Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Pria iblis sialan!


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Ezrai Digorn, tertangkap oleh para pengawal kepercayaan Cullen. Akhirnya Ezrai harus menerima hal yang tak mengungtungkan baginya. Ia harus merasakan sakitnya pukulan para pengawal bertubuh tinggi tegap itu. Namun sakitnya pukulan itu tak seberapa dengan sebarapa sakit perasaannya, saat harus terpisah secara tak baik dari Jasmeen Aimee.


Hiks hiks hiks… suara tangisan seorang wanita memenuhi semua ruangan yang terbalut dengan dekorasi serba merah gelap.


Ahkk hahhh hahh.. Jaes terus terisak sambil mengambil napas pelan.


Cullen bangkit dari atas tubuh Jaes, iya terus memandangi seluruh tubuh Jaes yang kini dipenuhi tanda kepemilikan darinya.


“Kau wanita yang sangat kuinginkan… nenekku adalah seorang manusia biasa, sedangkan kakekku pergi meninggalkan nenekku sendiri...” ujar Cullen sambil terus membelai seluruh area tubuh Jaes, tanpa meninggalkan satu bagian pun.


“Aku sangat ingin me*****mu malam  ini, tetapi aku teringat bagaimana kisah cinta tragis nenek dan kakek, aku pun sangat ingin  wanitaku juga mencintaiku..” ujar Cullen sambil tak henti-hentinya mengecup, membelai, menyentuh seluruh area sensitive milik kepunyaan Nath.


Jaes masih dengan tangisan pilunya, ia sangat kesal akan keadaannya saat ini yang sudah seperti seorang wanita jalang murahan.


“Sudahlah, sepertinya hukumanku sudah sangat keterlaluan sehingga membuatmu tak henti-hentinya menangis..” Cullen perlahan melepaskan ikatan tangan Jaes, ia langsung mendekap erat tubuh tak berbusana Jaes. Keduanya berada dalam satu selimut, walau Jaes seakan putus asa dengan keadaannya, namun ia beruntung Cullen tak menyiksanya lagi.


>>


Tuan nyonya sudah sehat dan kembali bekerja.. ujar seorang pelayan, karena selama hampir seminggu Jaes mengalami demam tinggi, akibat dari ulah nakal Cullen padanya.


“Biarkan saja, dia tak akan berani macam-macam denganku..” tukas Cullen sembari meminum darah segar yang ada di dalam gelasnya, sambil tersenyum miring.


***


“Kediaman Jasmeen”


Jasmeen kembali berkutat dengan naskah fantasinya, ia terlihat begitu bersemangat dengan naskah tersebut. Rupanya Jaes menulis kisah-kisah yang telah ia alami, namun dengan variasi yang berbeda dan lebih unik.


“Pria iblis itu sangat tampan dan bergelimang harta, hanya saja dia adalah pria biadab yang pernah kukenal selama hidupku…” batinnya, tatkala mengingat sosok Cullen.


Ia merebahkan dirinya sejenak, merenggangkan otot-otot tubuhnya. Semua memang terasa sangat melelahkan pikiran dan juga tenaganya.


Kehidupannya bisa saja berubah menjadi lebih nyaman jika ia bersama Cullen, namun ia hanya akan menjadi budak nafsu birahi Cullen, pikirnya saat itu.


“Perusahaan xx”


“Nona Jasmeen, nona dipanggil oleh tuan Dham untuk segera ke ruangan beliau..” ujar seorang rekan kerja Jasmeen.


Baiklah kak, terimakasih.. Jasmeen langsung bergegas menuju ruangan tuan Dham, sang direktur perusahaann tempat ia bekerja.


Permisi tuan.. ujar Jaes sambil memberi sikap hormat.


“silakan duduk Jasmeen…”


Apakah ada yang harus kulakukan tuan? tanya Jaes sambil meluruskan pandangannya pada taun Dham.


“Begini nona Jasmeen, sepertinya untuk beberapa waktu, nona harus berpindah posisi pekerjaan..”


Berpindah? apakah maksud tuan aku akan ke perusahaan cabang?

__ADS_1


“Tidak, tapi kau akan kutempatkan di perusahaan B, milik keluarga Kyleer..”


Kyleer! Jaes mulai berpikir kritis akan maksud dari tuan Dham.


Apa maksud tuan? apakah perusahaan milik tuan Cullen Kyleer?


“Iya betul sekali nona, kau harus menjadi seorang sekretaris pribadi dari tuan Cullen..”


Bukankah tuan Cullen seorang dokter tuan?


“Iya betul sekali, tetapi tuan Cullen pun terkadang disibukkan dengan segala urusan perusahaan.”


Apakah ini permintaan tuan Cullen? tanya Jaes dengan mengernyitkan dahinya.


“Ahhmm, ia nona Jasmeen, kau tahu sendiri perusahaan Kyleer group sangatlah berpengaruh bagi perkembangan perusahaan kita.”


Tapi tuan, aku sangat nyaman bekerja disini.. Jaes enggan untuk mengiayakannya, karena ia tahu apa yang akan terjadi nantinya jika ia terus-terusan bersama Cullen.


“Jasmeen, aku pun senang dengan kinerjamu, namun perusahaan tuan Cullen akan sangat menjanjikanmu, nanti jika sudah selesai masa pertukaran, kau akan bisa kembali kemari lagi.”


Jasmeen dengan terpaksa menuruti permintaan pertukaran pegawai perusahaan tersebut. Karena Jasmeen sangat membutuhkan biaya hidup agar dapat bertahan hidup dengan layak.


***


“Perusahaan Kyleer group”


Ia akhirnya tiba di depan gedung mewah menjulang milik kepunyaan Kyleer group. Tentu saja, Cullen lah yang menjadi pengelolanya.



Design kantor pun sangatlah mewah dan seakan terlihat bukan seperti layaknya kantor.


“nona Jasmeen silakan ke ruangan tuan Cullen.” Ujar seorang pria berkacamata sembari menuntun Jaes menuju ruang kerja barusnya, bersama Cullen.


Terimakasih tuan.. Jaes pun menarik napas pelan sehingga tak terlihat canggung.


Baru saja ia ingin masuk, sebuah tangan menarik krah leher baju miliknya dan menyeretnya masuk secara tiba-tiba,d an tak lupa mengunci pintu.


Ahhkk.. lenguh Jaes sambil merapikan bajunya yang terlihat tak rapi akibat cengkraman tadi.


“Akhirnya yang ditunggu datang juga..” ujar Cullen sambil berbaring di atas sofa di dalam ruangan kerjanya.



Tuan, bukankah anda seorang pemimpin, bagaimana bisa anda begini didepan pegawai.


“Ohh yah.. bukankah kita pasangan ranjang yang sangat bergairah sayang…” ujar Cullen sambil melangkah menuju Jaes.


Hentikan tuan, kita sedang berada di kantor dan bahkan ad cctv!! Jaes mundur perlahan namun ia mentok di tembok.


Hahahha…


“Tentu saja semua itu urusan gampang, dan selama kau berada di sampingku dan didalam ruangan ini, tidak ada cctv yang boleh menyala..” tukas Cullen dan langsung saja menyambar bibir Jaes. Mengecup dengan begitu rakusnya, taik lupa tangan besar nan jahilnya bermain-main dengan tubuh Jaes.

__ADS_1


Jaes memukul tubuh kekar Cullen, namun Cullen justru semakin mengerjainya.


Cullen menyingkap rok span milik kepunyaan Jaes, dan melentangkan Jaes di atas sofa.


Bajingan! lepaskan aku! pekik Jaes saat tangan-tangan jahil itu bermain pada tubuhnya, area dada dan juga bok*gnya.


“Kau hari ini sengaja menggodaku sayang, berpakaian serba menggugah nafsuku..” gumam Cullen didaun telinga Jaes.


Jangan tuan, kumohon… pekik Jaes lagi saat Cullen mencoba meraih celana ***** miliknya.


“Kenapa sayang, aku sangat ingin bermain dan memandanginya..”


Huhhh… hentikan! aku datang untuk bekerja bukan menjadi budak nafsumu tuan! Jaes berupaya bangkit dari sofa tersebut.


Ia merapikan rok spannya yang kini sudah terangkat hingga ke perutnya, juga kemeja berwarna pink muda yang sedang ia kenakan pun kehilangan dua kancing akibat ulah nakal Cullen.


Ahhh…


“Percuma, aku akan mengoyakan bajumu hari ini,” ujar Cullen sambil mendekap tubuh Jaes.


Tok tok tok…namun suara ketukan pintu membuat Cullen berhenti ***** bagian dada Jaes.


"Sialan, mengganggu saja.." umpat Cullen sambil merapikan dasinya kembali


Jaes terburu-buru  masuk ke ruangan sekretarisnya, dan juga masuk ke dalam toilet.


“Sialan!! pria iblis bejat!!” umpatnya, sambil memandangi betapa banyaknya kissmark yang terpampang nyata di area leher hingga bagian dada miliknya.


Srraakkhhhcc…suara sisihan tirai plastic  di dalam toilet tempat Jaes sedang membersihkan bekas salivanya dengan Cullen.


“Kenapa sayang, apakah ingin bermain kesini..” Cullen tersenyum nakal sambil memandangi Jaes yang sedang memperbaiki kancing kemejanya.


Tuan Cullen, kita sedang bekerja, kumohon jangan buat reputasiku buruk. Jaes menyentuh lembut wajah Cullen sambil membelai lembut dada kekar milik Cullen.


“Sialan! mengapa tubuh pria ini sangat sempurna, aku bahkan seakan ingin tertidur pulas di atas dada kokoh ini..”batin Jaes. Tanpa sadar, ia terus saja memandangi dada yang terdapat bulu-bulu halus itu, juga terlihat kokoh.


“Kau sangat ingin sayang.. ini milikmu sayang, bahkan ini juga..” ujar Cullen sambil meraih tangan Jaes, dan dengan sengaja menyentuhkan tangan Jaes pada area benda keramatnya.



Ahkk… aku ingin bekerja! Jaes langsung menarik kembali tangannya, lalu melangkah menuju meja kerjanya.


Di sana ia mulai mempelajari apa saja yang harus ia lakukan sebagai seorang sekretaris pribadi dari tuan Cullen.


“Sepertinya pria iblis itu suka jika aku bersikap lembut padanya dan sedikit agresif! hei, apa yang kupikirkan! gila..”batin Jaes.


Ia memukul-mukul kepalanya dengan kepalan kedua tangannya.


Drrttt…satu pesan baru belum dibaca.


“Nona Jasmeen, mengap kau pindah pekerjaan tanpa sepengetahuanku. Tidak kah kita bisa bertemu nona?” Tuan Ezrai.


Huhh…

__ADS_1


“Pria ini sangat lembut dan berbeda dari pria iblis itu, tetapi aku tidak akan bisa bertemu dengannya lagi..” batin Jaes. Ia tak membalas pesan tersebut, namun ia bahka memblock kontak telepon dari Ezrai.


__ADS_2