
“Mr. Devil – Season II”
Author by Natalie Ernison
Pertengkaran antara Jasmeen dan Cullen, membuat keduanya sama-sama terluka. Jasmeen terluka, karena ketidak mengertian Cullen tentang arti sebuah pernikahan. Sedangkan Cullen, ia marah karena belum mampu memahami perasaan Jasmeen.
Cullen hanya tahu, bahwa ia sangat mencintai Jasmeen bahkan tak segan-segan menyiksa siapa saja yang berani menyentuh Jaes. Namun, karena kenyamannya untuk terus menyentuh Jasmeen, ia lupa bahwa Jasmeen bukanlah wanita yang bisa sembarangan ia setubuhi.
Tentu semua wanita menginginkan sebuah pernikahan yang baik dan penuh kebahagiaan. Begitu pula Jasmeen. Ia tentu saja menginginkan sebuah pernikah yang baik, bersama seorang pria mencintainya juga.
Namun, Cullen masih belum menyadari hal itu. Karena sejak kecil ia pun tak pernah menerima kasih sayang dari seorang ibu, bahkan sang ayah hanya sibuk dengan pekerjaan. Tak ada yang memberinya penjelasan bahkan pembelajaran mengenai keluarga.
Hal yang ia tahu ialah, bagaimana fokus berja sehingga dapat menghasilkan banyak uang dari jeri lelahnya. Sehingga saat ia sudah terlanjur jatuh cinta pada seorang wanita, ia tak mampu memahami sang wanitanya. Ia sangat mencintai Jasmeen, namun ia tak tahu bagaimana cara memperlakukan seorang wanita dengan benar dan tepat.
Jika ia menginginkan sesuatu, maka itu harus ia dapatkan dengan cara apa pun. Begitu pula, saat ia menginginkan seorang Jasmeen, ia melakukan segala cara demi mendapatkan Jasmeen.
***
"Pameran buku"
Jasmeen menghadiri sebuah pameran buku, dan di sana juga memamerkan berbagai macam jenis buku, termasuk novel karyanya pun turut serta dalam bagian dari pameran.
“Nona Jasmeen..” ujar seorang pria memanggil Jaes. Saat Jaes berbalik ke arah asal suara, ternyata…
Tuan Ezrai… ujar Jaes dengan wajah terkejut.
“Lama tidak berjumpa, aku baru saja kembali dari luar negeri, dan aku membelikanmu sesuatu..” Ezrai merogoh isi tasnya, dan memberikan Jaes sebuah paper bag berukuran mini.
Apa ini tuan? tanya Jaes sambil menerima pemberian dari tuan Ezrai.
“Ini hanya hadiah untukmu, dan jika nona ada waktu, aku ingin mengajak nona berkeliling..” pinta Ezrai dengan penuh harap.
Ahh.. terimakasih tuan atas hadiah ini.. Jaes tersenyum sendu, ia takut jika Cullen melihatnya bersama Ezrai. Karena Cullen tentu saja akan bertindak kejam lagi.
“Nona Jasmeen, bisakah kita berbicara sebentar..” Ezrai mengejar Jaes, dan terlihat sangat ingin berbicara dengan Jaes.
Tuan aku..—
“Ada apa di sini? sepertinya sangat ramai..” tukas seseorang dari arah samping Jaes.
Hah.. Jaes sangat terkejut saat melihat Cullen turut serta dalam pameran tersebut.
“Selamat malam tuan Cullen Kyleer, senang bertemu dengan anda..” ujar Ezrai memberi salam hormatnya pada Cullen.
“Apa yang membuat tuan Ezrai datang ke pameran buku ini?” ujar Cullen dengan seringai senyuman tak senangnya, dan hanya Jaes yang mengetahui hal itu.
Aku hanya ingin menemui nona Jasmeen, karena sudah sangat lama tidak saling bertemu.. ujar Ezrai dengan nada santai bahkan tersenyum tulus pada Jaes. Cullen yang melihat hal itu semakin tidak senang.
“Oh benarkah.. tapi sepertinya sangat tidak baik, jika seorang pria seperti tuan Ezrai menemui seorang wanita yang akan segera menikah..” tukas Cullen sambil merangkul pinggang Jaes.
Ah apa maksud dari perkataan tuan Cullen? ujar Ezrai heran.
__ADS_1
“Aku dan nona Jasmeen akan segera menikah, dan kuharap tuan jangan asal bertemu dengan wanita orang lain..” tukas Cullen sambil me**** pinggang Jaes.
Tuan Ezrai, aku pamit pulang.. sampai jumpa… tukas Jaes lalu melepaskan dekapan Cullen.
“Baiklah.. selamat atas pernikahan tuan…” Ezrai hanya terdiam sendu, dan mengepal kedua tangannya.
***
“Sepertinya aku harus menghabisinya malam ini..” tukas Cullen yang kini berada satu mobil bersama Jaes.
Apa yang kau maksud tuan Cullen? tuan Ezrai hanya kebetulan datang, dan tidak tahu mengenai hal ini.. aku bahkan tidak tahu mengenai pernikahan itu!! tukas Jaes dengan begitu kesal.
“Aku akan bunuh pria lakna* itu!!” bentak Cullen, membuat kaca mobil miliknya pecah pada bagian depan.
Ahhkk.. lenguh Jaes sambil menutup kedua telinganya.
Kau pria kejam… lirih Jaes, meringuk ketakutan. Ia bahkan selalu takut setiap bersama Cullen.
“Haruskah aku mengikatmu, dan mengutukmu sehingga tidak dapat kemana-mana lagi. hhm!!” Cullen langsung mencumbu Jaes.
Ahkk.. kau kejam.. kejammm jahat… lirih Jaes dengan tangisannya yang semakin terdengar pilu.
Supir pribadi Cullen hanya bisa meneguk saliva saat mendengar apa yang terjadi dibalik kursinya. Juga para pengawal Cullen yang duduk di kursi bagian belakang mereka hanya bisa duduk dalam ketegangan, saat melihat sang tuan sedang menyantap makanan ternikmatnya.
Arghhh… bahkan di sini ada para pengawal, bagaimana mungkin kau melecehkanku seperti ini… lirih Jaes dan…
Plakk…. suara tamparan di wajah tampan Cullen, membuat para pengawalnya hanya menunduk, karena hanya Jaes yang berani melakukannya namun Cullen masih bisa tersenyum.
“baru begitu saja sudak mencakar, kucing kecilku memang selalu membuat gairahku memuncak..” Cullen tersenyum tulus lalu mendekap tubuh Jaes erat.
***
“Mansion Kediaman Cullen”
Jaes menggenggam erar paper bag pemberian dari Ezrai.
"Apa yang pria bodoh itu berikan padamu?" Cullen langsung merampasnya dari genggaman Jaes.
Jangan tuan.. Jaes mencoba merebutnya kembali. Namun, Cullen tidak ingin memberikannya.
Cullen langsung merobek paper bag mini yang Ezrai berikan pada Jaes.
Sepasang hiasan kaca nan cantik...
"Apa ini yang ingin kau coba lindungi? hmm..."
Tolong, hargai pemberian orang lain, tuan... Jaes terlihat begitu kesal.
Prang... kedua pasang hiasan kaca lucu itu langsung dibanting, dan berserakan.
Kau keterlaluan tuan...
"Aku bisa membelimu ratusan bahkan jika memang kau suka, aku akan buat rumah kaca untukmu!! tapi tidak pemberian pria lain!!" bentak Cullen, Jaes sudah hampir menangis karenanya.
__ADS_1
Hmm... Cullen mendekap Jaes dengan begitu lembut, bahkan sampai membuat para pekerja mansionnya terharu. Karena hanya nyonya Jasmeen merekalah yang mampu membuat sang tuan, luluh lantah.
><
“Aku sudah belajar mengenai pernikahan, aku beberapa hari ini mengambil kelas tentang pernikahan..” tukas Cullen, membuat Jaes heran dan hampir tak percaya. Kenyataannya terlalu mengejutkan Jaes.
Omong kosong!! keluh Jaes sambil mendengus kesal.
“apakah kita sudah bisa melakukannya sayang..-“
Keterlaluan!! apakah tuan pikir, pernikahan hanya berbicara tentang hubungan sek*!! bulshitt…
“Aku hanya bercanda sayangku.. mengapa selalu ingin mencakar, apakah kau sangat suka mencakarku? cakarlah aku, aku rela kau cakar hingga aku mati, asalkan kita..---“ Cullen mulai me**** tubuh Jaes dengan begitu nakalnya.
Bajinga*!! umpat Jaes kesal, semakin membuat Cullen tertawa gemas.
Hahahaha….
“Menarik.. ayolah sayang, kita bermain sebentar..” pinta Cullen sambil terus saja menggigit kecil bahu, daun telinga, juga lengan Jaes.
Arghkk… lenguh Jaes, karena Cullen benar-benar tak henti-hentinya berbuat hal yang jahil padanya.
Setelah hampir satu jam kemudian…
Ahkk… dasar pria kejam.. ahkk… umpat Jaes sambil meringkuk dibalik selimut.
“Istrahatlah, atau aku akan membuatmu tak dapat bangun pagi..” Cullen merangkak ke arah Jaes.
Seluruh pakaian Jaes, lagi-lagi habis rusak terkoyak akibat perbuatan nakal Cullen.
Pakaianku!! teriak Jaes.
“Bukankah lebih bagus jika tidur tidak mengenakan pakaian sayang…” seringai senyuman mesum Cullen, sungguh mampu membuat Jaes merinding.
Pergilah tuan, bukankah tuan sudah puas!! tukas Jaes dengan wajah kesalnya.
Tsk.. “Jangan pernah berpikir jika kau hanya menjadi pemuasku. Kau bukan benda pemuasku sayang, tapi kau adalah mempelaiku..” Cullen mengusap kepala Jaes lalu memberi kecupan selamat malam pada Jaes.
“Apakah aku dapat mempercayai pria ini..” batin Jaes.
Ahkk.. “Sakit sekali tubuhku..” keluh Jaes. Karena Cullen lagi-lagi menggempurnya, hingga membuatnya semakin pening saja, akibat cumbuan Cullen yang tak ada ampunnya lagi.
Seluruh tubuhnya benar-benar seperti tersengat, masih terasa gemetar tak karuan.
Namun…
Terdapat senyuman tulus dibibir Jaes, entah mengapa perasaannya malam itu begitu tenang dan nyaman. Sentuhan demi sentuhan yang Cullen berikan, membuatnya melayang-layang, juga ada rasa takut. Takut jika Cullen akan segera berubah, lalu hanya sekedar mempermainkannya.
*****
Carlborn Kyleer / Carl
(Anak kesayangan bahkan kebanggaan Kyleer Family. Tampan-berwibawa-ramah-sukses dalam berbagai bidang (tak kalah terkenal dengan sang kakandanya, Cullen Kyleer)
Adiknda Carlborn, atau biasa dipanggil Carl. Dia akan mulai masuk dalam kisah hidup Cullen, dan kehadirannya akan.......😉😉😄 stay terus yoo😎😘
__ADS_1