
“Mr. Devil – Season II”
Author by Natalie Ernison
CINTA… Tak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang tidak menginginkan cinta. Semua orang tentu ingin dicintai dengan kejujuran dan ketulusan. Yah, JUJUR dan TULUS. Dua kata namun berjuta makna, bahkan terkadang terlalu kaya akan arti dan makna sesuai pandangan setiap pribadi masing-masing.
~ ~ ~
Setelah sekian lama, akhirnya Cullen benar-benar menemukan cinta sejatinya. Tentu saja ia harus melalui berbagai lika-liku perjalanan panjang, yang terkadang membuatnya hampir kehilangan arah. Mencintai satu-satunya wanita, bahkan mengandung dari benihnya. Sungguh perjalanan cinta yang cukup panjang bagi Cullen.
***
Mentari fajar sudah mulai menyinari jendela-jendela kaca hotel berbintang xx. Dua insan kini sedang dimabuk cinta setelah sekian lama tak saling bertemu dan menyentuh satu sama lain.
Memandang dengan wajah dipenuhi senyuman bahagia. Membelai wajah wanitanya dengan lembut dan penuh cinta. “Wanitaku sungguh menakjubkan. Mulai hari ini kau akan sepenuhnya menjadi nyonya Cullen..” batin Cullen sambil membelai lembut pipi Jaes.
Hmm hh… lenguh Jaes sambil merenggangkan otot-ototnya. Yah, Jaes sangat kelelahan dengan semua kegiatan mereka semalam. Cullen benar-benar membuat Jaes bergadang hingga menjelang pagi. Sungguh pria mesum Jaes yang tak pernah berubah.
“Mandilah, kita akan pergi ke suatu tempat..” ujar Cullen sambil memberikan kecupan selamat pagi pada wanita tercintanya.
Hah… Jaes tiba-tiba bangkit dari kasur. “Arseo.. aku harus mengantarnya ke sekolah..—“ ucap Jaes sambil bergegas dari kasur. Namun Cullen langsung menarik tubuh tanpa busana Jaes hingga tertimpa di atas tubuh Cullen.
“Jangan cemaskan Arseo. Aku sudah mengurus kepindahannya, kalian akan ikut bersamaku ke kota B.”
Jaes mencoba untuk bangkit. “Mengapa kau langsung memutuskan segalanya tanpa persetujuanku! kau sungguh sesuka hati!!” tukas Jaes dengan wajah yang kurang senang.
Hmm.. “Apakah kau tidak senang, jika aku bersama anakku? atau kau ingin aku membawa Arseo bersamaku..” ujar Cullen dengan seringai senyuman mesumnya.
"Tuan.. hentikan.. aku harus bekerja..” Jaes masih mencoba untuk bangkit.
“Siang ini kita semua akan ke kota B. Semua urusan dan pekerjaanmu di sini, sudah ku bereskan.” Cullen langsung menarik tubuh ke dalam selimut tebalnya.
Ahk.. pekik Jaes kesal. “Jang—an aku lelah… dasar preman..” umpat Jaes yang kini berada di balik selimut. Entah apalagi yang sedang Cullen perbuat pada Jaes. Benar-benar tidak ada habisnya Cullen mengerjai Jaes.
***
Semua keluarga Kyleer kini telah berkumpul dan siap untuk pergi ke kota B. Begitu pun Arseo kecil, ia sangat dekat dengan kakek Fhilip.
“Apakah kau tidak merindukan ibu..” ujar Jaes sambil mengusap kepala Arseo.
__ADS_1
“Ibu bersenang-senanglah dengan ayah, aku ingin bersama kakek..” tukas Arseo lalu meninggalkan Jaes.
“Arseo… ka-u..” Jaes cukup terkejut dengan kedekatan antara Arseo dan kakek Fhilip. Namun Jaes cukup bahagia melihat Arseo kecil begitu dekat dengan keluarga Kyleer.
“Maaf jika ini terlalu mendadak..” ucap Cullen sambil meraih pinggul Jaes. Jaes hanya mengangguk dan tersenyum malu.
Mereka pun pergi ke kota B. Jaes pun terlihat begitu menurut pada Cullen.
***
“Mansion kediaman Cullen”
Mansion kediaman Cullen terlihat begitu ramai, terutama di area halaman samping yang sudah ada tenda-tenda. Semua event organizer terlihat begitu sibuk mempersiapkan sebuah acara.
Malam pun tiba…
“Kakek, aku tidak sabar melihat kejutan dari ibu dan ayah..” ujar Arseo kecil.
Tsk.. “Kau akan melihatnya..” tukas kakek Fhilip sambil membelai lembut wajah Arseo kecil.
Lantunan music instrument romantic kini memenuhi area tenda-tenda pesta.
“Apakah itu nyonya Jasmeen… ohh nyonya Jasmeen sangat cantik..” bisik-bisik para tamu undangan.
“Baik. Kita sama-sama sambut Mr. Cullen dan Mrs. Jasmeen..” ujar seorang pembawa acara.
Prok prok prok… riuh tepuk tangan para tamu undangan mengiringi langkah Cullen dan Jasmeen.
Pada malam yang begitu indah, Cullen sudah menyiapkan segalanya. Yaitu, untuk pernikahannya secara bersama Jasmeen.
Air mata haru bahagia Jasmeen pun tak mampu lagi Jaes bendung. Terlebih lagi saat Cullen berlutut dihadapannya, bak seorang pangeran yang sedang meminang permaisurinya. Jaes terus terisak, ia sungguh tak menyangka jika pada akhirnya Cullen lah pria terakhir dalam kehidupannya.
“Maaf.. karena baru sekarang aku bisa menikahimu secara benar..” ucap Cullen sambil menyeka air mata haru Jaes. Isak Jaes semakin pecah saat Cullen memberikan cincin pada jari manisnya dan langsung mengecup bibirnya.
Whusstt…. whussstt…. riuh angin berhembus dengan begitu kencangnya.
__ADS_1
“Cullen… Cullen… terimakasih telah menjadi pelepas kutukanku..” gema suara memenuhi area acara pesta.
Jaes langsung meraih tangan Cullen, karena ia takut jika angin mencekam ini membawa Cullen pergi darinya.
“Kau adalah reinkarnasiku, aku adalah Zakra Crossadio. Kau Jasmeen, sangat mirip dengan wanita yang sangat kucintai… jadilah pasangan yang abadi selamanya, kini aku sudah tenang dan akan kembali menjadi wujud yang lain..” tukas seorang pria tampan berdiri di hadapan Jaes dan Cullen.
“Tuan Zakra..” ujar Jaes dengan raut wajah yang cukup terkejut. Yah, ia pernah mendengar nama itu dari cerita Nathasya saat di alam elf.
“Aku hanya ingin memastikan reinkarnasiku benar-benar menemukan cinta sejatinya…” tukas sosok Zakra, lalu hilang bersama hembusan angin.
>>
Keduanya pun saling berpandangan. “Sekarang kau sah istriku!” tukas Cullen.
“Yah.. lalu..” Jaes yang terlihat sangat merona.
Syut… Cullen langsung mengangkat tubuh mungil Jaes. “Ayo kita buat adik kecil yang lucu untuk Arseo..” ujar Cullen lalu membawa tubuh Jaes melayang-layang di udara.
~ ~ ~
Keduanya pun hidup bahagia. Tak lama setelah menikah, Jasmeen kembali mengandung calon adik kecil bagi Arseo. Arseo Caesar pun tumbuh menjadi sosok laki-laki yang tak kalah tampan dari sang. ayahnya.
~Tamat~
Mr. Devil Season II
IG: Natalie_Ernison
Thank you so much to all readers😊
Jangan lupa untuk baca next Mr. Devil Season III dan karya-karya saya lainnya😇
👇👇👇
__ADS_1