


“Nyonya..—“ tukas para pelayan ingin menghalangi, namun ketika melihat bahwa sang tuan berada di belakang Jaes, mereka hanya menunduk.


Dasar neraka! aku bahkan tak bisa menikmati hari-hariku dengan tenang.. Jaes terus bergumam menuju pintu utama yang cukup tinggi mencapai tiga meter.


Namun pintu tersebut tak bisa terbuka, Cullen hanya memandangi tingkah Jaes sambil tersenyum-senyum geli.



“Biar aku bantu nyonya Kyleer..” ujar Cullen sambil menarik ganggang pintu, dan seketika terbuka.


Jangan sembarangan memberi nama, apalagi nama anda!! Jaes sangat kesal.


Rasanya ia tak sabar ingin segera keluar, dan ia lupa ternyata mansion kediaman Cullen cukup jauh dari jalan


utama.


Halaman pribadi yang cukup luas, pepohonan yang berada di sekeliling mansion, membuat letak mansion cukup tertutupi dan tenang dari jangkauan keramaian.


Jaes berjalan dan terus berjalan, namun ia tak kunjung tiba di pintu gerbang utama mansion. Langit sudah menggelap, dan lampu-lampu yang berada di area mansion pun hanya meremang saja, seakan menambah kesan angker.


Ahkk… dingin.. gumam Jaes, sambil mendekap tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya. Ia menoleh ke sekeliling mansion, dan kini hanya tersisa ia sendiri, Cullen pun sudah tak terlihat oleh matanya.


Tiba-tiba saja bulu kudus Jaes berdiri tegak, dan ia merasa bergidik ngeri saat hembusan angin menerpa kulit lehernya.


Kepalanya terasa sangat pusing secara tiba-tiba, mungkin efek dari benturan pot keramik kemarin. Jaes melenguh sambil mencengkram kepalanya, pandangannya seketika kabur dan ambruk.


“Jasmeen, hiduplah dengan baik dan berjuanglah demi masa depan yang lebih baik…”


Ibu… ayah… aku ingin ikut!! ibu… Jaes menjerit saat kedua orang tuanya menjauh dan semakin jauh lagi.


Ibu… ayah… jangan pergi…


Hahhh hahhh…. Jaes terlihat sangat berkeringat, dan rupanya ia sedang bermimpi tentang kedua orang tuanya yang meninggal dengan cara mengenaskan, yaitu akibat kebaran hebat di masa kecilnya.

__ADS_1


“Kalian pergilah…” titah Cullen pada para pelayannya.


Perlahan Cullen mengangkat tubuh lemah Jaes, dan seketika mereka menghilang bersama hembusan angin.


***


“Kediaman Jasmeen”


“sepertinya kau lebih damai di kediamanmu sendiri..” gumam Cullen sambil membaringkan tubuh Jaes, lalu


menyelimutinya dengan lembut.


Keesokan harinya…


Bunyi alarm Jaes sedang berkumandang kencang, dan membangunkannya dari tidur lelapnya.


Huhh… “aku bahkan sudah berada di tempatku sendiri..” gumam Jaes, lalu perlahan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan bersiap-siap untuk berangkat bekerja.


>>


“Perusahaan xx”


“Jasmeen!” ujar tuan Dham, sang atasan Jaes.


Selamat pagi bos… sapa Jaes sambil memberi hormat pada sang atasan.


“Apakah kau sudah sembuh? kemarin kau mengalami kecelakaan bukan?”ujar tuan Dham, Jaes tahu itu adalah ide Cullen, ia tinggal melanjutkan cerita karangan tersebut.


Benar bos, saya kecelakaan karena kurang hati-hati.. maaf jadi libur dari pekerjaan..


Baik bos, saya akan bekerja dengan baik… Jaes pun melanjutkan pekerjaannya.


Kerap kali, nyeri pada kepalanya selalu datang secara tiba-tiba, dan ia pun mengeluarkan keringat dingin dari dalam tubuhnya.


“Jasmeen… malam  ini kita akan ada pertemuan dengan klian dari luar negeri, jadi bersiap-siaplah. Karena ini awal yang bagus untuk karirmu ke depannya..” tukas sang senior kantornya.


Baik kak… ujar Jaes sambil segera menyelesaikan pekerjaannya.


                        ***


Jaes pergi menghadiri pertemuan dengan klien perusahaan tempat ia bekerja. Dengan mengenakan dress casual berwarna hitam di atas lutut di balut dengan sepatu kets kasual pula.



“Hotel xxx”


Pertemuan antar klien perusahaa diadakan di hotel xx, mengingat para klien yang berasal dari lingkungan


terhormat nan terpandang. Semua orang sibuk dengan perbincangan masing-masing, dan Jaes termsuk orang yang mudah bosan dengan suasana seperti itu.


“terimakasih banyak atas kerjasamanya tuan..---


Jasmeen! kau akan pulang bersama Ezrai, dia akan mengantarmu..” tukas tuan Dham, sambil menepuk bahu Jaes.


Baiklah bos… Jaes pun berjalan secara beriringan bersama Ezrai. Seorang pria tampan yang merupakan anak seorang pengusaha ternama, dan juga sebagai anak dari owner perusahaan tempat ia bekerja.

__ADS_1


>>


“Jasmeen Aimee, nama yang cukup bagus,” tukas Ezrai sambil menyetir.


Terimakasih tuan Ezrai.. jawab Jaes dengan wajah tersenyum tipis.


“Tak perlu seformal itu. Ohh ia, aku dengar-dengar kau sangat tekun dan juga berkatan Jasmeen..” tukas Ezrai dengan tersenyum tulus.


Ohh tidak tuan, aku masih banyak belajar…


“tidak perlu merendah begitu Jasmeen, kau sangat menarik ternyata..” tukas Ezrai sambil terkekeh.


Jaes memandangi sekeliling jalan raya, dan matanya pun teralihkan pada kaca spion mobil yang saat ini sedang Ezrai kendarai.


“Mengapa mobil hitam itu sedari tadi terus mengikuti kami..” batin Jaes.


Mereka pun melewati sebuah lorong jalan dan kebetulan sekali jalan yang mereka lalui terdapat pepohonan rindang nan gelap.


Tiba-tiba saja mobil yang sedang mereka kendarai berjalan secara lambat dan tepat di area yang terdapat banyak pepohonan.


Ada apa tuan?


“Entahlah… rasanya mobil ini belum lama sudah ku service..” gumam Ezrai, lalu perlahan memberhentikan mobil miliknya di sisi jalan, kebetulan juga di bibir jalan ada area kosong seperti lapangan.


“Maaf nona Jasmeen, perjalanan kita menjadi terhambat..” Ezrai membukan bagian depan mobilnya dan mulai memeriksa Jaes pun turut serta berdiri di sampingnya.


Whus… hembusan angin menerpa kulitnya dan terasa dingin mencekam.


Jaes mulai memandangi sekelilingnya dan menyentuh bagian lehernya.


Whussttt… hembusan angin itu lagi-lagi menerpa tubuhnya, dan hampir membuat Jaes kehilangan keseimbangan.


Sebuah cahaya kuning redup menyorot ke  arahnya dan juga Ezrai, bulu kuduk Jaes kembali meremang.


Tuan, tidak bisakah kita lebih cepat… Jaes terlihat sedikit cemas, karena aura ini sama seperti pertama kali ia


berjumpa dengan Cullen.


Bhuakkk… suara keras menimpa atap mobil mewah milik kepunyaan Ezrai.


Ahkk…. Jaes menjerit kaget, dan mulai ketakutan.


Sosok berpakaian serba hitam sedang berdiri di atas atap mobil milik Ezrai, dan menatap tajam ke  arah mereka.


Tuan Ezrai!! ujar Jaes sambil mencengkram lengan jaket kulit milik Ezrai.


“Siapa di sana? apa yang anda inginkan?” tukas Ezrai dengan mengambil ancang-ancang.


Hahahha…


“Dua pasangan berhenti di area ini, entah apa yang ingin kalian perbuat…” ujar sosok tersebut, dengan suara berat dan menakutkan…


****


👇👇

__ADS_1



__ADS_2