Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Jangan sentuh wanitaku!!


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Dibalik sifat kejam nan sadis seorang Cullen, ia masih bisa merasakan sakit hati dikala sang bundanya tak pernah menganggapnya sebagai anak. Sekali pun ia ialah reinkarnasi dari seorang pangeran kegelapan, namun ia juga seorang manusia yang berjiwa kegelapan tentunya.


Cullen akhirnya menunjukkan sisi rapuhnya, dan tepat dihadapan wanita yang sangat ia cintai.


Sepanjang hari hingga malam, Cullen enggan untuk melepaskkan dekapannya dari Jaes.


Tuan, tubuhku sakit… keluh Jaes sambil menepuk lembut pipi Cullen.


Hhmm.. Cullen hanya melenguh acuh, dan tetap saja mendekap Jaes, bahkan berbaring di atas pangkuan Jaes. Di atas kasur king size milik Cullen, ia tak ingin Jaes beranjak dari dalam dekapannya. Seperti biasana, Jaes duduk bensandar di sisi kasur.


Drrrtttttt… suara dering ponsel milik Cullen.


Jaes meraih ponsel tersebut, dan mencoba menjawabnya, karena yang melakukan panggilan tanpa nama.


Jaes: “Hallo…”


“Siapa kau? mengapa ponsel calon suamiku ada pada wanita!!” bentak seseorang yang sedang berbicara dibalik telepon.


Jaes sejenak mengingat suara tersebut, yang ialah suara nona Khim.


Tuan… nona Khim… ujar Jaes mencoba memberikan ponsel pada Cullen.


Cullen mengambil ponsel dan menempelkannya di telinganya.


Cullen: “Apa maumu?”


Khim: “Suara siapa itu?”


Cullen: “tentu saja suara wanitaku, mengapa kau mengganggu saja..” bip. Cullen pun mengakhiri panggilan.


Jaes hanya terdiam, dan membuang wajah ke sisi jendela kamar Cullen.


“Kau cemburu?”


Hah? apa yang tuan maksud, tentu saja tidak.. kilah Jaes.


Tsk.. Cullen hanya tersenyum seperti biasanya, dan kembali mendekap erat pinggang Jaes.


Apa yang harus aku lakukan jika bekerja dan bertemu nona Khim… gumam Jaes, namun Cullen hanya tersenyum saja.


“keluar saja, dan bekerja kembali di kantorku..” ujar Cullen sambil menutup kedua matanya.


Hmm… Jaes pun mulai menunjukkan senyuman tipisnya pada Cullen, walau ia masih belum yakin jika Cullen sungguh-sunguh mencintainya.


***


“Perusahaan penerbit xx”


Jaes kembali seperti biasanya, dan itu pun hasil usahanya agar Cullen membiarkan pergi bekerja.


Semua berjalan seperti semestinya, namun nona Khim sedari pagi belum terlihat. Jaes pun tidak mempedulikan hal itu, ia pun tak ingin berurusan dengan nona Khim si wanita sombong.


“Jasmeen..” ujar Zeros yang datang ke ruangan kerja Jaes.


Ahh bos, selamat siang.. jawab Jaes sambil tersenyum.


“Apakah kau baik-baik saja?” Zeros tersenyum sendu.

__ADS_1


Iya, aku baik-baik saja bos… Jaes tersenyum ceria.


“sepertinya wanita ini baik-baik saja, bahkan senyumannya begitu bahagia..” batin Zeros.


>>


“*Dasar pria ****, beraninya meninggalkanku*…” suara seseorang dari balik ruang makan bersama kantor tempat Jaes bekerja, dan kebetulan Jaes sedang menyeduh tehnya.


Argghhhkkk bajinga*!!!! jerit seorang wanita tepat didapan pintu pantry, tempat Jaes sedang menyeduh tehnya.


“Jasmeen!! bawakan kopi ke dalam ruanganku!!” titah nona Khim dengan wajahnya yang kembali angkuh seperti awalnya bertemu dengan Jaes.


Ohh, baik.. Jaes sebenarnya enggan untuk mengiyakan, karena ia bukanlah pesuruh.


Beberapa saat kemudian…


Jaes masuk dengan membawakan kopi pana ke dalam ruangan nona Khim yang kebetulan terpisah dari ruangan lainnya.


“Jasmeen! tidakkah kau lihat aku sedang bersama tuan Cullen!!” bentak nona Khim, dan di sana juga sudah ada Cullen.



Tidakkah nona lupa untuk memintaku untuk mengantarkan kopi ini? tukas Jaes sambil meletakkan kopi di atas meja kerja nona Khim.


Kau… Khim meraih gelas, dan…


Byurr…menyirami kepala Jaes dengan kopi panas yang baru saja Jaes bawakan padanya.


Arhhhkk.. Jaes berteriak karena kopi tersebut panas, dan terasa membakar kulitnya.


“Kau jalang!!” Cullen mencekik leher Khim dan menghempaskannya ke atas lantai marmer. Tak cukup, ia bahkan menendangi tubuh Khim.


Tuan tuan.. hentikan… lirih Jaes, karena ia tak tahu apa yang akan terjadi.


”Cepat tangani!! mana dokternya bodoh!!” bentak Cullen, bahkan semua orang kena amarahnya. Sedangkan Khim di amankan oleh para pengawalnya.


>>


Beruntung air panas itu tak langsung mengenai wajah nona Jasmeen. Namun.—tukas sang dokter.


“Namun apa hah?” Cullen mencengkram krah leher baju sang dokter.


Tuan Cullen, tenanglah… Zeros mencoba melerainya.


“Jika bukan karena membawa wanitaku kemari, aku sudah membunuh jalang murahan itu!!” racau Cullen yang terlihat sangat emosi. Ia yang segera membawa Jaes ke klinik terdekat,yang berada di samping gedung perusahaan.


Tuan, apa yang harus kami lakukan pada nona Khim? ujar sang pengawalnya yang baru saja tiba.


“Kalian tahan saja, dan tunggu Jasmeen pulih, aku akan menyiksanya..” tukas Cullen pada para pengawalnya.


Tuan Cullen, nona Jasmeen sudah selesai kami obati… ujar sang dokter.


“Aku ingin menemuinya..” tukas Cullen yang langsung ke dalam ruangan perawatan Jaes.


Saat Cullen masuk, Jaes masih memberikannya senyuman tulus. Yah, Jasmeen akhir-akhir ini lebih ramah padanya, dan Cullen sangat suka dengan hal itu.


“apakah sudah tidak apa-apa?” Cullen langsung mendekap Jaes dengan penuh kelembutan.


Yah, aku baik-baik saja tuan..


__ADS_1


“Ayo kita pulang ke mansionku..” ajak Cullen.


Tidak tuan, aku ingin pulang ke kediamanku…


“Baiklah sayang, tapi hari ini kau harus di rawat di mansionku..” Cullen langsung menggendongnya hingga masuk ke dalam mobil mewah miliknya.


***


“Mansion Kediaman Cullen”


“Kau istrahatlah, aku ingin pergi sebentar…” cup. Cullen mengecup lembut kening Jaes, juga sejenak mengecup bibir Jaes.



Cullen pun bergegas menuju ruangan bawah tanah mansion kedimannya.


Tuan, sudah siap semua.. tukas para pengawalnya.


“Jangan sampai nyonya kalian mengetahui hal ini, lakukan secara rapi tertata..” tukas Cullen lalu berjalan bersama para pengawal.


>>


Hmm.. tersenyum miring.


“Kau sangat jalang, berani sekali kau membuat wanitaku kesakitan!!” tukas Cullen pda nona Khim yang saat ini sedang terbelenggu rantai.


Ahhkk… kau iblis jahana*!!!” jerit nona Khim.


Sraashhh srasshhh… cambu*an menggunakan rantai mengenai area tubuh nona Khim.


Arhghh.. hakkk ahkkrrr.gg… ringisan tangisan nona Khim memenuhi ruangan tersebut.


“Bahkan aku belum pernah menyakitinya hingga seperti itu, tapi kau berani!!” teriak Cullen tepat di hadapan wajah nona Khim.


Cuiihhhh… nona Khim meludahi wajah tampannya, tentu saja Cullen tak akan senang akan hal itu.


Sraashhh srasshhh….. cambukan demi cambukan menghantam kulit nona Khim hingga hampir tak berbentuk kulit lagi, namun hancur terluka.


Ahhkk hakkhhh… lenguh nona Khim.


Kau bajinga* lakna*… lirih nona Khim.


Bhuakk…. Cullen menendangi wajah nona Khim hingga mengeluarkan banyak darah.


“Lakukan!” titah Cullen pada papa pengawalnya dan para pengawal membawa tubuh berdarah-darah nona Khim ke dalam bungkusan.


***


“Kebakaran kebakaran…” jerit seorang wanita di depan sebuah ruko/ rumah toko, tepatnya di dalam sebuah ruangan tempat nona Khim biasa berada dan beristirahat.


Semua orang terlihat panic dan berusaha untuk menyelematkan seseorang yang berada di dalam.


“Di dalam ada nona Khim!!!” jerit salah seorang dari pengawal Cullen secara tiba-tiba datang.


Api semakin membesar dan akhirnya membakar hangus isi dalam, dan pemadam kebaran datang terlambat. Sehingga tubuh nona Khim sudah hangus dan hampir menjadi arang dan abu.



Tuan, sudah selesai… bisik sang pengawal.


“ayo kita kembali..” tukas Cullen dengan tersenyum miring dan pergi meninggalkan tempat kejadian kebakaran.

__ADS_1


Tsk... "itulah akibatnya jika membuat kesabaranku habis..." gumam Cullen sambil melangkah bersama para pengawalnya.


 ***


__ADS_2