
“Mr. Devil – Season II”
Author by Natalie Ernison
Dalam keadaan Cullen yang sedang terluka, akibat serangan dari ayahnda Fhilip, Jasmeen pun hadir untuk merawatnya, walau sebumnya karena pemberitahuan dari para pengawal pribadi Cullen.
Dalam proses perawatan Cullen, Jaes begitu tulus merawatnya dan tak mengeluh akan hal itu.
Setelah selesai merawat Cullen, Jaes pun hendak pergi dari mansion tersebut.
Tuan istrahatlah, aku akan pulang ke kediamanku.. ujar Jaes, sambil mengamasi tasnya.
“sayang…” Cullen meraih tangan Jaes dan mendekapnya dengan gemas, sambil menepuk-nepuk bagian belakang **** Jaes.
Tuan.. kau keterlaluan! lepaskan aku! kau sedang sakit… keluh Jaes, sambil mendorong Cullen darinya.
“Aku masih merindukanmu sayang…” ujar Cullen yang ingin mengecup Jaes.
Ahkk.. sudahlah… tuan istrahatlah.. Jaes mengatup mulut jahil Cullen dengan telapak tangannya.
“Supir akan mengantarmu..” Cullen melepaskan Jaes, dan terlihat senyum bahagia Cullen memenuhi bibirnya.
Baiklah, terimakasih tuan.. Jaes pun bergegas keluar dari kamar pribadi Cullen.
>>
“apa yang kau lakukan di dalam sana?” tukas seorang pria tinggi tegap, nan tampan, seketika menghentikan langkah Jaes.
Aku hanya merawat tuan Cullen sebentar.. tukas Jaes dan ingin segara pergi.
“Tunggu! mengapa kau boleh masuk, bahkan aku adiknya tak diperbolehkan!” tukas pria tersebut, yang ialah Carl.
Aku tidak tahu… jawab Jaes cuek.
“Apakah kau kekasih kakaknda Cullen?” Jaes terdiam sejenak, dan menghela napas.
Tidak.. aku hanya perawatnya saja…
“Ohh… baik.. maaf, jika aku telah membuat nona tidak nyaman…” Carl membiarkan Jaes keluar.
“Wanita itu cantik dan terlihat begitu tegas..” gumam Carl, saat kesan pertama berjumpa dengan Jaes, ia bahkan tersenyum lembut.
***
“Perusahaan Penerbit xxx”
Seperti biasanya, Jaes disibukkan dengan segala kesibukkannya di kantor.
“Permisi nona Jasmeen..” tukas seorang security.
Iya, ada apa? jawab Jaes meresponi si security.
“Di loby, ada seorang pria yang mencari nona Jasmeen.” Ujar si security, lalu pergi dari hadapan Jaes.
Pria.. siapa dia…? gumam Jaes sambil mengernyitkan dahinya, dan pergi menuju loby utama.
>>
Seorang pria tengah duduk di sofa, dan cukup tampan, namun Jaes tak mengenalnya.
Permisi tuan.. apakah tuan..—
“Jasmeen..” lirih sang pria lalu langsung mendekap Jaes.
Tuan.. lepaskan aku… Jaes mendorong si pria yang baru saja ia temui dan langsung mendekapnya.
“Kau melupakanku Jeje?” ujar si pria.
Jeje… gumam Jaes, karena hanya anggota keluarganyalah yang memanggilnya dengan sebutan Jeje.
__ADS_1
Bagaimana tuan tahu nama itu? tukas Jaes yang terlihat cukup heran.
“Tentu saja aku tahu.. aku adalah kakakmu…” tukas si pria, membuat Jaes terduduk lemas di tas sofa.
Kakak Timoty… lirih Jaes, tanpa sadar air matanya berlinang.
“Jasmeen.. maafkan kakak..” lirih si pria langsung menggenggam kedua tangan Jaes.
Mengapa.. mengapa kakak baru mencariku.. aku sangat merindukanmu kak… lirih Jaes, sambil terus mendekap si pria yang bernama Timoty itu.
“Kau bekerja di sini.. baiklah, sore ini aku akan menjemputmu. Kita akan berbincang-bincang lebih banyak lagi..” ujar Timoty lalu mempersilakan Jaes kembali bekerja.
***
"Kediaman Jasmeen"
Timoty menjemput Jaes dengan mobil sport mewah miliknya, dan berhenti di kediaman Jaes.
“Kau tinggal di sini?” tukas Timoty.
Iya kak, hanya ini yang mampu ku sewa.. Jaes menyuguhkan beberapa makanan, juga minuman pada sang kakak yang baru saja kembali.
“Jasmeen, saat kebakaran hebat itu.. kita diungsikan, dan kakak terpaksa ikut bagian anak laki-laki. Namun, ternyata mereka membawa kakak sangat jauh, dan juga karena kita yang masih sangat muda, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi..” lirih Timoty.
Yah.. kebakaran hebat itu telah merenggut nyawa ayah dan ibu, bahkan mayat mereka ditemukan dalam keadaan menjadi arang kak.. lirih Jaes, sambil terus terisak, dikala mengingat kejadian naas yang menimpa kedua orang tuanya.
“Namun, setelah aku selidiki, ada banyak kejanggalan Je..” tukas Timoty yang membuat Jaes mengernyitkan dahinya.
Apa maksud kakak… tanya Jaes penuh rasa ingin tahunya.
“Sebelum terjadi kebakaran, ada sosok berjubah serba hitam, dan bukan orang dewasa, melainkan seorang remaja..”
Lalu…
“aku belum tahu pasti, namun terdengar suara lenguhan juga ringisan sebelum terjadinya kebakan itu Je..”
“Jasmeen! kau percaya atau tidak tapi ini nyata. Diduga ada sosok mahkluk penghisap darah yang berada di lokasi sebelum kebakaran itu terjadi..”
Apa… aaa aapa yang kakak maksud!!
“Aku bersumpah akan mencari tahunya Je… dan selama aku berada di luar negeri, aku mempelajari beberapa hal mengenai cara membunuh para mahkluk penghisap darah jahana* itu..” tukas Timoty dengan penuh keyakinan, terlihat amarah yang meluap dari sorot matanya.
Kak, itu hanyalah musibah. Jangan kakak kaitkan dengan hal-hal aneh lainnya.. kilah Jaes.
“Lalu apakah kau akan diam saja, walau kau mengetahui kebenaran tentang keluarga kita? keluarga kita di bantai oleh mahkluk penghisap darah Jeje..”
Arghk… hentikan!! ahkk… hakkhh… Jaes melenguh, ada rasa sakit yang teramat sangat di kepalanya, setelah mendengar pernyataan sang kakaknya.
“Jeje/ Jasmeen (Jeje, panggilan kesayangan keluarganya). Kakak akan menuntut balas pada mahkluk-mahkluk jahana* itu..”
Ahk… hakk… lenguh Jaes.
“Jeje.. jeje…” teriak Timoty, yang melihat keadaan Jaes meraa sekakitan.
Jaes pun tak sadarkan diri. Dengan keringatnya yang bercucuran deras, dan suhu tubuh yang cukup dingin.
“Jeje… sepertinya kakak harus mencari tahu mengenai keberadaan mahkluk kegelapan itu, dan segera membunuhnya..” gumam Timoty sambil membelai lembut rambut Jaes.
>>
Beberapa saat kemudian, Jaes pun kembali pada kesadarannya.
“Kau sudah sadar?” ujar sang kakak sambil membantu Jaes bangkit dari kasurnya.
Iya kak.. kakak tinggal di mana sekarang?
“Aku tinggal di sebuah tempat yang cukup rahasia adikku. Karena terkadang aku harus melakukan pemburuan. Karena ada berita beberapa bulan lalu, belasan gadis perawan hilang entah kemana..”
__ADS_1
Jaes cukup terkejut dengan pernyataan Timoty, dan sepertinya Jaes baru menyadari sesuatu.
“Mengapa wajahmu tegang adikku.. istrahatlah..” Timoty yang begitu perhatian pada Jaes.
Sudah cukup lama Jaes tidak berjumpa dengan Cullen. Kemana Cullen pergi sebenarnya, Jaes pun tidak mengetahuinya.
***
“Mini Market xxx”
Jaes sedang memilih bahan makanan yang dapat ia olah, untuk dirinya bersama sang kakak, yang kini lebih sering datang ke kediamannya.
“Nyonya…. nyonya..” ujar seseorang memanggil.
Hmm.. Jaes memandang sekitarnya, namun tak jua ia dapati siapa itu.
“Nyonya!—“
Ahhk.. Jaes sangat terkejut saat melihat seorang pria bertubuh tinggi berdiri dihadapannya, tak lain dari pengawal Cullen.
Kau… Jaes memicingkan matanya, dan sepertinya Jaes mengerti maksud kedatangan para pengawal tersebut.
“Nyonya, tuan sudah mencari nyonya kemana-mana, namun nyonya tak dapat ditemukan. Kemana sebenarnya nyonya selama ini!”
Aku di kediamanku, dan juga aku sibuk bekerja.. jawab Jaes santai.
“tapi mengapa tuan tak menemukan nyonya?” tanya sang pengawal dengan heran.
Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan! tukas Jaes lalu menubruk sang pengawal.
“Nyonya.. ahkk…” lenguh sang pengawal saat melihat Timoty yang dikala itu berada di dalam mobil, menunggu Jaes selesai berbelanja.
“Mengapa pria itu bersama nyonya? apa jangan-jangan..---“gumam sang pengawal, lalu bergegas menuju mansion kediaman sang tuannya, Cullen.
***
“Mansion Kediaman Cullen”
Cullen duduk di atas sofa miliknya, sambil memijat-mijat kepalanya. Pertanda bahwa ia kini sedang gundah tak karuan lagi.
Tuan… tuan.. tukas sang pengawal dengan tergesa-gesa.
“Kau bicara yang benar, dasar bodoh!” bentak Cullen dengan begitu kesalnya.
Maaf tuan.. tapi aku baru saja bertemu dengan nyonya Jasmeen, sepertinya nyonya bersama pria itu..
“Apa maksudmu!” Cullen mencengkram leher sang pengawal.
“Kau jangan buat aku marah, aku bisa langsung membinasakanmu, jika bicara sembarangan mengenai wanitaku!” bentak Cullen dengan sorot matanya yang begitu tajam.
Tuan tidak dapat menemukan nyonya, karena nyonya bersama pria itu.---
“Apa!!” mata Cullen membelalak ngeri..
****
Timoty Gors Aimee/ biasa dipanggil dengan sebutan Timoty
Saudara laki-laki Jasmeen Aimee yang baru saja dipertemukan dengannya, setelah mereka sama-sama dewasa.
Aihh... ada apa dengan Pria itu?
Ada apa dengan saudara laki-laki Jasmeen?
Hupss...
Stay terus dong😉😄
__ADS_1