Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Pening karena ulahmu


__ADS_3

Mr. Devil - Season II"


Author by Natalie Ernison


Cullen akhirnya berhasil menemukan Jasmeen dan bahkan membawa Jasmeen pergi bersamanya. Tak ingin kesempatan itu hanya berlalu begitu saja, Cullen pun langsung menggempur Jasmeen habis-habisan, seakan tak ada lagi hari esok baginya untuk dapat menikmati surga dunia bersama wanita tercintanya.


Tuan aku harus kembali, jika tidak kakak akan mencariku dan akan terjadi masalah baru lagi. Pinta Jaes pada Cullen yang sepanjang hari tak ingin melepaskannya.


"siapa yang dapat menjamin, jika kau akan kembali padaku. Atau justru terpisah lagi!" tegas Cullen sambil bermanja pada Jaes.


Tuan kumohon, jangan begini.. kak Timoty tidak akan tinggal diam jika..--


"Jasmeen! perlu kau ketahui, aku bisa saja membinasakan kakakmu dengan mudah, namun aku masih menghargai perasaanmu. Apakah kau tidak bisa sekali saja menghargaiku?" tukas Cullen sambil menyentuh wajah Jaes dengan kedua tangannya.


Semua butuh waktu tuan. Aku pun harus bisa meyakinkan kak Timoty tentang diri tuan. Jaes berupaya menenangkan kegelisahan Cullen.


"Kau tahu! aku sudah hampir gila saat kau pergi dan tak ada kabar darimu. Jadi, jangam coba-coba membuatku marah.." peringat Cullen.


Kau selalu tak sabaran tuan! tidak bisakah tuan memahami keadaanku! kak Timoty adalah keluargaku satu-satunya!


"aku pun akan menjadi suamimu, bukankah kita bahkan akan menjadi keluarga inti?" sela Cullen.


Tuan, dengarkanlah aku.. jika tuan dapat mengendalikan diri tuan, mungkin keadaan dapat perlahan kita perbaiki.


"Perbaiki? tidakkah kau tahu sudah berapa banyak kaumku mati karena kakakmu! apakah kau pikir aku tidak bersedih karenanya!" Cullen terlihat marah kali ini.


Kau sangat egois tuan!


"Yah, aku memang egois! lalu mengapa? apakah kau berniat meninggalkanku!" Cullen terlihat mulai kesal.


Sejak awal aku bertemu denganmu, kau sangat pemaksa, hingga saat ini sifat itu tetap ada padamu.. lirih Jaes.


"Tapi pria egois pemaksa itulah yang kini memilikimu sayang..." Cullen mencengkram rahang Jaes namun tidak kasar.


Aku bukan milik siapa-siapa! teriak Jaes kesal.


"apakah kau lupa, seluruh tubuhmu sudah menjadi milikku!"


Bajing*n!! lalu kenapa? apakah kau ingin habis manis sepah dibuang! Jaes terus mengumpat kesal.


"Hal apa lagi yang kau pikirkan, katakan saja.."


Yah, kau pria iblis bajing*n! setelah selesai dan puas dengan tubuhku, lalu kau ingin pergi mencampakkanku, hah!!


"Jadi itu yang selama ini kau pikirkan? apakah pendidikan tinggimu hanya menjadi manusia bodoh!"


Ya, aku memang bodoh! bodoh karena telah telanjur mencintai pria iblis sepertimu!! teriak Jaes kesal, dengan berlinangan air mata.

__ADS_1


"Jika aku hanya tertarik dengan tubuhmu, sejak awal aku sudah bisa menyetubuhimu dan membuangmu. Lalu mengapa aku harus bersusah payah mencarimu hingga korban nyawaku! apakah kau terlalu bodoh dengan segala pikiran negativmu?" Cullen mengusap gemas kepala Jaes.


Omong kosong!! kau sangat omong kosong tuan Cullen! aku sangat membencimu!! Jaes terus menangis seperti biasanya, bahkan semakin gemas bagi Cullen.


"Sudahlah... aku akan mengantarmu pulang, dan aku akan berjuang menikahimu secara baik.." Cullen langsung mendekap erat Jaes dengan dekapan lembutnya.


***


Cullen akhirnya mau mendengarkan permohonan Jaes untuk dipulangkan ke kediaman sang kakaknya, Timoty. Walau sebenarnya Cullen sangat tidak setuju, namun demi cintanya pada Jaes, ia akhirnya setuju.


"Jika Timoty pergi jauh, beritahu padaku. Aku akan menculikmu kembali!" tukas Cullen sambil kembali mencumbu Jaes.


Tuan hentikan! tidakkah tuan sudah membuat tubuhku sangat kelelahan! kesal Jaes.


"Yah sayang, itu belum seberapa.. aku bahkan bisa membuatmu semalaman bahkan hingga keesokan harinya tak dapat tidur tenang.." tukas Culleb dengan seringai senyuman nakalnya.


Huhh.. dasar mesum!! Jaes pun keluar dari dalam mobil milik kepunyaan Cullen, berjalan menuju kediaman sang kakaknya.


......


"Kediaman Timoty"


"Nona Jasmeen, akhirnya nona kembali.." ujar para pekerja rumah dengan senyuman lega. Tentu saja jika Jaes tidak kembali, maka sang tuan muda mereka akan sangat marah besar.


Aku ingin istrirahat, dan juga ingin pergi ke mall.. ujar Jaes lalu pergi menuju kamar pribadinya.


Huhh.. "sangat bosan.. sampai kapan kak Timoty akan terus memenjarakanku di dalam rumah ini.." keluh Jaes, lalu berbaring kembali di atas kasur empuknya.


Karena sisa kegiatan panasnya bersama Cullen sangat menyakitkan. Cullen sungguh pria yang perkasa, selalu membuat Jaes berhasil meloloskan suara desahan panjangnya, hingga terdengar begitu parau.


Kling kling.... suara tanda email baru masuk.


"Tuan Cullen..." gumam Jaes sambil membuka isi pesan email dari Cullen.


Cullen: "sayang, aku sudah tak tahan ingin ****mu, kapan kita bisa bertemu kembali..."


"Keterlaluan, berani sekali bicara begini di pesan!" gumam Jaes.


Jaes: "keterlaluan! tubuhku masih sangat sakit dan kelelahan tuan, jangan lakukan itu.."


Cullen: "Oh benarkahh.. tidakkah kau ketagihan dengan gaya ***** saat bercinta.. hahaha..."


Jaes: "Cukup. aku ingin tidur!"


Jaes pun mematikan layar laptopnya.


Pipinya berubah merona, hanya membaca iso pesan-pesan nakal dari Cullen sudah cukup membuat Jaes bergidik ngeri.

__ADS_1


Berbaring sambil memandang langit-langit kamarnya. Tiba-tiba saja Jaes teringat akan adegan demi adegan percintaan, mau pun penyatuan tubuhnya saat bersama Cullen.


"Sial sial... **** mengapa aku terus mengingat hal itu!!" Jaes mengutuki dirinya sendiri. Ia kesal dengan dirinya sendiri, mengapa ia justru terus teringat akan setiap adegan penyatuan tubuhnya bersama Cullen.


Rasa resah gelisah mulai menyiksa Jaes. Terkadang ia pun sangat menginginkan Cullen untuk menggempurnya, walau ia harus menahan rasa sakit teramat sangat, saat Cullen menggempurnya.


Namun, rasa nikmat tiada tara pun jauh lebih membuatnya pening


***


Jaes akhirnya kembali menjalankan aksinya, diam-diam melakukan pertemuan bersama Cullen.


"Mansion Kediaman Cullen"


"Apakah kau sudah mulai merindukanku sayang..."


Yah, aku merindukanmu tuan...


"Cumbu aku..."


Mengapa tuan.. tanya Jaea heran.


"Yah, aku ingin melihat perkembanganmu selama proses pembelajaran dariku!"


Dasar mesum!! keluh Jaes.


"Baiklah aku yang akan mulai.." Cullen langsung mencumbu Jaes, merem*s setiap bagian, mau pun area-area sensitif lainnya.


Hakk ahhkk... desahan Jaes kini benar-benar memenuhi ruangan kamar pribadi Cullen.


Sementara itu...


"Ah hh.. sepertinya tuan Cullen sedang sibuk..." ujar para pekerjanya dengan senyuman lega.


>>


Hah hhh.. tuannn hhaa jangann... desahan Jaes memenuhi kerongkongannya.


"malam ini sampai pagi sayang..." racau Cullen tak karuan.


Jaes pun lebih tak karuan lagi, ia sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya.


Cullen benar-benar lihai membuat Jaes kesakitan dalam kenikmatan. Rasa sakit sudah tak lagi ia hiraukan.


"Kucing kecilku benar-benar hebat" batin Cullen.


Cullen sangat puas membuat Jaes terus merasa nikmat.

__ADS_1


Tuan... akuhh... tidak sanggup lagi.... lirih Jaes ditengah peperangan mereka. Cullen hanya tersenyum nakal melihat ekspresi kelelahan Jaes.


***


__ADS_2