
“Mr. Devil – Season II”
Author by Natalie Ernison
Cullen sungguh-sungguh ingin mengajak Jasmeen untuk menikah dengannya, namun Jasmeen justru bingung dengan semua keadaan yang akan ia hadapi di depannya. Sang kakak laki-lakinya Timoty, berupaya melakukan berbagai cara untuk melindungi Jasmeen dari gangguandari para mahkluk kegelapan. Namun Jasmeen justru sedang menjalin hubungan dengan pria yang ialah mahkluk kegelapan.
“Kediaman Kyleer Family”
Cullen datang berkunjung ke kediaman sang ayah, bunda, juga keluarga besarnya.
Memandangi ke area sekeliling mansion yang begitu luas dan juga mewah. Cullen seketika teringat bagaimana sang bunda memperlakukannya dengan begitu buruk juga kejam.
Selamat datang tuan Cullen… sapa para pekerja mansion.
Cullen bahkan tak membalas sapaan para pekerja, ia langsung saja masuk.
Hei… siapa itu? mengapa masuk begitu saja! teriak seorang wanita dari lantai dua mansion.
Cullen mengarahkan pandangan matanya ke atas, dan di sana sudah ada bunda Sonya yang sedang berdiri dengan begitu angkuhnya.
Kakanda… ujar Carl yang langsung menghampiri.
“Di mana ayahnda?”
Ayahnda sedang di atas, dan akan segera turun untuk makan malam bersama.. tukas Carl, lalu mengajak Cullen pergi bersamanya.
“Suasana makan malam keuarga Kyleer”
“Apa yang membawamu datang kemari Cullen?” tanya sang ayahnda Fhilip.
Tentu saja aku datang untuk menjenguk keluargaku.. tukas Cullen dengan nada santai dan juga penuh keangkuhan.
Ehhmm… Cullen hormatlah pada ayahnda. Kau anak tertua, jangan buat nama keluarga rusak.. tukas sang bunda, membuat Cullen melepaskan sendok juga garpunya dengan cukup kasar.
“Cullen. Katakan apa maumu?” tukas sang ayahnda.
“Sudah kukatakan, aku hanya ingin berkunjung dan membicarakan hal penting..”
Hal penting apa? tukas sang bunda dengan memicingkan matanya.
“Aku akan segera menikah, dan kuharap ayah juga bunda merestui kami..”
Menikah? siapa? dengan siapa? tukas bunda Sonya heran.
“Tentu saja dengan wanita yang sangat kucintai..” Cullen menatap sang bunda dengan tajam.
Jangan menatapku seperti itu.. bentak sang bunda.
“Bunda! mengapa bunda bicara seperti itu?” tukas ayahnda Fhilip.
Aku tidak suka jika anak ini membuat ulah ayah…
“siapa yang membuat ulah? aku hanya memberitahkan mengenai pernikahanku, karena keluarga ini adalah keluargaku, atau..—“
“Hentikan kalian semua!” bentak sang ayahndanya sambil menggebrak meja, dan hampir membuat kacau acara makan malam keluarga.
Uhukk uhukkk… kondisi sang ayahnda yang tak cukup baik.
Cullen! tidak bisakah kedatanganmu tidak membuat ayahnda marah? bentak sang bunda.
“Aku hanya ingin bicara perihal itu saja, aku akan kembali jika kehadiranku mengusik kalian!!”
__ADS_1
“Cullen! bicaralah pada ayah di lantai dua kamar ayah..” tukas sang ayahndanya sambil meninggalkan ruang makan bersama sang buna.
>>
“Ayah, bolehkah aku masuk..?”
Kau pembuat masalah! jangan berharap banyak pada keluarga ini.. hmm.. tukas bunda Sonya, lalu melewati Cullen, seakan Cullen orang paling hina baginya.
Cullen tak menghiraukannya, karena ia telah terbiasa akan hal itu.
Masuklah… ujar sang ayahnda sambil duduk di tepi kasur.
“Ayah… aku ingin menikahi wanita itu.”
Cullen, kau anak pertamaku. Tapi mengapa kau seakan tak menganggapku ayah? apakah karena kau dendam padaku?
“Tidak ayahnda, aku hanya tidak ingin membuat masalah dalam keluarga..” tukas Cullen lalu duduk di kursi berhadapan dengan sang ayahndanya.
Cullen, ayah tidak melarangmu menikah dengan wanita mana pun, asalkan kau mampu menanggung resiko.
“Resiko?” Cullen terlihat bingung dengan pernyataan sang ayahndanya.
Cullen! kau adalah anak perpaduan antara mahkluk kegelapan dan juga manusia. Jadi, jika kau menikahi seorang gadis manusia, maka siapkah kau kehilangannya?
Apa maksud ayahnda? jangan mencoba memprovokasiku! Cullen mengepalkan kedua tangannya dan terlihat begitu ingin melampiaskan amarahnya.
“Seorang gadis manusia biasa tidak akan sanggup bertahan lama, terlebih lagi saat kau bersetubuh dengannya, dia akan banyak kehilangan darah karenanya. Dan.. bunda mampu bertahan hingga saat ini, karena bunda turut meminum darah perawan, walau itu hal yang sangat menjijikan. Namun, ayah bangga pada bunda, karena bundalah yang juga membuat perkembangan pesat dalam usaha bisnis keluarga Kyleer.”
“Apakah ayah sebenarnya sudah tahu bagaimana bunda di belakang ayah?”
Yah, tentu ayah tahu. Ayah adalah anak dari seorang pangeran kegelapan terkutuk hingga akhirnya mami pergi selamanya dan kembali hidup bersama ayah di dunia elf. Lirih sang ayahnda.
Karena darah bundalah yang membuat ayah terlepas dari kutukan keluarga kegelapan yang sadis. Itulah yang membuat ayah tidak ketergantungan dengan darah perawan, juga menghisap darah.
“Mengapa ayah?” Cullen bangkit berdiri, seakan tak terima dengan kenyataan itu.
Cullen, bunda sangat mencintaimu dan menyayangimu. Namun, karena kutukan dari ayah, itulah yang membuat bunda sangat membencimu, karena itu adalah dampak dari kutukan ayah. Bunda selalu menangis sendiri di dalam kamar, bahkan sering ingin bunuh diri, karena ia tak mampu mengendalikan naluri kejamnya.
“Ayah…” lirih Cullen sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.
Lalu mengapa adinda Carl tidak sepertiku?"
Carl sudah bersih, dia bahkan tak tega membunuh nyawa manusia. Semua kutukan terlepas darinya, dan ada padamu Cullen.
“Tidak mungkin! ayah hanya membual!” teriak Cullen memecahkan kaca jendela kamar sang ayahnya.
Jika kau tetap ingin menikahi wanita itu, maka bersiap-siaplah untuk kehilangannya.
“Ayah! aku sudah muak dengan keluarga ini! mengapa harus aku yang mengalami semua ini? mengapa…” lirih Cullen, dan tersungkur dihadapan sang ayahndanya.
Jika kau ingin tetap menikahi wanita itu, maka cara satu-satunya ialah kau harus memakan jantung Carl. Jika kau tak mampu melakukannya, maka selamanya kalian tak akan pernah bisa menikah.
Bhuakkhh… suara pecahan lampu tidur juga lampu seisi ruangan kamar pribadi sang ayahnda bersama sang bunda Sonya, akibat amarah Cullen.
Cullen pergi dari hadapan sang ayahndanya, dan segera keluar dari dalam mansion.
Hmm…
__ADS_1
“Sudah kuduga, kenyataan ini sangat sulit bagimu nak..” lirih sang ayah, sambil tersandar di sisi kasur.
Ayah… apakah ayah sudah mengatakan semuanya… tukas bunda Sonya.
“Belum… aku belum mengatakan cara agar kutukan kebencian bunda pada Cullen terlepas..” ujar sang ayahnda sambil membelai lembut wajah bunda Sonya.
Ayah… aku sangat ingin memeluk Cullen. Namun, setiap melihatnya aku begitu membencinya, dan halusinasi dia membunuh seluruh keluarga kita langsung memenuhi pikiran bunda.. lirih sang bunda dengan menangis pilu.
“Ayah tahu, bunda adalah wanita yang kuat. Kita harus lebih bersabar menanti hingga kutukan ini dapat terlepas. Entah sampai ayah tiada lagi di dunia ini..”
Jangan bicara hal yang omong kosong ayah… bunda tidak akan membiarkan Cullen bersama wanita itu, jika tidak keadaan akan lebih sulit.
“Bunda, biarkan mereka menikmati kebahagiaan mereka, sebelum mereka terpisah selamanya. Jika Cullen melanggar kutukan.
Tidak ayah! mereka akan saling dan semakin terluka… lirih bunda Sonya yang terus terisak pilu.
“Bunda, ayah bahagia memilikimu. Namun, kenyataan begitu tak berpihak pada keluarga ini. Anak pertama kita Cullen harus menanggung kutukan ini..”
Sementara di sisi lain…
***
“Mansion Kediaman Cullen”
Arghh…. harggkkk… suara erangan Cullen membuat bising para pekerja. Bahkan ada pelayan yang hampir gila karena suara erangan Cullen begitu menyayat telinga.
Arghhkkk… suara ringisan para wanita pun kini benar-benar memenuhi ruangan mansion bawah tanah milik kediaman Cullen.
Cullen terlihat sangat marah dengan semua kenyataan yang baru ia ketahui, bahkan itu belum semua yang ia ketahui.
Ia mencabik-cabik tubuh para wanita yang menjadi pemasok darah baginya. Ruangan khusus yang berada di bawah tanah itu penuh dengan aroma darah para wanita-wanita perawan.
“Apakah setelah kita bersetubuh, kau akan segera mati hmm..” racau Cullen pada salah seorang gadis muda sambil terus menghisap darah di gadis.
Yah tuan… sangat nikmat, aku rela kau hisap, asalkan setelah ini aku dipuaskan.. racau sang gadis. Namun Cullen sangat muak dengan gadis pemasok darahnya. Ia langsung mencengkram leher sang gadis.
Ahkk.. hak… lenguh sang gadis, saat cengkraman Cullen membuat lehernya berdarah-darah. Karena dari balik cengkraman tangannya, muncul kuku-kuku tajam yang menempus kerongkongan sang gadis. Hingga akhinya menghambuskan napas terahkirnya.
Huh huh huh… deru napas Cullen semakin memburu, ia bahkan lelah dengan kehidupannya. Setiap hari ia harus meminum darah seorang gadis perawan, dan itu terjadi selama puluhan tahun hidupnya.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku tidak akan membiarkan wanitaku terluka, walau seujung kuku sekali pun..” lirih Cullen sambil berjalan keluar dari dalam ruangan bawah tanah kediamannya.
Meraih ponsel dan melakukan panggilan suara pada Jasmeen.
Cullen: “Hallo sayang? aku merindukanmu..”
Jaes: “Mengapa? apakah tuan baik-baik saja?” tanya Jaes dengan nada cemas. Karena suara Cullen terdengar berat.
Cullen: “Aku baik-baik saja sayang. Kecuali jika kau ingin memberiku vitamin malam ini…”
Jaes: “Omong kosong… aku ingin melanjutkan naskahku, jika tidak ada lagi, aku akan tutup teleponnya.
Cullen: “Baiklah sayang… aku mencintaimu..”
Jaes: “Iya, aku pun mencintaimu tuanku…” suara Jaes terdengar sedang tertawa kecil.
Cullen pun mengakhiri panggilannya. Ia sedang dilanda kebingungan, karena pilihan itu sangat sulit. Sekali pun Carl anak kesayangan sang bunda, namun tidak mungkin ia membunuh adik kandungnya sendiri. Terlebih lagi setelah mendengar kenyataan kutukan pada sang bundanya.
Cullen benar-benar kacau balau tak karuan…
__ADS_1
*****