
“Mr. Devil – Season II”
Author by Natalie Ernison
Jasmeen menerima foto sang sahabat baiknya Monne sedang berada di kediaman Cullen. Namun foto tersebut seakan membuatnya semakin berada dalam ketakutan, ia pun memutuskan untuk datang sendiri menuju kediaman Cullen.
“Itu suara Monne…” Jaes berlari kencang, dan tiba di depan pintu utama mansion kediaman Cullen.
“Selamat datang kembai nyonya…” sapa para pengawal.
Cepat buka pintu, aku ingin bertemu dengan tuan kalian!!
Mereka pun membuka pintu utama tersebut, dan seluruh isi dalam mansion terlihat meremang dan bahkan hanya diterangi oleh lilin-lilin berwarna merah.
Bulu kuduk Jaes seketika berdiri tegak, ia sangat takut dan takut.
Tuan Cullen, keluarlah!!
Bhukkk… suara sesuatu terjatuh dari atas.
Arghh… Jaes menjerit histeris saat dilihatnya tubuh Monne tergeletak bersimbah darah.
Monne!!! Jasmeen tersungkur lemas, tubuhnya gemetar lemas.
“akhirnya kau muncul kucing kecilku..” ujar Cullen yang duduk di atas sofa samping tangga.
Cullen terlihat dingin bahkan sorot matanya berwarna hitam kemerahan.
Apa yang kau inginkan!! teriak Jaes, ia sangat marah dan juga takut yang luar biasa.
“Lalu kemana kau selama ini? kau pikir kau bisa bebas dariku hanya dengan meminta bantuan tabib bodoh itu! aku bahkan sudah membakarnya, dan sahabatmu yang berharga ini juga harus menerima akibat dari kepergianmu..” Cullen melangkah menghampiri Jaes yang sedang tersungkur pilu.
Kau pria yang kejam!! iblis!!!
“Iya, aku memang iblis yang kejam dan tanpa ampun, hanya denganmu aku berbaik hati, namun aku tak suka jika peliharaanku tak menurutiku..” Cullen mencengkram rahang Jaes.
Aku bukan peliharaanmu! aku manusia! mengapa kau bunuh sahabat berhargaku… Jaes terus terisak, dan tubuhnya semakin lemah saja.
“Sahabatmu sehat-sehat saja, ini hanyalah ilusiku..” Cullen memandang ke arah tubuh Monne, dan seketika berubah menjadi abu.
Lalu kebakaran itu?
“Itu semua ilusiku, namun tabib itu benar-benar aku kabar. Karena ia tak ingin mengatakan yang sebenarnya..” Cullen meraih tangan Jaes.
Lepaskan!! ilusi apa lagi yang akan kau buat padaku tuan!! Jaes menyeka air matanya, dan sangat kesal.
“Aku tidak suka jika kau jauh dariku…” Cullen langsung mengangkat tubuh Jaes dan melayang-layang menuju kamar pribadinya.
Ahk… Jaes melenguh saat tubuhnya di hempaskan di atas kasur king size milik Cullen.
“Kau sengaja ingin menyiksaku sayang..” Cullen ***** pinggang Jaes dan area sensitifnya.
Jangaaa aah hann…. Jaes melenguh hebat, karena perbuatan Cullen kali ini berbeda. Cullen terlihat sangat bernafsu dan sangat gemas padanya.
Hentikannnn ahk…. Jaes mencoba meronta namun ia kalah dengan kenikmatan yang Cullen berikan padanya.
Huh huh huh… napasnya memburu, Cullen mencumbuinya tanpa ampun, bahkan kaos yang sedang ia kenakan pun terkoyak-koyak akibat ulah nakal Cullen.
__ADS_1
“Minta ampunlah sayang, maka aku akan mengampunimu…” Cullen menggigiti daun telinga milik Jaes, dan membuat tubuh Jaes seperti tersengat aliran listrik.
Tidakkkk tuannhhh… kumohonn tuann hentikannnnhhh… Jaes benar-benar tak mampu lagi melayani perbuatan Cullen padanya.
“Aku sangat merindukanmu sayang… cepat lakukan sesuatu untuk menenangkanku…” ujar Cullen sambil **** tubuh Jaes. Tanda-tanda merah kepemilikan sudah tak terhitung lagi pada area tubuh Jaes.
Aku tidak tahu tuan… tolong jangan begini…
“Kalau begitu biarkan aku yang akan membuatmu menjerit-jerit sepanjang malam ini..” seketika bulu kuduk Jaes kembali berdiri saat mendengar pernyataan Cullen.
Hentikan… Jaes mencoba mendorong tubuh kekar Cullen dari atas tubuhnya, dan sedang ***** tubuhnya.
“Ayo sayang… cepat…” lirih Cullen sambil terus melakukan kegiatan panasnya.
Henthiikkkkaaann…. ahhhkkkk… Jaes terus melenguh akibat kegiatan panas yang sedang Cullen lakukan padanya.
“Aku benci ditinggalkan tanpa kabar secara tiba-tiba… ingin rasanya kupatahkan saja kaki dan tanganmu yang mungil ini, sehingga tak bisa lagi meninggalkanku..” gumam Cullen sembari melanjutkan kegiatannya.
Hahhh hahhh hahhh… deru napas Jaes semakin memburu dan ia terus terengah-engah.
“Mulai detik ini, jangan sampai kau berani pergi walau sejam, menit..---“
Sehhtt… Jaes mengatup mulut Cullen menggunakan telapak tangannya.
Cukup tuan Cullen… aku sangat kelelahan, begitu banyak pekerjaan yang..—
Cullen menin*ih tubuh Jaes dan mengunci kedua tangan Jaes.
“Aku hanya ingin dirimu malam ini, jadi biarkan tubuhmu yang menebus kepergianmu selama beberapa minggu lalu..”
Jangan… ahhkkk… tuan Cullen… hmm bajingan… jerit Jaes saat Cullen ***** area sensitifnya.
Hakkk ahhhh… hentikan tuan… kumohon… hah hah…
menjerit-jerit denganku, dan saat aku ****..” Cullen pun merebahkan tubuhnya di samping Jaes.
Keduanya pun akhirnya terlelap, dalam pelukan Cullen.
>>
“Hari ini aku akan menjemputmu dari kantor, dan kita akan malam bersama..” ujar Cullen sambil menikmati sarapan pagi bersama Jaes.
Aku akan pulang ke kediamanku, dan jangan sesuka hati membawaku kemari.. tukas Jaes sambil menikmati serapannya.
Hahhaha…
“Sudah lebih berani memerintahku sayang…” Cullen mencubit gemas pipi Jaes
Stop!!! Jaes menepis tangan Cullen darinya, Cullen hanya tersenyum geli.
Keduanya pun bergegas menuju tempat pekerjaan masing-masing.
“Hei, gunakan syal ini..” ujar Cullen sambil menyodorkan syal pada Jaes.
Dasar mesum!! aku benci dengan bekas-bekas ini!! bentak Jaes, ia sangat kesal pada Cullen. Akibat kegiatan
panas mereka tadi malam, kini leher Jaes di penuhi tanda-tanda merah/ kissmark kepemilikan dari Cullen.
“Ingat, sore ini aku akan menjemputmu sayang…”
__ADS_1
Hmmm… Jaes hanya bergumam, dan hendak membuka pintu. Namun tiba-tiba saja tangan Cullen mencengkramnya dan mengecup bibir Jaes beberapa detik.
Ahhkk… belum cukup semalam mengerjaiku!! Jaes langsung keluar dan membanting pintu.
“Dasar kucing kecil, baru begitu saja sudah mencakar..” gumam Cullen, ia terlihat sangat girang melihat tingkah laku Jaes.
***
Jaes terlihat sedang berdiri di depan kantor tempat ia bekerja, dan sedang menunggu kedatangan Cullen.
Tiiittt… suara klakson mobil sport berwarna merah mengkilat.
Turunlah seorang pria tinggi tegap, berbadan kekar/ manly, dengan pakaian kasual.
“Hallo sayang…” ujar Cullen menyapa Jaes yang terlihat cemberut.
Aku ingin pulang, aku harus mandi… tukas Jaes sambil memandang ke luar mobil.
“Tentu saja, aku akan menunggumu wangi, sehingga malam ini kita..—“
Tuan Cullen Kyleer! hentikan! tukas Jaes di sela kalimat yang ingin Cullen lanjutkan, tentu saja sebuah kalimat yang nakal.
Aku tak suka tuan datang ke tempatku bekerja, nanti orang-orang berpikir aku adalah wanita simpanan pria kaya…
“Kalau begitu, kita resmikan saja hubungan ini…” tukas Cullen sambil menyetir.
Percuma… gumam Jaes, dan menghentikan topic pembicaraan mereka.
>>
Aku akan mandi dan berganti pakaian, duduklah dengan tenang.. ujar Jaes sambil melangkah menuju kamar mandi, sedangkan Cullen duduk manis di sofa.
Karena bosan menunggu Jaes, padahal baru saja beberada menit berlalu. Cullen pun mulai memikirkan sebuah ide nakal.
“Hei.. mengapa lampu mati, tuan Cullen hentikan!!”ujar Jaes dari dalam kamar mandinya.
Heiii…. apa yang..—Jaes keluar hanya mengenakan handuk yang menutupi dari area dada hingga tengah paha putih miliknya.
Cullen terlihat sedang berbaring di atas kasur milik Jaes dan memandangi tubuh Jaes yang hanya terbalut handuk.
Jangan!! aku akan berganti pakaian! tuan.. tolong… jangan begini…
Hhmm… Cullen mendekap tubuh Jaes dan menghirup aroma bunga dari tubuh Jaes, aroma sabun yang Jaes gunakan.
“kau membangkitkan gairahku sayang..” Cullen mendekap erat tubuh Jaes, dan hampir saja menjatuhkan handuk kepunyaan Jaes.
Lepaskan!! aku tidak akan pergi denganmu jika begini!! Jaes mencoba meronta, namun semakin ia meronta, maka Cullen akan semakin girang.
Swusshhh… handuk Jaes pun akhirnya tersingkap, dan kini berada di tangan Cullen.
Bajingan!! ahhkkk… Jaes menunduk berusaha menutupi tubuhnya, dan mencoba meraih selimut yang terlipat rapi di atas kasurnya.
Greppp…
Cullen kembali mendekap tubuh polos Jaes yang kini tak mengenakan sehelai kain pun.
__ADS_1
Jangan… ahkk… hentikkkhhh khan tuan… Jaes melenguh dan melemah saat Cullen mulai mengerjainya lagi.
****