Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Jadilah mami dari anak-anakku!


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Cullen sulit menemukan keberadaan Jasmeen, dan itu berawal sejak Timoty Gors Aimee, kakak laki-laki Jasmeen hadir kembali. Akankah ini permulaan kesulitan kisah mereka….


Cullen terlihat begitu murka setelah mendengar pemberitahuan dari sang pengawalnya.


Ia mengepalkan kedua tangannya, dan…


Buggghhh… Ia meninju dinding mansionnya, dan lagi-lagi menghancurkan dindingnya.


“Aku harus menculik kucing kecilku dari pria lakna* itu!!” umpatnya, dengan sorot mata yang sudah semerahd arah, bercampur kehitaman.


Tuan, kita harus menggunakan cara halus. Karena, pria itu adalah saudara laki-laki nyonya Jasmeen..


“Apaa!!!” Cullen semakin membelalak ngeri, sungguh bak di sambar petir rasanya.


“Pantas saja aku tidak dapat menemukannya, ternyata pria itu mengenakan penghalang. Cari celah, lalu langsung bawa nyonya kalian kemari!!” titah mutlak Cullen yang harus diwujudkan, walau dengan berbagai cara apa pun.


***


“Kediaman Jasmeen”


“Jeje, jangan pernah lepaskan kalung ini! jika tidak para mahkluk kegelapan itu akan dengan mudah menemukanmu..” ujar Timoty sambil membelai le,but rambut Jaes.


“Jadi selama ini, kalung inilah yang membuat tuan Cullen tak dapat nememukanku, dan apa yang dikatakan para pengawal itu..” batin Jaes.


Kakak akan pergi kemana?


“kakak ada urusan sayang, kakak adalah seorang dokter. Begitu banyak kasus pembunuhan yang tidak wajar selama ini, dan kakak harus kembali ke luar negeri untuk sementara waktu..” tukas Timoty sambil mengemaskan pakaiannya ke dalam koper.


Mengapa kakak tidak ingin memberitahuku, di mana kakak tinggal?


“Tidak Je, kakak tidak ingin kau dalam masalah. Kakak bersumpah! akan membunuh para mahkluk kegelapan terkutuk itu, jika sampai mereka menyentuhmu!” tukas Timoty dengan sorot matanya yang penuh dengan dendam.


Baik kak… Jaes hanya menelan salivanya. Andai sang kakaknya tahu, bahwa selama ini Jaes bahkan selalu dikerjai oleh mahkluk kegelapan yang sangat kakaknya benci, maka akan sangat sulit lagi, pikirnya.


“Kakak akan pergi sayang… jaga dirimu baik-baik. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, cepat hubungi kakak! karena kakak pun memiliki rekan pemburu.”


Rekan? siapa kak? Jaes terlihat begitu ingin tahu, maksud dari pernyataan sang kakak.


Tsk.. “Sudahlah, kau jangan terlalu banyak berpikir sayang..” cup. Timoty mengecup lembut kening Jaes.



Tak lama setelah kepergian sang kakaknya, Jaes pun kembali berkutat dengan layar laptopnya. Tentu saja melanjutkan kisah gore fantasy romancenya.


>>


Tok tok tok… suara ketukan pintu yang cukup membuat fokus Jaes hilang sejenak.


Hmm.. Jaes mendengus kesal, lalu beranjak dari hadapan layar laptop miliknya.


“Nyonya Jasmeen!!” tukas beberapa pengawal, namun karena diantara para pengawal ialah keturunan mahkluk kegelapan, hal itu membuat mereka tidak dapat melihat keberadaan Jaes.


Apa yang kalian lakukan? Jaes terkejut dengan kedatangan mereka.


“Kami hanya ingin berbincang-bincang bersama nyonya, bolehkah kami masuk..?” pinta sang pengawal.


Bailah, sialakan masuk…

__ADS_1


Jaes mempersilakan para pengawal tersebut masuk, dan juga menyuguhkan beberapa hidangan layaknya para tamu.


“Maaf nyonya, jika kehadiran kami mengganggu. Namun, kami sudah tidak mampu lagi melihat keadaan tuan Cullen..” lirih sang pengawal dengan mata berkaca-kaca (sepertinya sedang melancarkan rencana mereka).


Apa maksud kalian? apakah, bunda Sonya menyakiti tuan Cullen..? Jaes terlihat mulai cemas.


Hm… para pengawal saling pandang sejenak, lalu menganggukkan kepala mereka.


Ohh tidak… “Apa yang harus aku lakukan? apakah aku akan diam-diam menemuinya..” batin Jaes yang sedang dilanda dilema.


“Kami tidak akan memaksa nyonya, hanya saja keadaan tuan sangat memprihatinkan nyonya..” lirih para pengawal, secara kompak mereka terlihat begitu sendu.


Baiklah, aku akan bersiap-siap terlebih dahulu… Jaes pun beranjak dari ruang tamu, lalu mengemasi baranf-barang yang diperlukan saja.


Sejenak para pengawal saling tatap dan tersenyum, seakan puas dengan jalan rencana yang sedang mereka mainkan.


“Maafkan aku kakak, tapi aku tidak ingin menyesal, jika melewatkan malam ini..” lirih batin Jaes, lalu ia melepaskan kalung yang menjadi penghalang para mahkluk kegelapan dapat menemukannya.


Ia sempat terhuyung lemas, dan pertumpu para dinding kamarnya, setelah ia melepaskan kalung tersebut.


>>


“Nyonya sudah siap?” ujar para pengawal yang terburu-buru bangkit berdiri.


Iya. Apakah kita akan melayang di udara lagi? tukas Jaes yang terlihat tidak senang.


“Tentu saja tidak nyonya. Kita akan mengendarai mobil..” mereka pun bergegas pergi. Sementara Jaes kini terlihat gelisah, para pengawal pun hanya diam dan tak banyak bicara.


***


“Mansion Kediaman Cullen”


“Selamat datang kembali nyonya Jasmeen…” sapa para pekerja


“nyonya, biar kami merapikan barang-barang nyonya. Silakan masuk ke kamar pribadi tuan..”


Baik… Jaes memberikan tas yang ia bawa, lalu bergegas menuju kamar pribadi milik Cullen. Ia bahkan berjalan setengah berlari.


Dengan napas yang memburu, Jaes mencoba untuk tetap tenang, dan mengetuk pintu.


Namun pintu tak terkunci, bahkan terbuka.


“Kemana pria itu, mengapa perasaanku sedikit gugup begini..” batin Jaes.


Ia pun masuk ke dalam kamar pribadi milik Cullen. Semua terlihat meremang, dan terlihat seseorang sedang berbaring di atas kasur king size.



Pria tersebut berbaring, bak mayat.


Jaes mengatup mulutnya dengan telapak tangannya. perlahan mendekati si pria, yang ialah tuan Cullen.


Tuan… ujar Jaes sambil menyentuh wajah tampan yang sedang menutup mata itu.


Tuan.. apa yang terjadi padamu… lirih Jaes, ia hampir menangis. Yah, mulai timbul rasa sedih. Sedih jika pria ini tak lagi bangun dan membuka mata untuknya.


Namun, Cullen tak kunjung membuka matanya.


Tuaaannnnhhhh… suara Jaes semakin lirih, dan ia pun akhirnya menangis pilu.


Tuan.. akkhhuuu… mencintaimu…. lirih Jaes dan mendekap tubuh Cullen. Ia meletakkan kepalanya di atasdada koko milik Cullen. Ia terisak pilu, sedih dan sangat menyesakkan jika pria ini tak kunjung bangun.

__ADS_1


“Katakan sekali lagi..” tukas Cullen yang tiba-tiba membuat Jaes terbangun dari sandarannya.


Tuan… Jaes menyentuh wajah Cullen dengan kedua tangannya, dengan berlinangan air mata pilunya.


“Katakan sekali lagi, bahwa kau mencintaiku sayang..” pinta Cullen yang tersenyum sendu.


Akkhhu… akkkuu..—belum selesai Jaes melanjutkan kalimatnya. Cullen pun langsung…


Mengecup bibir Jaes dengan cukup kasar. Tersirat kerinduan yang begitu mendalam di sana.


Kecupan yang begitu bergairah, dan tak ingin jika terlepas begitu saja.


Ahkk.. pekik Jaes, Cullen membalikkan posisi dan….....**** 😉


“Kau sangat nakal sayang.. mengapa kau pergi berlibur, tanpa sepengetahuanku..” keluh Cullen, membuat Jaes terkejut. Tentu saja ia tidak liburan pikirnya.


Aku…--- Jaes terbata lagi.


Seeesshhhttt….


“aku tidak peduli apa alasanmu. Namun, jangan harap kau bisa pergi lagi dariku. Kau sekaarng sepenuhnya milikku.”


Kruaahhhkkk… Cullen langsung menghujam taringnya di bahu milik Jaes.


Harggkkk argghkkk… ahkkk… teriakan Jaes terdengar begitu parau. Baru kali ini ia merasakan tubuhnya begitu kaku, dan lebih dari sekedar aliran listrik.


Hakkkhh ahkkk… lenguh Jaes, dengan air mata yang seakan tak henti-hentinya mengalir. Namun ia tak mampu bicara.


Cullen menghisap darahnya, namun tidak menggigiti leher. Cullen menggigit bagian bahu Jaes, dan melepaskannya.


“Mulai saat ini, kemana pun kau pergi, aku pasti menemukanmu..” tukas Cullen dengan sorot mata yang semerah darah.


Hagkk ahkkk… Jaes hanya mengangakan mulutnya. Ia tak mampu bicara, tubuhnya terasa mati rasa dan sangat sakit.


Tuuhhhaaannn… mengapa… lirih Jaes. Ia menyentuh wajah Cullen, bahkan mencengkram wajah tampan itu.


“Sakitnya akan hilang sayang…” tukas Cullen.


Ia kembali mencumbu Jaes, dan membuat Jaes benar-benar tidak akan melupakan kejadian malam ini.


Sementara di sisi lain…


***


Arghhkk… hakgkkk…. Timoty melenguh hebat, ia bahkan jatuh terhuyung sambil mencengkram bagian dadanya.


“Adikku… apa yang terjadi padamu…” lirih Timoty langsung terjatuh. Tubuhnya terasa sangat sakit, seakan ia juga turut merasakan apa yang sedang Jaes alami saat ini.



---------


“Jasmeen…..” lirih Cullen. Warna merah pada kedua matanya mulai memudar, dan ia mendekap Jaes sepanjang malam. Hanya sekedar untuk meredakan rasa sakit Jaes dikala itu.


“Jasmeen… aku ingin kau menjadi mami dari anak-anakku...---


****


Tuan Cullen Kyleer, apakah sudah cocok menjadi seorang papi?😯


__ADS_1


Stay terus dong😄😉


__ADS_2