Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Jangan lakukan itu tuan


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Cullen sebagai seorang bos di sebuah perusahaan yang saat ini Jasmeen tempat, sehingga semua hal yang Cullen inginkan, harus ia lakukan. Termasuk sebuah kehangatan alami…


Sampai kapan kau seperti ini thuuaannn… lenguh Jaes, karena tubuh Cullen saat ini sedang menin**hnya.


“sampai aku puas sayang..” ujar Cullen sambil mengunci kedua tangannya, dan terus saja bermain dengan tubuh mungil Jaes.


Aku hanya menginginkan kehidupan normalku, aku tidak ingin seperti ini… lirih Jaes, ia tak mampu lagi melakukan perlawanan.


“aku hanya menginginkanmu sayang, jadi jangan coba untuk berpikir pergi dariku.. apakah wajahku kurang tampan, sehingga kau belum jatuh cinta padaku hmm…”



Anda pria sadis, kejam.. aku tidak mungkin jatuh cinta padamu tuan Cullen Kyleer…


“Aa ah… pria ini tak akan mendengarkanku..” batin Jaes. Perlahan ia membalas pelukan Cullen padanya.


Cullen terkejut, ia tak berpikir bahwa Jaes akan membalas pelukannya. Jaes bahkan membelai lembut punggung polos tanpa busana milik Cullen. Sungguh punggung yang sangat kokoh, pikir Jaes saat itu.


“Ayoo kita kembali ke villa…” Cullen langsung menggendong Jaes, dengan gaya biasanya.


>>

__ADS_1


“Bersihkan dirimu dan tidurlah…” ujar Cullen, Jaes pun membersihkan dirinya.


Setelah selesai membersihkan diri, Jaes mengenakan gaun tidurnya, matanya sangat mengantuk. Seharian ia menyelesaikan laporan salinan yang Cullen peritahkan padanya.


Ia ingin segera tidur, namun Cullen terlihat sedang berada di atas kasur satu-satunya di ruangan itu, sambil memainkan laptop dan terlihat begitu serius.


“Jika kau ingin tidur, tidurlah…” ujar Cullen, sambil menepuk area di sebelah dirinya, tentu saja sebuah tanda bahwa Jaes harus berada di sisinya.



Tanpa pikir panjang lagi, Jaes pun merebahkan dirinya yang sudah sangat lelah itu. Ia berbaring dan berbalik arah menuju dinding.


 “Apakah kau sangat kelelahan sayang…” bisik Cullen padanya.


Hmmm…  gumam Jaes, sambil membuka pelan matanya yang sudah terlihat sangat sayu, dan sangat mengantuk.


Keesokan harinya…


Mentari pagi sudah menyapa kulit Jasmeen.


Ahkk.. mengapa aku sudah di sini? gumam Jaes, saat mendapati dirinya sudah berada di luar kamar yang menuju ke  arah pantai, dengan di terangi oleh mentari pagi.


“Kau tertidur seperti anak **** kecil sayang, sehingga aku tak tega membangunkanmu. Karena mentari pagi ini cerah, jadi aku membaringkan tubuhmu di sini..” ujar Cullen dengan senyuman mesumnya.


__ADS_1


Setidaknya biarkan aku beristirahat  mengapa harus membawaku kemari, bahkan  saat aku sedang tertidur! ujar Jaes dengan hati yang sangat kesal.


Ingin rasanya ia meneriaki Cullen dengan sebutan pria ****, namun Cullen kini ialah atasannya. Ah, sungguh sebuah dilema besar bagi Jasmeen.


Cullen duduk setengah berbaring menuju pantai sambil menyeruput kopi panasnya.


“Sayang, kemari..” titah Cullen, Jaes pun datang mendekat setelah selesai membersihkan dirinya.


Tuan Cullen, apakah aku pegawaimu atau wanita simpananmu? mengapa kita terlihat seperti pasangan yang sedang berselingkuh..



“Berselingkuh? aku tak memiliki kekasih, dan kau pun sama, lalu di mana letak perselingkuhannya sayang..?” tukas Cullen sambil mendekap erat tubuh Jaes, dan mengecup-ngecup punggung terbuka Jaes.


Tuan hentikan.. jangan terus-terusan seperti ini.. aku manusia, bukan barang yang bisa dengan mudahnya tuan pakai lalu buang begitu saja..


“Apa maksudmu, aku tidak menganggapmu barang bahkan pemasok darah, kau adalah milikku sayang.. hentikan banyak membantah, aku tidak suka..” tukas Cullen, lalu melumat bibir Jaes.


Ahhh… apakah tidak ada kegiatan lain, selain berciuman begini! ujar Jaes dengan wajah kesal.


“Ada banyak sayang.. apakah kau ingin aku melakukan sesuatu untukmu, yang lebih panas mungkin..” gumam Cullen di tengkung leher Jaes, dengan tangan jahilnya yang sedari tadi tak mampu untuk berdiam.


“Jasmeen aku sangat bergairah hari ini..” Cullen mendekap erat tubuh Jaes, dan tak menghiraukan keluhan Jaes.


Tuannn jangann…. jerit Jaes..

__ADS_1


***


__ADS_2