Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Semua bukan keinginanku (Pengorbanan)


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Jasmeen kini tak sendiri lagi, walau di dalam segala keterpurukannya. Ia bahkan memiliki seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya. Seorang bayi tampan nan lucu, kini menghiasi hari-hari Jasmeen.


-------


Jaes berdiri dengan tatapan mata yang tajam, “apa yang kalian inginkan!” tukas Jaes yang terlihat begitu emosional.


“Nyonya Jasmeen, kami hanya ingin berbincang dengan nyonya,” ujar salah seorang pria, yang merupakan para pengawal keluarga Kyleer.


“Pergi! pergi dari sini!” teriak Jaes kesal, ia terlihat sangat tidak menerima kedatangan keluarga tersebut.


“Nona Jasmeen!” tukas seorang pria dari dalam mobil sport berwarna hitam, dan melangkah ke  arah Jaes.


Jaes membelalak terkejut, “tuan Fhilip!” gumam Jaes yang masih tak percaya dengan kehadiran tuan Fhilip, ayahnda Cullen.


“Bolehkah aku masuk, ada banyak hal yang ingin kubicarakan,” pinta tuan Fhilip.


“Baiklah, silakan masuk,” ujar Jaes mempersilahan tuan Fhilip untuk masuk ke kediamannya.


Sebuah rumah minimalis, sekaligus sebagai kantor tempat Jaes bekerja sebagai seorang penulis.



>>


“Nona Jasmeen, aku sangat menyesal atas apa yang telah terjadi antara kau dan juga anakku,” tukas tuan Fhilip sendu.


Tsk.. “semua sudah  berlalu, tuan. Aku pun sudah tak ingin mengingat semua luka masa lalu,” Jaes terlihat sendu.


Disela perbincangan mereka, “Nyonya Jasmeen! baby Asreo, sudah terbangun,” ujar seorang pengasuh baby Arseo.


Sang pengasuh tersebut pun mambawa baby Arseo dengan kereta babynya, menuju ke ruang tamu. Seketika itu juga tuan Fhilip terlihat begitu terkejut.


Tuan Fhilip segera bangkit dari tempat duduknya, “apakah ini anakmu, nona?” ujar tuan Fhilip penasaran.


Hmm.. Jaes hanya tersenyum sendu, “yah tuan, ini adalah anakku..” ujar Jaes.



Tuan Fhilip melangkah menuju kereta baby Arseo dengan tatapan bercampur aduk. Menyentuh pipi mungil baby Arseo, dan tersungkur di samping kereta baby tersebut.


“Anak ini…” gumam tuan Fhilip. Tuan Fhilip merasa aura baby Arseo sama dengan kaum keturunannya.


“Ada apa tuan?” ujar Jaes heran.


“Apakah ini adalah anak hasil hubungan cintamu bersama anakku?” tukas tuan Fhilip.


Sejenak Jaes terdiam, “tidak, ini adalah anakku dengan suamiku.” Tukas Jaes dengan penuh keyakinan.


“Nyonya Jasmeen, ada kebenaran yang harus nyonya ketahui,” tukas salah satu dari pengawal tuan Fhilip.


Jaes terlihat semakin bingung namun juga sangat ingin tahu, “ apa maksud anda tuan?” Jaes mengeser kereta baby Arseo dari hadapan tuan Fhilip.


“Pelayan! bawa Arseo ke dalam, ada hal yang ingin kuperbincangkan!” titah Jaes pada sang pengasuh baby Arseo.


Mereka pun mulai berbicang-bincang bersama tuan Fhilip juga sang pengawalnya.


>>

__ADS_1


“Nyonya Jasmeen, sebenarnya pada saat nyonya berada di penginapan sekitar pantai waktu itu. Tuan Cullen datang, juga tidur bersama nyonya,” tukas sang pengawal.


“Apa? tidak mungkin! kalian semua pembohong, jangan coba mempermainkanku!” bentak Jaes kesal. Tentu saja hal itu sangat mengejutkannya.


“Nyonya, sebenarnya malam itu, tuan telah menyatukan tubuh bersama nyonya, namun tuan ingin kami diam saja.”


Plakk… Jaes memukul wajah sang pengawal.


“Apa yang kau  bicarakan! jangan coba mengelabuiku!” Jaes sangat kesal.


Sang pengawal tersenyum sendu, “nyonya maafkan aku, karena nyonya aku tak berani berkata jujur. Pada saat nyonya hamil besar saat itu, aku sangat ingin bicara pada nyonya, namun melihat nyonya sudah cukup kecewa. Aku pun mengurungkan niatku.”


"Lalu! lalu apa tujuan anda bicara hal ini sekarang? kalian bajing*n! tuan Fhilip, tolong keluar dari rumahku!" teriak Jaes yang sudah terlihat sangat sedih akan kenyataan yang baru ia ketahui.


“Nyonya, dan satu hal lagi! selama beberapa malam sebelum pernikahan tuan Cullen. Tuan Cullen datang ke kediaman nyonya, namun karena kebencian nyonya pada tuan, hal itulah yang membuat kontak batin antara tuan dan nyonya memudar..—“


"Cukup!!! terit Jaes sambil mendekap kedua telinganya.


Pergi!!! pergi dari sini! hentikan omong kosong kalian!!" Jaes berteriak nyaring, hingga membuat baby Arseo terbangun dan menangis.


“Jasmeen! Cullen sangat ingin menikahimu, namun karena kutukan yang ada pada dirinya, hal itu membuatnya tidak dapat bersama denganmu. Namun ia masih bisa membuatmu mengandung, dengan syarat ia harus bersetubuh denganmu dalam keadaan kau tidak sadar.” Tukas tuan Fhilip.


"Bagaimana mana mungkin.." lirih Jaes penuh pilu. Kini ia mulai mengingat beberapa kejadian aneh yang telah menimpanya selama ini, semua karena ulah Cullen.


“Berarti selama ini yang telah melakukan itu adalah tuan Cullen, dan itu nyata..” lirih Jaes dengan berlinangan air mata pilu.


“Jasmeen, anak itu adalah cucuku..—“


"Cukup!!! cukup tuan Fhilip! keluarga kalian adalah keluarga iblis jahan*m keji!! kalian kejam!!" Jaes berteriak


histeris.


“Maaf.. maafkan semua perbuatan keluargaku, namun ijinkan aku untuk menggendong cucuku, aku akan melindungmu juga cucuku..” pinta tuan Fhilip dengan tersungkur, memohon pada Jaes.


Saat beberapa security datang, beberapa pengawal tuan Fhilip pun menghadangnya.


“Sudahlah..” ujar tuan  Fhilip memberi isyarat, agar para pengawalnya tidak bertindak.


Pergi kalian! pergi! jerit Jaes sambil menutup kedua telinganya, dan terus terisak.


“Aku akan datang kemari lagi, hanya untuk menjenguk cucuku..” ujar tuan Fhilip, lalu pergi dari hadapan Jaes.


---------


“Kilas sejenak”


“Ayahnda.. aku akan menikahi Jasmeen!” tukas Cullen dengan mantap.


“Apakah kau lupa Cullen! sudah berapa banyak penderitaan Jasmeen selama bersamamu.  Ia pun pada akhirnya kehilangan bayinya, dan semua penderitaan itu memang karena kutukan keluarga Kyleer.” Tukas ayahnda Fhilip.


“Bukankah kutukan keturunan pertama Kyleer akan berakhir, dengan hadirnya cinta sejati..”


"Yah benar, namun diantara cinta sejati itu akan berakhir dengan mengenaskan. Itulah takdir kutukan sebenarnya.”


Cullen tersungkur di hadapan sang ayahndanya, “ayah! mengapa? mengapa hanya aku yang menerima kutukan ini..” ujar Cullen dengan pilu.


“Bahkan kontak batin  diantara kalian berdua sudah terputus, semenjak kematian bayi keturunan pertama cucu Kyleer. Cullen terimalah takdirmu..” sang ayahnda menyentuh pundak Cullen.


Plakk… Cullen menepis tangan sang ayahnya.


“Aku akan tetap bersama Jasmeen!” bentak Cullen.

__ADS_1


“Kau tidak akan bisa bersamanya, bahkan jika kau memaksa, itu hanya akan membuatnya semakin menderita..” peringat sang ayahndanya.


Cullen tak menghiraukan ucapan sang ayahnya, ia pun bergegas menemui Jaes.


***


“Kediaman Jasmeen”


Semua Cullen ingin mengejutkan Jaes, bahkan ia tak ingin Jaes mengetahui perbuatan nakalnya pada saat di penginapan. Karena ia ingin mengerjai Jaes.


“wanita kecilku..” ujar Cullen, dan seperti biasanya ia masuk melalui jendela kamar Jaes.


Namun ketika Cullen hendak menyentuh Jaes, justru Jaes tak dapat ia gapai. Jaes pun tidak dapat mendengarkannya.


“Jasmeen! Jasmeen!!” teriak Cullen yang sudah terdengar putus asa.


“Kau bisa menyentuhnya setelah ia terlelap,” gema suara yang hanya Cullen saja dapat mendengarnya.


Benar, setelah Jaes terlelap, baru Cullen dapat menyetuhnya. Hal itu pun terus ia lakukan selama beberapa malam berturut-turut, tentu saja tanpa sepengetahuan Jaes. Jaes pun terus beranggapan bahwa semua itu hanya bunga tidurnya saja.


***


“Mansion Kediaman Cullen”


“Kau harus menikahi seorang wanita manusia biasa sebagai pengganti Jasmeen,” ujar ayahnda Fhilip.


“Apa maksud ayah? apakah ayah sudah gila?” tukas Cullen kesal.


“Cullen, bukankah ayah sudah katakan, kalian tidak dapat bersatu..”


“Cukup!! ayah sangat banyak bicara, aku tahu apa yang aku lakukan!” bentaknya.


Ayahnda Fhilip mengehela napas, “ayah tahu ini berat untukmu. Tapi gadis manusia itu sudah banyak menderita karenamu. Jadi, nikahilah seorang manusia, milikilah anak bersamanya. Maka ia akan menjadi tumbal pengganti Jasmeen, apakah kau mampu melakukannya?” tantang sang ayahnda Fhilip.


Cullen terdiam sejenak, dan mulai berpikir. “Baik, jika dengan hal itu dapat membuat Jasmeen bersamaku,” ucapnya dengan penuh keyakinan.


“Sekali pun kau harus menumbalkan seorang wanita yang tak berdosa, juga calon bayimu?” tukas sang ayahnda lagi.


Menepuk bahu Cullen pelan, “wanita yang akan menjadi istrimu adalah keluarga dari Jasmeen, maka setelah kau menikah dengan wanita itu, kau harus menjauh dari Jasmeen. Sampai istrimu melahirkan anak untukmu, dan saat itulah ia akan mati bersama anakmu yang ia kandung.”


Rahang Cullen kian mengeras, penuh amarah. “Apakah setelah itu semua selesai ayah?”


“Kau tidak akan bisa bertelepati bahkan kontak batin dengan Jasmeen. Di saat itulah, kau harus menemukannya..”


“Apakah itu syarat mutlaknya, lalu apakah keluarga dari Jasmeen tidak akan tahu hal ini?”


Tsk.. menyeringai, “kau harus meminum darah anakmu yang dilahirkan oleh istrimu pertama, maka kutukan akan berakhir.”


Mendengar bahwa ia akan dapat bersama dengan Jasmeen, sungguh hal yang membahagiakan baginya. Namun jika ia harus meminum darah anak yang dilahirkan wanita sebagai tumbal bagi Jasmeen, tentu saja Cullen sangat tak percaya akan apa yang ia dengar kini.


“Kau keturunan manusia kegelapan, dan darah kegelapan mengalir kuat dalam tubuhmu. Bukankah itu hal wajar bagi kaum kegelapan,” tukas sang ayahnda.


“Apakah ayah pikir aku segila itu! sekalipun aku menjadikan istri pertamaku tumbal, namun bagaimana mungkin aku membunuh darah dagingku sendiri.” Tukas Cullen sambil memekul tembok rumahnya.


Akhirnya Cullen  pun benar-benar menikahi seorang wanita, yang bernama nona Shen. Nona Shen adalah kerabat dari Jasmeen, namun Jasmeen tak tahu hal itu.


“Kilas selesai”


----------


Kenyataan cukup pahit bagi Jasmeen, setelah mengetahui bahwa yang terjadi padanya adalah perbuatan Cullen. Sungguh tak tahu lagi, apa yang harus ia lakukan. Bahkan kini pun ia terlalu takut, jika baby Arseo mendapat dampak dari semua yang terjadi.

__ADS_1


***


__ADS_2