Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Pasti menemukanmu


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Cullen selalu memperlakukan Jasmeen sangat istimewa, terlepas dari segala hal yang ia perbuat untuk mengerjai Jasmeen. Bagaimana perasaan Cullen yang sesungguhnya pada Jasmeen…


Para pelayan yang datang ke kamar pribadi milik Cullen, keluar dengan cara paksa akibat amarah Cullen.


“Apa yang harus kita lakukan! mengapa tuan Cullen tidak ingin meminum darah ini..” gumam para pelayannya yang saat ini berada di luar kamar Cullen..


Bhuaakk… suara bantingan pintu dan terlihat jendela kamar pribadi Cullen terbuka dan terbentur-bentur oleh hembusan angin. Cullen pun tidak ada di dalam sana, ia pergi secara tiba-tiba.


>>


Tuan tampan, mengapa sendiri di sini.. apakah tuan kesepian.. ujar seorang wanita malam, sambil mendekati Cullen yang sedang duduk di tepi jalan yang terlihat cukup sepi.


Tuan, mari aku puaskan… tuan ingin gaya seperti apa..


Greppp… Cullen tiba-tiba mencengkram leher sang wanita, dan mengangkat tubuh si wanita hanya dengan satu tangan hingga ke atas udara.



Hakkkk ahk.. hakkk… sang wanita melenguh, ia tak mampu bersuara, lehernya benar-benar terasa sangat sesak dan menderita.


Bhuakkk… Cullen menghempaskan tubuh sang wanita ke pinggir trotoar jalan, dan membuat kepala si wanita terbentur hebat, dan menghembuskan napasnya untuk terakhir kali.


Whushh whussshhh… para pasukan berjubah berkerumun dan menggotong tubuh sang wanita dan menghilang seketika.


Beberapa minggu kemudian…


Sudah beberapa minggu belakangan, Cullen tak pernah lagi muncul di hadapan Jaes. Jaes pun bekerja seperti biasanya namun terkadang ia juga memikirkan sosok pria sadisnya tersebut.


“Apa yang aku pikirkan? mengapa bayangan pria sadis itu muncul di kepalaku…” batin Jaes, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Hari lepas hari, Jaes jalani dengan normal dan terus menulis kelanjutan naskah novelnya.


Drrttt…Tuan Ezrai memanggil…


“Tuan Ezrai..” gumam Jaes sambil melihat layar ponselnya, ia teringat akan kejadian sekitar beberapa minggu yang lalu.


Jaes: “Hallo tuan.. apa ada yang bisa dibantu?”


Ezrai: “aku hanya ingin mengajakmu untuk makan malam, bisakah kita bertemu malam ini?”


Jaes: “Ahm… maaf tuan, aku tidak bisa..” Jaes gugup, karena Cullen pasti akan mengetahuinya, dan tak tahu apa lagi yang akan terjadi nantinya.


Ezrai: “Ayolah nona Jasmeen, aku akan menjemputmu…” bip.


Tuan.. tuan…


Huhh.. Jaes menghela napasnya, dan ia sangat ingin menghindari tuan Ezrai, ia tak ingin Cullen berbuat hal yang kejam lagi.


Jaes mulai mengetik dan mencoba mengirim pesan untuk tuan Ezrai.

__ADS_1


“Maaf tuan, ada pekerjaan yang harus kuselesaikan, dan aku aka nada janji dengan teman lamaku..” isi pesan Jaes untuk tuan Ezrai.


“Hallo Monne… liburan cuti beberapa hari ke depan, aku ingin menginap di rumahmu..—“


                                ***


“Apartemen kediaman Monne”


“Jasmeen, my best friend…” Monne mendekap tubuh Jaes.


Maaf Monne, jika kedatanganku mendadak… ujar Jaes lalu duduk di sofa ruang utama kediaman Monne, sang sahabat sejak masa kuliah.


“aku sangat merindukanmu Jasmeen… dan aku sangat suka dengan cerita novelmu. Kau tahu, saat aku membacanya, aku seperti membayangkan betapa kejamnya Tuan Misterius itu…” ujar Monne dengan senyuman bahagianya.


>>


“Jasmeen!! kau tahu berita baru?”


Ada apa Monne? Jaes pun melepaskan laptopnya.


“Di daerah kota A, sedang terjadi kebakaran hebat! awalnya ada suara teriakan namun setelahnya terbakar habis..”


Ohh mungkin itu akibat gas bocor Monne… tukas Jaes dengan nada bercanda lalu memlanjutkan novelnya.


“Iya Jaes.. sepertinya ini sekitar area kediamanmu..” gumam Monne sambil melanjutkan menonton televisi.


Apa?? dimana Monne?? Jaes terkejut, dan ternyata benar, itu area kediamannya.


“kau terlalu menikmati liburanmu Jaes, dan mematikan sosmed juga ponselmu.. hmm benar-benar aneh kau Jasmeen..”


Beberapa hari bahkan minggu Jaes mematikan ponselnya dan tak ingin terganggu.


Beberapa minggu yang lalu…


-------------


Tuan, aku selalu di ganggu oleh sosok mahkluk, aku ingin bebas… lirih Jasmeen pada seorang pria paru baya yang terlihat seperti tabib.


“tetapi dengan syarat, ceritakan sosok itu, maka aku akan membantumu…” tukas sang pria tua tersebut.


Jaes pun mulai menceritakan segala hal yang ia lihat, namu n taki semerta-merta ia mengatakan hal yang bersifat pribadi,


“Baiklah nona.. malam  ini pukul. 00.00, kau harus mandi di rendaman air berwarna dan juga beberapa bunga-bunga segar. Setelah itu kau minumlah ramuan ini, dan bawalah batu giok ini kemana pun kau pergi. Maka sosok itu tidak akan mampu menemukanmu, dan saranku kau lebih baik cuti dulu..”


Jaes pun melakukan apa yang diperintahkan sang pria tua tersebut, dan akhirnya Cullen benar-benar tak lagi


mengganggunya.


-----------


“Jasmeen.. apa yang kau pikirkan..” Monne terlihat kesal karena Jaes tidak menghiraukannya.


Maaf Monne.. bisakah kau menemaniku siang ini ke suatu tempat..—

__ADS_1


Jasmeen dan Monne pun bergegas menuju alamat yang ingin Jaes tuju.


                            ***


Mereka tiba di kediaman sang tabib pria tua, yang telah membantu Jaes terlepas dari bayang-bayang Culllen.


“Kita dimana Jasmeen..” ujar Monne sambil mendekap tubuhnya ia merasa ada hal yang kurang tepat.


Permisi.. Jaes terus mengetuk dan memanggil.


Maaf, permisi tuan. Apakah tuan tahu, dimana sekarang, pemilik rumah ini ujar Jaes bertanya pada seorang pria yang kebetulan lewat.


“Ohh maaf nona.. beberapa minggu ini banyak terjadi kejadian mengerikan. Seperti pemilik rumah ini, tiba-tiba saja mati dengan cara membakar diri..”


Apa? tidak mungkin.. Jaes terkejut dan tersandar di agar depan kediaman sang tabibnya.


“benar nona, lebih baik nona pulang sekarang.. permisi..”


Terimakasih tuan…


“Apakah tuan Cullen yang melakukannya…” batin Jaes.


“Bagaimana Jasmeen..” tukas Monne yang sedang menunggu di mobil.


Tidak Monne, ayo kita pergi…


“Jasmeen, tadi ada seorang pria tampan menitipkanku ini, dan katanya untuk nona Jasmeen Aimee..” Monne menyodorkan sebuah paper bag kecil.


Apa ini ? Jaes mulai memperhatikan, dan ia sangat terkejut saat melihat isi dalam paper bag tersebut ialah sebuah syal berwarna coklat.


Monne, aku akan pulang, dan terimakasih untuk keramahanmu…


“Kenapa Jasmeen..”


Tidak mengapa Monne… aku harus segera menyelesaikan urusanku.


>>


“Apa yang telah dia lakukan sebenarnya..” batin Jaes sambil terisak pilu. Rasa takut kini mulai menghantuinya.


Akhirnya Jaes menghidupkan ponselnya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat sebuah foto baru dari Monne sahabatnya.


Monne!! Jaes teriak histeris, saat dilihatnya foto Monne bersimbah darah, dan berada di kediaman Cullen Kyleer.


Ahk… apa yang terjadi… Jaes begitu gemetar hingga tak sanggup melangkah, dan ia harus segera datang ke kediaman Cullen.


“Taksi…” Jaes memberhentikan taksi, dan segera menuju kediaman Cullen.


Tak lama setelahnya, Jaes pun tiba tepat di depan kediaman Cullen.


Argghh…. hakk…. terdengar suara teriakan seorang wanita, dan ia tahu itu suara siapa…


 ****

__ADS_1


__ADS_2