Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Mr. Devil yang nakal


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Jaes meminta Zeros untuk menemaninya berjiarah ke pemakaman kedua orang tuanya. Namun sepulang ia ke kediamannya, terjadilah lagi…


Ahhkk… Jaes terhempas ke atas kasur miliknya dalam keadaan kamarnya yang masih gelap gulita.


Ada sesuatu yang kini me***** tubuhnya, sesuatu yang begitu berat dan dingin. Terlihat dua pasang cahaya merah kehitaman sedang menatap dirinya.


“Sepertinya aku harus membunuh Zeros lakna* itu!!” bentak suara yang sedang berada di ***** **** Jaes.


Kau… ujar Jaes dengan mata membulat dan ia tak menyangka jika Cullen akan kembali mengusiknya.



“Iya sayangku.. aku sudah sangat bersabar selama ini..” tukas Cullen sambil mengunci kedua tangan Jaes ke atas kepalanya. Bahkan tubuhnya terkurung didalam belenggu Cullen.


Huhh huhhh huhh… deru napas yang begitu dingin dari aura tubuh Cullen menerpa kulit Jaes.


Hmmm.. ahhkkk… yang terdengar kini hanya suara desa**n Jaes yang memenuhi ruangan kamarnya.


Jangann… teriak parau Jaes, saat Cullen mengoyakkan seluruh pakaiannya.


“Aku selama ini berdiam diri dan menahan diri begitu lama, aku sudah tidak sanggup lagi kucing kecilku..” rucau Cullen yang sudah semakin membuat Jaes mendesah tak karuan.


Jangan.. hentikhaaannn… teriakan Jaes sudah tak lagi terdengar.


Kecupan Cullen sangat menuntut dan tak sanggup ia tahan lagi.


“sekarang kita akan bermain yang lain lagi..” rucau Cullen sambil me***** tubuh Jaes.


Jangan begini tuaahhhnnnn….desah Jaes.


Cullen benar-benar menggempurnya tanpa ampun lagi. Tubuh Jaes tak hanya dipenuhi tanda-tanda gairah cinta, tetapi juga terlihat memar bahkan biru, akibat cumbuan dan re**** Cullen.


Hahhh hhhh… Jaes sejenak mengambil napas perlahan, saat Cullen melepaskannya.


Susah payah Jaes maraih selimutnya, hanya untuk menutupi tubuhnya. Dengan tubuh yang gemetar hebat, karena Cullen sudah benar-benar lama tak menggempurnya seperti biasa.

__ADS_1


“Malam  ini kita akan pergi ke mansionku..” tukas Cullen sambil mengangkat tubuh tak berbusana Jaes.


Kau gila.. aku bahkan belum mengenakan pakaianku.. teriak Jaes kesal.


Hahaha…


“Biarkan saja, bukankah ini pemandangan indah sayangku..” tukas Cullen dengan tertawa puas.


Jangan tuan.. kumohon, beri aku waktu untuk mengenakan pakaianku.. lirih Jaes.


Perlahan Cullen menurunkan tubuh Jaes, ia membongkar lemari pakaian Jaes, dan menemukan sebuah gaun tidur tipis.



“Kenakan ini saja..” ujar Cullen menyodorkan gaun tipis itu.


Jaes perlahan bangkit dan mencari pakaian dalam miliknya.


“Tidak perlu, cepat kenakan!!” bentak Cullen dan membuat lampu tidur Jaes pecah hancur berkeping-keping, akibat suara bentakkan Cullen.


Jaes mengenakan gaun tidurnya dengan sembarangan, bahkan tubuhnya masih seperti tersengat aliran listrik tegangan tinggi, efek kegiatan panas yang Cullen lakukan.


Whuusss….Cullen mendekap tubuh Jaes, dan membawanya melayang-layang di udara.


***


“Mansion Kediaman Cullen Kyleer”


Mereka pun tiba di Mansion kediaman Cullen.


“Selamat datang tuan dan nyonya…--“ ujar para pengawal mau pun pelayan yang menyambut mereka  dengan penuh hormat.


Cullen hanya menyeringai dengan senyuman iblisnya, sambil menggendong Jaes dan enggan untuk menurunkan Jaes.


Tuan tuan… ujar seorang pengawal dengan tubuh lebam.


“apa yang terjadi padamu??” tukas Cullen dengan menatap tajam dan terkejut.


Orang-orang suruhan nyonya Sonya telah menghajar habis pekerja mansion.. lirih sang pengawal sambil menyentuh wajah lebamnya.

__ADS_1


“Dimana wanita jalang itu?” tukas Cullen dengan matanya yang kini berubah menjadi kehitaman.


Nyonya sedang di atas tuan.. itu tuan… sang pengawal menunjuk ke  arah bunda Sonya beserta para pengawalnya.


Anak sialan! kau berani membawa wanita jalang itu kemari!! bentak bunda Sonya.



“Siapa yang kau sebut jalang? apakah kau sedang menyebut dirimu sendiri!” tukas Cullen, sambil menurunkan tubuh Jaes ke atas sofa.


Kau berani menentangku anak sialan!! bentak sang bunda.


Tsk… “apa yang aku takutkan, aku bahkan sudah cukup berdiam diri selama ini.. apakah kau ingin mati di mansionku..” tukas Cullen, dan membuat para orang-orang suruhan sang bundanya menunduk ketakutan.


“Kalian yang menghajar pekerjaku..”


Bhukk bhukk… msatu per satu Cullen menghajar para orang-orang suruhan sang bunda bahkam pengawal, dan dengan penuh amarah..


Sruaahkkk…Cullen mengeluarkan isi jantun* salah satu orang suruhan dan melemparkan jantung tersebut ke wajah sang bundanya.


Arghh…. jerit Jaes, yang tak tahan melihat kekejaman Cullen malam ini, dan Jaes pun pinsan seketika.


Kau…. sang bunda  terlihat gemetar tak karuan, dan mundur perlahan.


“Sekarang siapa yang ingin mati di mansionku..” bentak Cullen.


Apakah kau berani menentang bundamu sendiri… ujar sang bunda dengan tubuh gemetar.


“Kau bukan ibuku, bahkan anjin* pun sangat menyayangi anaknya. Tapi kau lebih hina dari binatang!!” bentak Cullen, dan membuat lampu mewah terjatuh mengenai beberapa pengawal sang bundanya.


Ahkk.. hentikan… hentikan.. lenguh sang bunda, sambil tersungkur ketakutan.


“Kalian pergi sekarang, atau aku akan mengeluarkan isi perut kalian!” peringat Cullen, dan membuat sang bunda beserta para pengawalnya pergi dengan penuh ketakutan.



“Jasmeen…” lirih Cullen sambil menggendong tubuh Jaes menuju kamar pribadinya.


Kamar pribadi Cullen…

__ADS_1


“Jasmeen apakah aku harus membuatmu seutuhnya menjadi milikku mulai malam ini..” gumam Cullen sambil membelai wajah cantik Jaes, dan….


****


__ADS_2