
“Mr. Devil – Season II”
Author by Natalie Ernison
Terjadi pertengkaran antara Cullen dan Jasmeen, dan dalam beberapa kalimat yang telah Jasmeen lontarkan, ternyata membuat Cullen sangat marah. Ia yang biasanya selalu menyayangi Jaes, terlepas dari semua perbuatan nakalnya. Namun malam itu, Cullen telah berlaku kasar terhadap Jaes, dan hal itu menghancurkan
perasaan Jaes.
Jasmeen sedang bersama sahabat baiknya, Monne. Pada saat itu Jasmeen terlihat sangat murung, semua berawal dari pertengkarannya dengan Cullen.
“Hallo nona-nona…” ujar seorang pria.
Ttuuutuuan Ezrai Digorn!! Monne terlihat sangat terkejut saat melihat Ezrai, rupanya Ezrai sangat terkenal dikalangan wanita.
“Ohh hallo, teman nona Jasmeen..” ujar Ezrai sambil menarik kursi yang berada di samping Jasmeen.
Jasmeen, mengapa tidak ceritakan padaku, jika kau mengenal tuan Ezrai.. bisik Monne, Ezrai hanya tersenyum saja.
Maaf tuan Ezrai, perkenalkan ini temanku, Monne..
“Ezrai…-- Monne…-- keduanya saling bersalaman.
Mengapa tuan bisa kemari? ujar Jaes heran.
“Aku hanya sedang membelikan keponakanku sesuatu, dan tak sengaja kemari, saat kulihat ada seseorang yang mencuri perhatianku..” tukas Ezrai dengan sangat prontal dan santai.
Ohh baiklah tuan… Jaes kembali menyantap pisang keju coklatnya.
“Sepertinya makanan di sini enak, aku ingin ini..” Ezrai mencicipi makanan yang sedang jaes santap.
Tuan, ini tak layak untuk tuan..
“Hei, aku manusia, dan ini bukankah makanan manusia..” tukas Ezrai cuek.
Tidak tuan, hanya saja status anda tidak sepandan bersama kami..
“Nona Jasmeen, maaf.. tetapi orang tuaku tak pernah mengajariku untuk pilah pilih dalam berteman, selagi itu baik..”
Apa kau mendengar itu nona Jasmeen… ujar Monne menggodanya.
Ezrai Digorn, anak pewaris dari tuan Dirgorn yang sangat terhormat di kalangan pengusaha dan pembisnis sukses. Namun Ezrai sangat ramah pada semua pegawainya terutama pada Jasmeen.
“Aku akan mengantar kalian pulang..”
Ohh sayang sekali tuan, aku membawa mobil, dan sepertinya Jasmeen harus pulang bersama tuan.. karena aku harus pergi menjemput ibuku.. byee…
Monne.. hei..
“biarkan saja, ayo kuantar pulang…” ujar Ezrai, lalu bergegas melaju dengan mobil miliknya.
>>
Ada apa tuan?
__ADS_1
“sepertinya di depan mobil kita terjadi kecelakaan..” tukas Ezrai.
Terlihat beberapa mobil terhenti di depan mobil milik Ezrai, dan terlihat beberapa pria bertubuh tinggi keluar dari mobil.
Jaes mulai memperhatikan pria-pria tersebut, dan sepertinya ia sedang berusaha mengingat sesuatu.
Tidak mungkin mereka dan dia.. Jaes bergumam sendiri, karena ia teringat beberapa pengawal yang berada di rumah kediaman Cullen.
Gdor dor dor… para pria berpakaian serba hitam tadi menggedor kaca jendela mobil milik Ezrai.
“Hei, apa masalah kalian tuan tuan?” ujar Ezrai sambil menurunkan kaca mobilnya.
Tiba-tiba saja mereka membuka paksa pintu mobil, dan menyeret Ezrai keluar secara paksa.
Hei, apa yang kalian lakukan…
Bhuk bhukk bhuk… mereka langsung mendadak menghajar Ezrai, namun beruntung Ezrai jago dalam ilmu bela diri. Mereka pun bergulat, dan Ezrai berhasil mengalahkan semua pria-pria tadi, yang diduga adalah
bodyguard.
Tuan Ezrai… Jaes memapah tubuh Ezrai ke dalam mobil.
Namun…
Grepp… seseorang mencengkram Jaes, dan menarik Jaes menuju dalam mobil berwarna hitam pekat.
“Hei, lepaskan dia!!” Ezrai ingin meraih tangan Jaes.
Tuan Ezrai, pergilah jika tuan masih ingin hidup!! para bodyguard tadi mengulurkan beberapa pisau bahkan pistol ke arah kepalanya.
Nyonya Jasmeen, adalah wanita tuan kami, jadi jangan coba-coba mencari masalah dengan tuan kami!!
Bhuk bhuk bhukk… lagi-lagi Ezrai dihajar habis-habisan.
***
“Kediaman Digorn family”
“Siapa yang melakukan ini pada anakku!!” jerit sang ayah beserta sang ibu tercinta, mereka terkejut saat melihat lebam pada wajah tampan Ezrai.
Ahhkk… anakku! siapa yang berani melakukan ini… sang ibu langsung mendekap tubuh lemah Ezrai.
“Maafkan aku, ibu ayah! aku terlibat perkelahian, dan ini salahku.Kumohon jangan perpanjang lagi..” tukas Ezrai lalu menuju kamarnya, ia tidak ingin Jaes berada dalam posisi bahaya. Karena ia tahu bahwa sang ayahnya tidak akan tinggal diam saja.
“Ezrai! katakan! apa yang telah terjadi, bukankah selama ini kau tidak memiliki musuh..”
“Ayah! aku adalah anak seorang putra Digorn, yang sangat disegani semua orang, jadi wajar dan sah-sah saja jika banyak yang mengincarku. Untuk hal ini, jangan diperpanjang lagi, ini adalah hal biasa bagi pria.” Tukas Ezrai dengan wajah sendu.
Baik anakku, istrahatlah, dan hati-hatilah dalam bergaul.
"Di kamar pribadinya"
Arghkk… Ezrai meninju tembok kamarnya.
“Aku pecundang! bahkan menyelamatkan wanita yang sangat kuinginkan pun aku tak mampu!!” sesal Ezrai, ia terperosot pilu dan meringis di sana.
__ADS_1
“Jasmeen… apa yang sedang terjadi, bahkan aku tak pernah tahu bahwa kau sudah memiliki soerang pria idaman!! argghhkk…” Ezrai mengerang kesal.
Sementara disisi lainnya…
***
“Kediaman Cullen Kyleer”
Lepaskan!! ahkk… Jaes di bawa ke kediaman Cullen oleh para pengawal kepercayaan Cullen.
“Pergilah, dan tinggalkan kami..” titah Cullen, dan kini Jaes berada di ruang bawah tanah, terlihat begitu banyak lampu lilin, bahkan sebuah peti mewah nan besar.
Cullen melangkah ke arah Jaes, matanya kini berwarna hitam kemerahan, dan wajah yang sangat dingin mencekam.
Ahkk… Jaes melenguh, saat Cullen m***** pingangnya dan menempelkan Jaes di tembok.
“Mengapa kau sangat sulit diingatkan! haruskah aku keluarkan isi perut dan jantung pria laknat itu..” tukas Cullen tepat di depan wajah Jaes.
Jaes hanya diam tak ingin berbicara sepatah kata pun, bahkan saat Cullen kembali m**** tubuhnya, ia hanya diam tak bersua.
“Apakah mulut ini sudah bisu sekarang..” Cullen mencengkram rahang Jaes. Berkali-kali Jaes enggan untuk menatap wajah Cullen.
Ahkk… lenguh Jaes, Cullen menghempaskan tubuhnya di atas kasur king size yang berada di samping peti mati itu, dengan hiasan lilin-lilin menyala.
Satu persatu Cullen melucuti pakaiannya, dan kini hanya tertinggal kolor dalamnya saja. Ia berjalan ke arah Jaes, dan kini tepat berada di atas tubuh Jaes.
Hentikan! kau pria binatang keji! sampai kapan pun aku akan selalu membencimu… ahkk…
Cullen tak menghiraukan perkataan Jaes, ia mengecup kasar bibir ranum Jaes. Ia mencumbui seluruh tubuh Jaes, dan juga tak lupa mengoyakan seluruh pakaian yang Jaes kenakan.
Ahkk.. hakk.. Jaes terisak dan terus meringis hebat. Karena kegiatan Cullen begitu menyakitinya, seluruh tubuh
terlihat merah bekas tanda kepemilikannya. Re****** dari Cullen pun terasa begitu panas dan nyeri.
Ahkkk hhh… jangan!! jangan!! Jaes terus meringis, namun Cullen tak mempedulikannya.
“menurutlah dan jadilah wanitaku seutuhnya!!”
Arggkk….. Jaes semakin menjerit saat Cullen menjambak-jambak rambut panjangnya.
“Kenapa begitu sulit membuatmu menjadi milikku seutuhnya, dan menurut padaku!!” Cullen berteriak nyaring tepat di depan wajah Jaes.
Binatang!! kau sangat biadab!! teriak Jaes dan membuat Cullen kembali m**** tubuhnya dengan begitu kuat, dan semakin nyeri saja.
Ahkkk hhahh.. Jaes merangkak di atas kasur tersebut, kini tubuhnya dipenuhi tanda kepemilikan dari Cullen, bahkan ia kini tak mengenakan sehelai kain pun ditubuhnya.
Ahkk… jangan!!! lenguhnya.
Cullen mengikat kedua tangannya ke atas dengan menggunakan dasi milik kepunyaan Cullen.
Teriakan Jaes kini semakin menjadi-jadi, saat Cullen mulai…
__ADS_1
****